LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
HAN BING


__ADS_3

Yin He berhasil mencabut pedang phoenix api. dan mengangkatnya dengan tangan kananya.


gemuruh petir menyambar membumbung tinggi ke atas langit.


Awan cerah mendadak gelap..sebuah pusaran diatas awan terbentuk..


"Yin He tidak ada waktu lagi..portal sudah terbuka, kamu harus bergerak cepat". Suara Zhuanglong menggema di ruang jiwa Yin He.


Yin He segera memegang pedang phoenix api dengan kedua tanganya.


kemudian Yin He terbang, masuk kedalam pusaran di awan yang tercipta saat pedang phoenix di hadapkan ke langit.


"Disana..!"


Yin He melihat sebuah bola raksasa yang sangat besar berpijar dengan kekuatan petir dan api hitam yang mengelilinginya.


tampak lapisan pijaran lava menjadi lapisan kedua setelahnya


"Naga ! "aku tidak mempunyai kekuatan elemen Api..bisa bisa mati konyol jika aku memaksakan menyerapnya." Yin He berfikir berulang ulang setelah melihat bola raksasa tersebut.


"Yin He..tidak ada waktu lagi, ini adalah cara paling tepat agar sisi iblismu bisa dikendalikan" ujar Zhuanglong.


"percaya pada dirimu sendiri Yi He."


Yin He menatap dengan lekat bola raksasa didepannya.


kemudian dia melesat dan dengan pedang phoenix apinya dia membelah lapisan yang melindungi bola raksasa tersebut.


ssssttt wushh...Bhummm Dhuar...!!


kekuatan pedang phoenix api menyambar lapisan Api Hitam dan Petir..ledakan dahsat pun tidak terelakan.


Yin He tetap mengayunkan pedangnya beberapa kali, dan ledakan ledakan dahsyat pun menggema.


Tuoli yang sedari tadi penasaran dengan apa yang dilakukan cucunya..melihat dan mendengar betapa dahsyatnya ledakan yang tercipta akibat bertemunya 2 kekuatan yang dahsyat.


"sebenarnya apa yang dilakukan He 'er ? perasaan Tuoli sangat cemas..


Hal ini wajar karena Tuoli baru saja bertemu dengan cucunya yang merupakan satu satunya penerusnya.


setelah berkali kali menyabetkan pedang phoenixnya..sekarang terlihat sebuah bola cahaya yang sangat menyilaukan.


"Yin He sekarang waktunya" Zhuanglong memperingatkan Yin He


Segera Yin He menyimpan pedang phoenix kedalam ruang penyimpanan liontin naga yang sekarang bersatu kedalam tubuhnya.

__ADS_1


pedang phoenix sekarang masuk kedalam tubuhnya.


dan setelah itu Yin He melesat ke arah bola cahaya..dengan dan segera dia menyerap energi bola cahaya tersebut.


Energi pada bola cahaya pun segera masuk kedalam tubuh Yin He


Setiap aliran tubuh Yin He serasa mau meledak..aliran cakra yang begitu besarnya masuk kedalam tubuhnya.


Tiba tiba tanda naga yang ada dilengan kiri Yin He memancarkan cahaya keperakan yang juga menyilaukan mata.


dan setelah beberapa saat Yin He menyerap energi dari bola cahaya tersebut..


Yin He sekarang merasakan ada sesuatu perubahan pada sisi cakra dan kekuatan pada tubuhnya.


setelah bola cahaya terserap dengan sempurna, Yin He segera mengeluarkan pedang phoenix nya dan menutup portal tersebut.


Tuoli terlihat gembira takkala melihat cucunya meluncur turun kembali.


"Kakek maafkan Yin He, yang tidak memberitahukan sebelumnya, terkait apa yang barusan terjadi." ucap Yin He.


"Sudahlah He'er, mari kita pulang terlebih dahulu, kasihan Han Bing harus segera secepatnya mendapatkan pertolongan, nanti baru ceritakanlah semua dirumah."


Tuoli segera mengajak keluar Yin He sambil membawa Han Bing yang masih belum sadarkan diri keluar dari tempat penyegelan phoenix tersebut.


"Hidup tetua Tuoli..".. mereka meneriakan nama Tuoli.


Tuoli tersenyum gembira..bukan karena kemenangan atas phoenix api.


akan tetapi dia sudah menemukan apa yang selama ini dicari dan selalu membebani fikiranya.


