LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Gerbang Kehidupan _ Menuju Pedang Langit


__ADS_3

Dengan kemampuan yang sekarang Jingmi dapat mengalahkan seorang tetua tertinggi dari sekte Pagoda iblis langit, sekarang kemampuanya dapat disamakan dengan para pertapa yang terkuat, hal ini berkat kekuatan dari kakek Huang yang menyatu dengannya ditambah dengan kekuatan dari tubuh dewi racun yang Jingmi miliki.


Melihat kekuatan yang Jingmi miliki, membuat ketiga Xiao bersaudara berdecak kagum, hal ini membuat mereka iri dan bertekad untuk menjadi lebih kuat dari yang sekarang, terleboh setelah melihat kekuatan Jingmi yang sekarang.


Tubuh Yin He yang terhisap oleh formasi ruang gerbang kehidupan kini memasuki sebuah padang savana yang sangat luas, hamparan savana yang seakan akan tidak ada ujungny, akan tetapi dibelakang Yin He adalah sebuah hutan yang dipenuhi dengan anekah pepohonan yang berbuah ranum dan terlihat manis serta menggiurkan, dan semak semak hutan tersebut  adalah tumbuhan  bunga dengan aneka warna, sangatlah indah membuat Yin He ingin melangkah kearah hutan tersebut.


Secara akal dan logika Yin He menuju kebelakang yang terdapat hutan dengan segala jenis buah buahan yang ranum adalah pilihan yang sangat benar, akan tetapi naluri dan jiwa Yin He menginginkan dia datang kepada padang savana yang penuh keterbukaan dan harapan tanpa ada sesuatu yang ditutupinya. Sedangkan dihutang belakangnya sepertinya menyimpan banyak misteri yang nantinya dapat membahayakan ataupun malah membantunya.


Yin He mengikuti kata hatinya dan akan melangkah menuju padang savaba tersebut, belum sempat melangkah untuk yang keempat langkah, Yin He terhenti dengan sebuah raungan dan suara yang sangat keras dari balik hutan dibelakangnya, dan saat dia menoleh, sekawanan singa yang sangat besar melangkah kearahnya, singa singa tersebut menatap dengan tajam kearah Yin He seakan ingin segera menyantap tubuh Yin He. Tangan Yin He terkepal, dia menyiapkan jarum es beracun, karena menurut instingnya masih banyak hewan buas lainya yang berada dalam hutan.


Saat kawanan singa tersebut menyerang Yin He, dengan cepat Yin He juga melemparkan jarum jarum emasnya kepada sekawanan singa yang kelaparan, akan tetapi apa yang diharapkan Yin He untuk mempercepat perlawanan tidak sesuai harapan, para kawanan singa tersebut sepertinya mempunyai kulit yang keras dan bulu yang teramat lebat, sehingga jarum jarum esnya tidak sanggup menumbus kulitnya, hal ini membuat kewaspadaan Yin He meningkat, dia baru ingat bahwa dia bukan lagi dimensi seharusnya, sehingga dia tidak boleh meremehkan apapun.


Singa singa tersebut lansung meloncat dan mencoba menerkam tubuh Yin He, akan tetapi dengan pukulan mengguncang semesta, Yin He melemparkan Singa singa tersebut, akan tetapi hal yang mengejutkan pun terjadi, singa singa tersebut sepertinya tidak merasakan apapun, dan tatapan mereka seperti menyimpan dendam yang teramat dalam kepada Yin He, kawanan singa itupun mengaum secara bersamaan, Yin He langsung mengalirkan energi cakranya, akan tetapi auman dari singa tersebut seakan  mampu mengoyak gendang telinga Yin He sehingga  Yin He tubuhnya bergetar hebat untuk mencoba meredam rasa yang menyakitkan dalam tubuh dan telinganya.

__ADS_1


Yin He membisu sepertinya memikirkan apa yang terjadi dan mengapa sekarang dia sepertinya dipermainkan oleh para bukan kawanan singa tersebut. KemudianYin He mencabut kedua pedang kembarnya tersesebut yaitu pedang rembulan dan pedang matahari, Yin He memainkan jurus jurus gabungan antara pedang rembulan dan pedang matahari, sekarang kawanan singa tersebut selalu mengindari saat pedang rembulan pedang matahari mulai menyerang meraka, Yin He memangil spirit dari pedang rembulan dan pedang matahari, sejenak Yin He terkejut karena spirit kodisi tersebut adalah sosok dari Xia Yuan dan juga sosok Shi Ren. Kedua spirit tersebut melayang dan menyambar ke arah sekawanan singa singa tersebut, dan pemandangan yang kemungkinan membuat pendekar lainya iri adalah selain seksi dan kuat Spirit pedang rembulan dan matahari


Tidak menunggu lama, kedua spirirt pedang tersebut menghabisi kawanan singa tersebut. sehingga Yin He langsung. dapat segera melanjutkan perjalananya. Yin He segera melesat melintasi  padang savana tersebut, Yin He terus melesat dan sampai akhirnya dia merasa sampai diperbatasan diruang dimensi, dan langkahnya terhenti manakala ada sebuah pukulan jarak jauh, sehingga Yin He terjungal dan beberapa kali.


