LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Pesona Bidadari Kematian


__ADS_3

Tiga Pendekar yang mengikuti Jingmi dan juga Xiao Zhao mendapatkan ganjaranya, kepala mereka langsung terpisah dari tubuhnya, keganasan Jingmi sungguh diluar perkiraan Xiao Zhao, pembunuhan yang sangat luar biasa, dengan senyuman cantiknya, Jingmi menebas kepala lawanya.


"Waaoooww...Kau sungguh benar benar keren, tidak kusangkah senyumanmu mengandung kematian yang mengerikan." Ujar Xiao Zhao kepada Jingmi, Jingmi tersadar dengan apa yang dilakukanya ternyata diperhatikan oleh Xiao Zhao, "Belas kasihku telah hilang Zhao er, kepahitan hidup yang mengajariku kuat, dan harus tetap tersenyum." Jawab Jingmi dan segera melangkah pergi.


"Kemana selanjutnya kita pergi Zhao er?" Tanya Jingmi. sebagai seorang yang tidak pernah bersentuhan dengan tatanan sebuah organisasi apalagi yang berhubungan dengan sebuah negara membuat Jingmi harus mengikuti apa yang telah direncanakan oleh Xiao Zhao, walau umurnya masih sangat muda tapi pengalaman sebagai ketua tim pendibrak dari pasukan khusus raja serigala merah, membuat Xiao Zhao lebih paham tatanan dan etika saat akan bertemu dengan seoramg pemimpin, apalagi seorang kaisar besar.


"Sepertinya itu adalah balai pengaduan, semua warga yang mendapatkan kesulitan akan mengadukan setiap keluhanya dibalai pengaduan, disana ada hakim agung yang akan memberikan keputusan, jika keputusan tersebut dirasa kurang memuaskan, maka bisa dibawah ke balai agung, dimana dibalai agung, semua keputusan dibuat oleh kaisar dan tidak bisa dibantah, keputusan kaisar adalah keputusan atau kehendak dari langit.


Jingmi dan Xiao Zhao hendak menuju kebalai pengaduan, akan tetapi seorang pengemis bertanya kepada Jingmi dan Xiao Zhao, melihat paras Jingmi yang sangat cantik, pe gemis tua tersebut menyarankan jangan sampai dia menemui kaisar atau datang di balai pengaduan, karena menurut pengemis tua tersebut, tidak ada atau tidak pernah ada keadilan yang terbentuk, semua membela kerajaan, dan para bangsawan, hal ini membuat mereka berbuat seenaknya tanpa memperdulikan rakyat mereka.

__ADS_1


Tapi Jingmi dan Xiao tetatp mengambil resiko ini, karena hanya dengan mereka masuk ke balai pengaduan, maka mereka bisa bertemu kaisar Ming dan menyampaikan issue terkait dengan pangeran kegelapan.


Jingmi dan Xiao Zhao melangkah menuju sebuah aula besar yang terletak dihalaman istana, Xiao Zhao memukul sebuah genderang besar yang berada tepat disamping dwpan halaman aula tersebut, pukulan genderang yang ditabuh oleh Xiao Zhao mengagetkan semua warga, banyak yang bertanya siapa yang melakukan pengaduan, karena sudah hampir tidak ada lagi pengaduan sejak ketua kuil langi diganti dengan yang baru, semua kebijakan yang pro dengan rakyat dihapuskan dan diganti kebijakan yang menguntungkan para bangsawan dan juga pihak istana, oleh sebab itu para warga terkejut manakala ada seseorang yang membunyikan genderang di balai pengaduan, apalagi suara genderang itu sangat kuat dan terdengar sampai dengan ujung pelosok kota kerajaaa Ming.


Semua orang ingin menyaksikan apa yang hendak disampaikan, dan ingin melihat siapa orang yang mempunayi kekuatan yang sangat besar. Saat mereka sudah berkumpul mereka sangat terkejut, bagaimana bisa seorang bocah atau remaja tanggung sanggup memukul genderang yang sebesar itu.