"Kakek..saya pulang kerumah paman Bing, saya mau memastikan kesembuhan paman Bing terlebih dahulu, dan kakek juga harus memulihkan tenaga kakek juga"


"Setelah itu saya akan segera menemui kakek, boleh kan Kek? " Yin He segera pamit pulang ke tempat kediaman Hang Bing


Luka Han Bing sangatlah parah..banyak urat nadi di tubuhnya banyak yang putus..hal ini menyebabkan aliran cakranya juga putus.


Yin He memandangi tubuh Han Bing sambil menarik nafas dalam dalam


Paman..aku akan mencari cara untuk bisa mengobati urat nadi yang putus.


Yin He telah menggunakan aura mustika air mata phoenix, akan tetapi untuk urat nadi yang terputus harus menggunakan menyambungkan secara manual.


Yin He adalah pennguna teknik tumbuhan..kemampuan medis untuk meracik PIl sudah mahir yaitu pada Level Alkemis 5, tapi bahan bahan di Wisma Giok tidak selengkap di Lembah terlarang.


"Yin He, aku melihat disini tanaman akar darah, tanaman tingkat racul selevel bisa kobra, bisa membunuh manusia walau hanya setetes getahnya.

__ADS_1


tanaman tersebut mempunyai kemampuan meregenerasi sel tubuh yang rusak..tapi kau memisahkan racunnya terlebih dahulu.


"buah bery penetral racun" Yin He mengeluarkan semua persediaan di ruang penyimpanan. dia menemukan beberapa bery penetral racun yang berwarna hitam dengan rasa asam yang sangat kuat.


"Paman Bing, aku akan menyembuhkanmu" Yin He menatap tubuh Han Bing. kemudian pergi ke hutan Wisma Giok.


Dia menemukan tanaman darah..tanaman ini mempunyai buah yang berwarnah merona dan beraroma harum akan tetapi buahnya sangat beracun.


Duri duri kecil juga tumbuh di batang batang dari tanaman ini.


Buah inilah yang banyak memakan korban, karena mereka mengira tanaman ini tidak beracun karena warna buahnya merona dan juga buahnya yang harum, banyak yang membuat orang terkecoh.


sehingga hal ini menjadikan pohon tersebut terkenal dengan pohon darah.. karena korban yang terkena racunya akan langsung muntah darah.


Yin He segera menebang tanaman tersebut untuk mengambil akar dari pohon tersebut, karena akar inilah kadar racunya tidak terlalu kuat.


setelah berhasil mengambil akar tanaman darah . Yin He segera mengambil tanaman berry penetral racun dan meremas berry tersebut dan mencampur dengan akar tanaman darah yang telah di tumbuk sebelumnya.


setelah beberapa saat, Yin He mengambil ramuanya dan di balurkan ke sekujur tubuh Han Bing.


Tubuh Han Bing bergetar untuk beberapa saat . Yin He memastikan bahwa tanaman tersebut sudah tidak mengandung racun dan beberapa saat tubuh Han Bing sudah tenang kembali.


suhu tubuh Han Bing sudah mulai hangat kembali tidak dingin seperti sebelumnya.


Yin He juga memasukan Pil akar naga , jamur api, untuk stamina Han Bing.


setelah beberapa hari, Yin He yang tertidur dikamarnya karena kelelahan menjaga dan memastikan keadaan Han Bing. terkejut dan terbangun.


"He'er...ayo bangun." Yin He segera bangun dan membuka kamarnya.


begitu terkejutnya dia menatap seseorang dihadapanya.."Paman Bing",rona bahagia melihat Han Bing sudah pulih seperti sediakala


"Paman kapan bangun?


"pagi tadi, aku tersadar dan mendapati diriku sudah berada sini,setelah bersih bersih aku sempatkan berjalan jalan dihalaman, dan mendengar cerita jalanya pertarungan phoenix dengan mu dan juga Tetua Tuoli"


"tapi He 'er, ada kabar yang ingin aku dengar langsung dari mu"


"apa itu paman" Yin He sedikit terkejut.


"sebenarnya apa hubunganmu dengan Tetua Tuoli " Yin He terkejut mendengar pertanyaan ini.


"Paman..nanti juga akan tahu tentang hal ini..nanti sore kita temui tetuo Tuololi.!" ujar Yin He.


"Baik kalo begitu"

__ADS_1


__ADS_2