Yin He berdiri dan sekali lagi dia terkejut dengan apa yang dilihatnya, ya..sosok anak kecil dihadapanya adalah sosok dirinya sewaktu masih bersama ayahnya sekitar Yin He sekitar berumur 7 tahun.


Dengan cepat bocah ini menyerang Yin He, kecepatan yang sangat luar biasa, sehingga dia mampu mendaratkan pukulnya kearah wajah dan dada Yin He, dan Yin he hanya merasakan sakit biasa diwajah dan perutnya


Aku harus berhati hati, anak ini sepertinya bukan anak biasa, akan tetapi merupakan  penjaga dari gerbang kehidupan. Dan benar apa yang kawatirkan oleh Yin He, anak tersbeut menyerang dengan kekuatan yang tidak dapat dilihat dnegan mata terbiasa, Yin He pun melesat untuk menghidari tubun penjaga gerbang kehidupan.


Setelah penjaga tersebut kalah dan tewas, maka dari tubuh penjaga tersebut keluar sebuah mustika ungu dari tubuhnya, Yin He segera menyambar mustika tersebut dan tiba tiba tubuhnya tersebut tersedot oleh kekuatan lainya, tiba tiba dia sudah berada di tengah tengah batu yang tadi awal dia masuk, Yin He mencari keberadaan ketiga Xiao dan juga Jingmi, dia melihat sebuah api unggun ditepian sebuah savana dan dia menemukan Jingmi dan ketiaga Xiao bersaudara sedang menikmati santap malam mereka.


“Kalian tidak mau menunggu ku makan?” Ujar Yin He.  Membuat Jingmi dan ketiga Xiao melompat kegirangan, mereka mengira akan lama menunggu Yin He dan mereka mengira bahwa gerbang kehidupan akan langsung mengirim Yin He kegerbang berikutnya.

__ADS_1


Yin He kemudian menceritakan semua pengalamanya saat berada dalam gerbang kehidupan dan juga menceritakan sosok penjaga yang berada di gerbang kehidupan tersebut. Tak lupa Xiao Zhao kemudian menceritakan tentang tetua Liu Yaoshan yang berhasil dibunuh oleh Jingmi sesaat Yin He memasuki gerbang kehidupan.


Yin He tersenyum dan memuji kemajuan dari Jingmi, akan tetapi terkadang dia merasakan kesedihan, dimana kakek Huang yang dianggapnya sebagai  kakeknya sendiri harus rela mengorbankan nyawanya agar dapat membuat peningkatan di Jingmi yang nantinya Jingmi juga bisa membantunya.


“Kakak, sebenarnya apa fungsi dari batu mustika jade ungu tersebut,apakah itu adalah kunci atau petunjuk untuk menemukan gerbang selanjutnya yaitu gerbang kehampaan?” Tanya dari Xiao Zhuang,  Yin He pun menggelengkan kepalanya, dia menceritakan saat dia mengambil mustika batu jade ungu tersebut, tubuhnya langsung tersedot  oleh kekuaatan lain yang kemudian membawanya keluar.


“Sepertinya batu ini mengandung informasi yang disembunyikan dengan formasi spiritual yang sangat rumit, coba kau lihat Zhuang’er, siapa tahu ada petunjuk yang akan kita dapatkan dari mustika batu jade ungu tersebut.” Kemudian Yin He memberikan mustika batu Jade ungu tersebut kepada Xiao Zhuang, dan benar saja dalam batu tersebut terdapat susunan formasi spiritual dimana sebuah informasi yang tersembunyi dibalik batu tersebut.


Dengan cepat Xiao Zhuang mencoba untuk mencari cara untuk mempelajari susunan formasi spiritual tersebut, akhirnya beberapa saat kemudian dia berhasil membuka susunan formasi tersebut, dan mendapatkan informasi mengenai lokasi dimana gerbang kedua berada. “Kakak, jika dilihat secara cermat gerbang kedua berada diperbatasan antara kekasiaran Song dengan Kekaisaran Tang.” Xiao Zhuang menunjukan sebuah petunjuk dimana lokasi dari gerbang kedua berada.


“Kalian semua beristirahatlah, karena besok kita harus segera menuju ke arah gerbang kedua, aku akan menjaga kalian sembari bermeditasi.”Ujar Yin He kepada Jingmi dan ketiga Xiao bersaudara.


 

__ADS_1


 


__ADS_2