LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
INI BUATMU IBU & KAKEK ZHAO Bag.3


__ADS_3

Tio Sam Long melihat 2 orang kepercayaanya telah binasa. Dan dia juga melihat naga milih Han Bing membakar salah satu anggotanya yang menguasai elemen Es.


Yin He masih bertukar jurus dan teknik dengan Tio Sam Long, sekaligus tetap mengawasi kondisi sekitarnya.


Tinggal Fang Ang dari Kuil Perak yang masih bertempur dengan musuhnya.


"Hey Biksu muda, sampai kapan kau akan menghindar terus, cepat habisi dia." Seloroh Kun Yi.


"Kun Yi heran kenapa Biksu tersebut hanya menghindar tanpa memukul musuhnya."


Han Bing juga bingung melihat situasi ini, kenapa biksu tersebut hanya menghindar.


"Apakah dia terpengaruh dengan teknik ilusi."


Han Bing segera memerintahkan sang naga untuj menyemburkan api biru ke arah musuh Biksu dari kuil perak tersebut.


Benar saja, setelah naga tersebut menyemburkan api biru, biksu tersebut terkejut.


Dalam bayanganya dia bertarung dengan seorang anak kecil, jika dia terkena pukulan tapak besinya bocah tersebut akan menangis.


Sekarang yang terlihat adalah seorang pria gendut yang berdiri dihadapanya. Tanpa pikir panjang Fang Ang, langsung menhamtamnya dengan pukulan besi.


Bhukkk. Bhuk...


Lelaki gendut tubuhnya terhuyung ke belakang dan langsung memuntahkan darah. Sebelum di berdiri Kun Yi telah memisahkan kepalanya dengan pisau angin.


Han Bing paham dengan apa yang dilakukan Kun Yi, karena Fang Ang tidak akan mau membunuh lelaki gendut tersebut, karena pantang membunuh yang sudah sekarat, akan tetapi melihat dari kemampuan penyembuhan para anggota harimau hitam, Kun Yi langsung menebas kepala lelaki gendut itu.


"Yin He sekarang tinggal lelaki tua itu yang masih hidup, sampai berapa lama kau mau bermain main." Han Bing berteriak ke arah Yin He.

__ADS_1


Han Bing yakin kemampuan Yin He dapat mengalahkan tetua harimau itu, karena kekuatan Yin He tak pernah terduga.


Perkataan Han Bing membuat emosi Tio Sam Long memuncak, dia menyerang Han Bing dengan jurus es, bola bola es meluncur kuat ke arah Yin He.


Yin He yang mengetahui amarah tetua Tio langsung membuat perisai pelindung yang dibuat melingkar membatasi pertempuran dengan kelompok Han Bing yang sekarang hanya menonton.


Yin He juga mengeluarkan aura es yang dingin, bola bola es dari tetua Tio mecair sebelum mengenai Yin He.


"Kenapa bisa mencair, padahal dia juga menggunakan elemen es?" Tetua Tio terkejut dengan apa yang terjadi.


"Terpaksa aku harus menggunakanya, walaupun jiwa dan nyawaku taruhanya."


Tetua Tio mengeluarkan sebuah pil berwarna merah darah dan menelanya, tiba tiba tubuhnya bergetar hebat, matanya berubah merah semerah darah.


Yin He yang mengetahui hal itupun mundur, ada rasa terkejut dari ekspresi yang dia tunjukan.


"Mungkinkah dia menggunakan Elemen Darah?" Sebelum rasa terkejutnya selesai, Yin He merasakan seluruh tubuhnya kaku, dan semua aliran darahnya bergejolak.


"Mati kau anak setan, walaupun aku harus mengorbankan jiwaku, asalkan bisa membunuhmu aku puas, hahahahhahhahahha."


Tubuh Yin He tidak bisa di gerakan, kekuatan cakra dalam tubuhnya sudah tidak beraturan dan beberapa urat nandinya telah di hentikan oleh Tetua Tio.


Jantung Yin He berdetak sangat kencang, dadanya panas sesak. beberapa ulu nadinya telah pecah, membuat pendarahan di mata dan telinganya.


"Hahahahahha, akan aku buat kau menderita sesakit sakitnya."


Yin He tidak bisa lagi berkomunikasi dengan Zhuanglong maupun Zhuangfeng karena meraka telah bersatu dengan ruh penjaga empat elemen.


Yin He sudah mulai kehilangan kesadaranya, karena pumbuluh darahnya sudah hampir separuh yang pecah, Yin He kemudia teringat sesuatu yang dia dapatkan dilantai kelima dipagoda merah.

__ADS_1


Yin He mencoba berkosentrasi dengan sisa sisa nafas dan kesadaranya.


Traaaaannggg.....!


Tiba tiba semua berhenti bergerak. Yin He yang semula tidak bisa bergerak mulai bisa menguasai dan mengendalikan tubuhnya. Yin He menggunakan Teknik penyembuh dan menelan beberapa Pil, dalam sekejap tubuhnya pulih kembali. urat nadi dan pembuluh darah yang putus dan pecah telah kembali normal, berkat Ganggang Emas.


Yin He mengangkat tanganya dan semua telah kembali normal. Tetua Tio terkejut dengan apa yang terjadi, kini dia tidak bisa bergerak.


"Ku akui teknik pengedali darah mu sudah cukup baik, tapi akan kutunjukan bagaimana teknik yang lebih baik."


Flash Back


Saat di lantai kelima Pagoda Lima, Yin He tidak menemukan apapun, hanya sebuah kehampaan yang teramat dalam, rasa tertekan, rasa kesepian, kesediaan yang teramat dalam dia rasakan.


Untung ada Zhuanglong yang mengingatkan Yin He agar tidak larur dalam energi dari lantai kelima sampai dengan dia memegang batu dialtar tersebut.


Yin He mendapatkan 2 teknik rahasia yang sampai saat ini belum didapatkan oleh siapapun sebelumnya, yaitu Teknik Pembalik Fikiran.


Teknik ini dapat mengatur ulang waktu dan membalikan pikiran berserta seranganya kearah musuhnya.


Saat Yin He dengab kekuatan dan kesadaran terbatas, mencoba menggunakan teknik tersebut dan berhasil.


Sehingga semuanya berhenti dan juga membalikan serangan teknik lawan, akan tetapi teknik mempunyai resiko yang besar, jika kita tidak berhasil mengusai fikiran lawan, maka kita akan termakan teknik ini dan akan menjadi gila, seperti yang terjadi pada tetua wisma giok sebelum dipegang oleh tetua Tuoli.


Yin He mengangkat tanganya, dan yang terdengar adalah jeritan kesakitan dari Tetua Tio.


"Ini untuk ibu dan kakekku Xue Zhao yang kau bunuh." Mata tetua Tio melotot mendengar nama Xue Zhao, berarti benar yang dibicarakan oleh para pendekar aliansi hitam, bahwa anak naga yang sekarang di hadapanya telah muncul.


"Hahahahaha." sambil menahan kesakitan, Tio Sam Long masih bisa tertawa.

__ADS_1


"Kau boleh membunuhku nak sialan, tapi yang pasti, sang penguasa kegelapan akan mencari dan membunuhmu."


Seketika tubuh tetui Tio hancur. Yin He masih belum bisa mencerna dan tidak mengerti yang di maksud dengan penguasai kegelapan


__ADS_2