LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Kehilangan Bag.02


__ADS_3

“Selamat datang Han Bing dan kau Wei Yanzu, ucapkan selamat tinggal pada dunia yang sangat indah ini, dan ucapkan selamat datang pada kematianmu.” Bocah lelaki tersebut menyambar tubuh Han Bing dalam sekejab mata, dan sudah berdiri ditempat dia semulah, akan tetapi apa yang terjadi dengan Han Bing diluar dugaan, tubuh Han Bing kini terkapar dengan luka sayatan yang sangat banyak, sayatan dari pisau kecil dengan luka sayatan yang sangat banyak, Han  Bing hanya bisa mengerang kesakitan, dirinya sangat terkejut karena luka yang disayatkan ketubuhnya bukanlah lukan biasa, akan tetapi luka tersebut dibuat dengan ketepatan dan keakuratan yang pas, semua luka yang ada di tubuh Han Bing adalah berencana untuk memutus semua urat saraf penghubung, Urat nadi dan juga otot kaki di dengkul dan diatas mata kaki, sehingga sama sekali dia tidak akan bisa bangkit untuk berdiri karena otot kakinya sudah terputus.


Belum cukup sampai disana, akan tetapi yang mengerikan adalah, beberapa aliran meridianya juga telah diputuskan oleh bocah tersebut, Han Bing hanya terlentang tidak bisa menggerakan tubuhnya sama sekali. Sang Naga segera berubah ukuranya menjadi ukuran normal dan lansung mengelilingi tubuh Han Bing untuk melindunginya. “xixixixixixixixixi, kasihan sekali kau Han Bing, sudah saatnya kau menjadi temanku dineraka.” Ujar bocah tersebut dan dengan cepet melesat kearah Han Bing, akan tetapi dua buah pedang melesat kearahnya dengan cepat, sehingga secepatnya bocah tersebut langsung menghidar mundur, dengan cepat juga Wei Yanzu menggunakan spirit naga untuk menekan bocah tersebut. “Aku adalah Iblis elemen angin, kau bocah lemah, baru mempunyai pedang rembulan akan tetapi tingkahmu seperti orang yang paling kuat.” Ujar Iblis Angin tersebut.


Wei Yanzu dan Han Bing sangat terkejut karena yang dihadapinya adalah seorang yang menjadi mitos dari para orang tua, agar jangan berjalan sendiri sendirian dimalam hari, karena nantinya mereka akan diculik oleh iblis angin dan dijadikan tumbal.


“Apakah sekarang kalian paham siapa yang kalian hadapi, mendingan cepat serahkan nyawamu, dan akan aku antar kematianmu dengan sedikit rasa sakit, xixiixix.” Seloroh Iblis angin tersebut dengan langsung menyerang ke arah Wei Yanzu, dengan cepat ratusan jarum es tercipta, dan juga Wei Yanzu segera menancapkan pedang bulan diatas anah, sebuah es tebal terus lurus dari kedua pedang rembulan kearah iblis angin tersebut, dengan cepat iblis tersebut menghindar, akan tetapi dengan cepat iblis angin tersebut terus meloncar dan menghindar serangan tesebut.

__ADS_1


Wei Yanzu terus menyerang dan mencoba membantu Han Bing kalao sudah begini Han Bing benar benar dalam bahaya, dan hal ini tidak boleh terjadi, Wei Yanzu segera mencari cara melarikan diri sambil melawan iblis langit tersebut, sehingga Wei Yanzu terus menyerang sekuat tenaga melawan iblis angin, akan tetapi semua serangannya hanyalah sebatas menyerang ilusi hal ini membuat Wei Yanzu sangat putus asa, akhirnya Sang Naga Han Bing menyerang Iblis Langit karena Han Bing meminta naga tersebut untuk mambantu Wei Yanzu. Pertarungan naga merah dengan iblis angin bukanlah kekuatan atau pertarungan biasa, hal tersebut mampu mengguncang kawasan sekitar .