Tiba tiba Aula pengaduan pun dibuka Hakim Agung dari kerajaan Ming pun keluar didampingi para prajurit dna segera duduk di kursi depan sebuah altar, dimejanya terdapat sebuah timbangan kayu, Ukiran ukiran aksara dari kata kata bijak memenuhi dinding aula tersebut, "Ampun hakim yang agung hamba bukan ingin membuat sebuah pengaduan akan tetapi sebuah berita penting, sebuah berita terkait dengan masa depan rakyat Ming. Ujar Xiao Zhao.


"Saya hanya memperingatkan untuk kekaisaran Ming bersiap siap karena, pangeran kegelapan sudah muncul, seseorang yang akan menebarkan teror bencana semua daratan kekasaran Ming, Tibet, Song dan Tang." Hakim agung hanya bisa menahan nafasnya dalam dalam, dalam hatinya tersentak karena nama pangeran kegelapan hanya diketahui oleh orang orang tertentu dari golongan aliran putih, hanya sekte hitam juga sekte tertentu yang mengetahui hal ini.

__ADS_1


"Dari mana anak itu tahu tentang pangeran kegelapan? dan apakah biksu agung sudah mengetahuinya? aku harus segera menginformasikanya segera." Gumam Hakim agung.


"Baiklah anak muda, karena ini adalah informasi yang sangat besar aku harap kau bisa ikut bersamaku ke aula agung, dan biarkan kakakmu beristirahat terlebih dahulu." ujar Hakim agung meminta satu pengawal untuk mengantarkan Jingmi ke salah satu kamar dipaviliun istana.


"Maaf Hakim Agung, adik saya masih terlalu muda, masih butuh pendampingan, saya tidak akan meninggalkan adik saya sendirian." Pandangan Jingmi menekan penjaga istana, penjaga tersebut langsung mundur dan menunduk menghindari tatapan mata Jingmi, Hakim Agung istana tersebut terkejut dengan apa yang terjadi dengan penjaganya, tapi sang hakim agung cepat mengerti bahwa yang dihadapainya bukanlah gadis dan anak lelaki biasa, karena dari cara mereka menatap dan bicara mencerminkan kekuatan jiwa meraka yang sangat kuat.


Sang Hakim agung pun segera membawa ke aula agung dimana sang kaisar akan memberikan keputusanya, akan tetapi setelah beberapa saat menunggu yang muncul bukan lah sang kaisar melainkan sesosok biksu dengan jubah dan tongkat emas di tanganya.


Xiao Zhao dan Jingmi tersentak kaget karena sosok berdiri dihadapanya bukanlah sang kaisar akan tetapi biksu iblis, "Mengapa kau disini biksu iblis dimana kaisar berada?" Ujar Jingmi, perkataan Jingmi yang terkesan blak blakan membuat mata sang biksu tersentak karena sosok gadis cantik didepanya adalah bukan gadis biasa, karena dengan mudahnya dia mengenali hawa energi dari biksu iblis, dan tanpa diduga Jingmi dan Xiao Zhao langsung menyerang kearah biksu tersebut.

__ADS_1


Sedangkan serangan dari Xiao Zhao


ditangkis oleh sang hakim agung dengan pedang ditangan, dengan cepat Xiao Zhao pun mengeluarkan pedang darah, hawa amis yang dikeluarkan oleh hawa pedang darah langsung menyeruak dibalai agung, sang hakim juga mengalirkan energinya ke pedangnya, pedang tersebut langsung bersinar keemasan dengan pancaran energinya yang mencoba menetralisir dari pancaran pedang darah, akan tetapi kekuatan dari pedang darah sepertinya lebih kuat dari pada yang diperkirakan, dan saat pedang darah diayunkan bersamaan energi sang sembilan naga milik Xioa Zhao tubuh sang hakim agung pun terbelah dua, Jingmi yang mengetahui Xiao Zhao berhasil mengalahkan sang hakim agung, langsung mengawasi dan akan membantu Jingmi, akan tetapi Jingmi memberika. isyarat kepada Xaio zhao agar tidak mendekati Jingmi dan membantunya.


__ADS_2