
Yin He terkejut manakala dari dalam tubuhnya muncul seberkas sinar dan membentuk sosok yang sangat dia kenal, sosok itu adalah dirinya sendiri.
"Apa! untuk ujian dari jurus segel kematian adalah aku harus mengalahkanya." Yin He memperhatikan sosok yang mirip dengan dirinya, tidak ada hawa aura iblis yang dipancarkan, malah aura naga yang dipancatkan lebih kuat dari pada aura yang dikeluarkan oleh Yin He.
Pandangan dan pancaran matanya tajam akan tetapi tidak ada pancaran seorang pembunuh, tiba sosok yang mirip dirinya melesat dan menghantap tubuh Yin He dengab pukulan petir alam. Yin He tidak menyangka pukulan tersebut sangat dahsyat, terlebih dengan kecepatan yang mencengangkan, hal ini membuat tubuh Yin He terpental dan darah segar keluar dari mulutnya.
"Sial, dengan mata setenang itu, sosok yang mirip denganku dapat mempunyai kekuatan sekuat itu, aku tertipu dengan ketenaganya, benar benar sial." Gumam Yin He dalam hatinya.
Yin He segera bangkit dengan aura naganya dia menekan sosok yang mirip dengan, Yin He mencoba belajar apa yang dilakukan sosok yang mirip dirinya, yaitu "Tenang".
Dengan ketenangan yang dilakukan, Yin He menemui adanya emosi yang stabil dalam bertarung, walaupun tidak bisa mengukur kekuatan lawan bahkan kemungkinan kekuatan lawan bisa lebih besar.
"Jadi ini yang terjadi, dengan kondisi tenang aliran hawa murni dan juga tenaga dalam murni akan sangat melimpah, dengan melimpahnya hawa murni dan tenaga dalam murni maka kondisi tubuh dan kekuatan spirit kekuatanya akan lebih stabil, bahkan lebih meningkat 100 persen kekuatanya dari pada menggunakan kekuatan tenaga dalam spirit." Yin He terus menyerang sosok yang mirip denganya.
Berulang kali Yin He harus menekan rasa marah dan emosi yang lainya agar dia tetap tenang dalam bertarung dengan sosok yang mirip denganya.
Setelah beberapa saat, akhirnya Yin He dapat menyarangkan pukulanya kepada sosok yanh sangat mirip denganya. sosok tersebut terjungkal akibat pukulan Yin He.
Akan tetapi, diluar perkiraan Yin He sosok tersebut mampu mengusai teknik perpindahan dimensi sehingga dalam sekejab dan tanpa pengetahuan Yin He sosok tersebut telah berada dibelakanh Yin He, dan memberikan sabetan pedang segel kematian.
__ADS_1
Tubuh Yin He terpental jauh dan menghantam bebatuan dan tanah disekitarnya, tubuhnya mengalami kesakitan yang sangat parah, semuanya terasa panas, Yin He tidak bisa bernafas lagi, dadanya seperti mau pecah matanya terbelalak.
Yin He sudah diujung keputusasaanya, akan tetapi saat dia kembali melihat wajah yang tenang dari sosok yang sangat mirip dengan membuat dirinya seperti ditampar, dengan sadar bahwa sosok dalam dirinya adalah penjelmaan dari kitab pedang langit, sosok tersebut samar samar memudar dan menghilang.
Sejak menghilangnya sosok yang mirip dengan Yin he maka rasa sakit yang mendera tubuh Yin He menghilang secara perlahan, hal ini membuat Yin He menyesal karena terlalu meremehkan sosok yang mirip denganya.
Yin He kemudian mencoba untuk mencoba mempelajari jurus selanjutnya yaitu segel langit, akan tetapi ingatan tentang jurus tersebut tidak terlintas dalam otak Yin He, semakin dia menciba mengingat maka semakin sakit yang Yin He rasakan.
"Ada apa ini, mengapa aku tidak ingat sama sekali dengan jurus kedua." Kemudian Yin He juga mencoba mengingat jurus yang ketiga, hal yang terjadi pun sama seperti saat dia mengingat jurus yang kedua.
Akan tetapi saat Yin He akan mengulang jurus segel kematian, ingatannya langsung membiaskan gerakan gerakan jurus pedang segel kematian tersebut.
"Sepertinya aku harus mengulang jurus pedang segel kematian lagi, aku harus bisa mengalahkan penjaga dari kitab pusaka pedang langit." Ujar Yin He dalam hatinya.
Sementara itu, kakek Huang memberikan pelatihan kuda kuda dasar untuk pembetukan tulang Jingmi, ditambah dengan sumber daya dari Yin He membuat proses pembentukan tulang Jingmi berkembang pesat, tidak sampai satu bulan tulang Jingmi sudah mengalami perkembangan yang sangat cepat.
"He er memang anak yang jenius, dia mampu memberikan dosis yang tepat untuk pelatihan Jingmi, walaupun dia tidak tahu bentuk pelatihan yang nantinya aku berikan kepada Jingmi."
Jingmi termasuk jenius karena kuda kuda dasar lun mampu dilahab dengab sempurna dan cepat, membuat kakek Huang sangat kagum dengan perkembangan Jingmi.
__ADS_1
Ditambah kekuatan dari tubuh dewi racun, membuat tekanan kuda kudanya benar benar kuat, Kakek Huang juga memberikan dasar langkah oedang sebelum nantinya dia akan mempelajari jurus pedang phoenix biru.
Sedangkan ketiga Xiao bersaudara sedang melatih masing masing kitab dan gulungan yang diberikan oleh Yin He.
Akan tetapi gerakan mereka terusik oleh beberapa bayangan yang mencoba menyerang mereka, dan benar juga sekumpulan beberapa orang dengan topeng merah berwajah iblis, dan pakain meraka kenakan adalah jubah dengan tudung yang berwarna serba hitam.
Mereka berenam adalah pendekar pedang dan mereka langsung menyerang ketiga Xiao bersaudara, " Ayo bertaruh siapa yang membantai mereka lebih banyak dan
lebih cepat." Ujar Xiao Yan kepada kedua adik adiknya.
Dengan cepat Xiao Yan melayangkan jurus pedang amukan badai, dengan dikombinasikan dengan jurus seribu bayangan, dalam 5 jurus kepala 2 orang yang bertopeng merah dapat dia pisahkan.
Xiao Zhao pun tak mau ketinggalan, dengan beberapa kali bertugas jurus, Xiao Zhao pun menyelesaikan taruhanya lebih cepat dari pada sang kakak pertamanya Xiao Yan.
Sedangkan Xiao Zhuang dengan mencabut pedangnya dengan sekali sabetan tubuh mereka telah terbelah.
"Kita harus segera memberitahukan hal ini kepada kakek guru." Ujar Xiao Yan. sepertinya mereka adalah mata mata, lihat lencana tersebut, Xiao Yan segera mengambil lencana yang ada pada mayat yang tak bernyawa tersebut.
Sampai ditempat tinggal gubuk kakej huanh , Xiao Yan segerabra menceritakan semuanya kepada kakek Huang.
__ADS_1
Dan kakek terkejut dan memerintahkan semuanya bergegas meninggalkan tempat itu.
"Ada apa Xiao Yan kenapa kau pucat sekali? tanya kakek Huang