Saat sang naga megh lbuenhadapi Iblis angin, Wei Yanzu segera mendekati Han Bing dan mencoba memeriksanya, Wei Hanzu membekuka lukanya Han Bing dengan kekuatan es yang dihasilkan oleh tangan, akan tetapi Wei Yanzu tidak menguasai Alchemist sama sekali sehingga tidak bisa memberikan pertolongan pertama kepada Han Bing.


Setelah beberapa saat setelah bertarung, naga Han Bing semakin kelihalangan kekuatanya, karna oleh satu hal yaitu, kekuatan sang disalurkan ke Han Bing agar Han Bing dapat terus bertahan, akan tetapi takdir berkata lain, Han Bing tidak dapat bertahan setelah beberapa lama, tubuhnya semakin lama semakin melemah, pada saat genting dan sang naga juga sudah sampai titik energi terakhirnya, Yin He datang dan memberikan pukulan yang teramat keras kepada bocah iblis tersebut.


Akhirnya dengan pukulan yang telak pada kepala dan juga dada  bocah iblis angin tersebut, membuat iblis tersebut tersungkur dan oleh Yin He segera menekanya dengan aura naga yang sangat kuat. Wei Ryuza yang tiba dengan Yin He langsung melakukan pemeriksaan kepada Yin He dan dengan mata sayu dia menjerit yang sangat menyedihkan, Han Bing sudah tidak ditemukan detak jantunganya, sekujur tubuhnya sudah dingin dan mulai kaku.

__ADS_1


Yin He yang mendengar jeritan dari Wei Ryuza, segera memberikan beberapa kali hujaman ke wajah bocah iblis tersebut, bukanya minta ampun , akan tetapi boca iblis tersebut malah berucap. “aku yakin lebih sakit yang kau rasakan saat ini, dari pada saya yang terkena pukulanmu, hahahahahhaha.” Yin He terus menghujaninya dengan pukulan pukulan dahsyat dan pukulan terakhir adalah serap jiwa, Yin He menyerap jiwa atas bocah iblis tersebut, iblis angin sendiri tidak menyadar, bahwa Yin He sudah mengetahui semua titik lemahnya dan semua tentang dirinya saat dia menyerap jiwa raja iblis. Sehingga sangat mudah mengetahui kelemahan dan cara membunuh iblis angin, sekarang kemampuan dan informasi dari iblis angin telah terserap di badanya, keuntungan Yin He adalah dengan kemampuan menyerap jiwa dan membersihkanya, dia mandapatkan. jurus murni dan tenaga dalam atas jiwa yang telah dia serap.


Yin He mendekati Han Bing yang sangat lemah dan dengan nafas terakhirnya dia menyerahkan kembali senjata vajra kepadanya dan juga naga merah yang  dia dapatkan atas bantuan Yin He, Yin He menerawang jauh mengingat kenanganya bersama Han Bing, Han Bing adalah sosok pertama kali yang menyanyanginya seperti seorang ayah, dan Han Bing lah, yang membuka pintu Yin He dapat menemukan keluarganya yaitu kakeknya sendiri tetua Tuoli, sehingga dengan kematian Han Bing membuat Yin He sangat terpukul, sepertinya kenangan atas kehilangan ayahnya sendiri terulang, orang yang dia sangat sayangi rela berkorban demi dirinya.


Yin He, Wei Yanzu dan Wei Ryuza membawa tubuh Han Bing pulang ke sekte Wisma Giok, untuk melakukan ritual penguburan yang layak bagi Han Bing. Setelah membuka portal dimensi lain, dengan membopong jasad Han Bing Yin He segera kembali menuju Wisma Giok untuk mengabarkan hal ini kepada para tetua.


Para tetua sangat terkejut saat Yin He datang dengan membawa jasad Han Bing, dan alangkah terkejutnya mereka setelah tahu siapa yang melakukan pembunuhan ini kepada Han Bing, tetua Tuoli yang paling tahu kesedihan Yin He, dan seberapa dekatnya Yin He dengan sosok Han Bing, sehingga membuat tetuo Tuoli tidak mengganggu Yin He yang ingin menyendiri sambil menunggu proses penguburan dari jasad Han Bing, seluruh anggota Wisma Giok berduka atas meninggalnya Han Bing melawan iblis angin yang terkenal sangat keji dan kejam.

__ADS_1


__ADS_2