LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Gerbang Jiwa _ Menuju Pedang Langit Bag.02


__ADS_3

Fajar menunjukan sinarnya, para gadis pelayan istana tersebut tertidur sangat nyenyak, hingga Jingmi tidak berani untuk membangunkanya, Yin He telah memperoleh keaadaaan istana terlarang saat ini, dan juga kondisi didalam kuil langit yang berada di dalam istana terlarang.


Yi He sudah mengetahui beberapa hal yang berada di Kuil Langit, didepan kuil tersebut, terdapat dinding dengan ukiran sembilan naga dan juga ada batu langit, dimana kalau kita bertepuk tangan diatasnya, maka akan ada pantulan suara yang dihasilkan, dalam pengamatan Yin He, Bangunan pagoda berbentuk lingkaran dengan warna dasar emas dan merah menambah keagungan dari kuil tersebut, genting berwarna biru melambang langit menambah keindahan dari kuil langit tersebut, gambaran lorong lorong teraman untuk masuk kedalam kuil langit telah didapatkan oleh Yin He, akan tetapi sepertinya kuil langit dijaga oleh sebuah firmasi spiritual yuan yang sangat kuat, hanya dengan membaca kunci yuan baru bisa membukanya.


Sebelum melanjutkan perjalanan, Yin He meminta Kalden dan Jetsan untuk datang ke perbatasan Ming dan Tibet, hal ini dilakukan oleh Yin He menggunakan spirit dari pedang bintang dan pedang halilintar, kemampuan Kalden dan Jetsan dalam teleportasi sangat dibutuhkan oleh Yin He, Walaupun Yin He punya kemampuan teleportasi tapi dia tidak bisa membawa kesemuanya untuk berpindah tempat, hal inilah yang membuat dia membutubkan Kalden dan jetsan untuk membantunya, tak lama setelah Yin He mengabari Kladen dan Jetsan melalui spirit pedang bintang dan pedang halilintar kedua pemuda tersebut sudah hadir ditempat Yin He beristirhat.


"Maafkan kami tuan, apa yang bisa kami bantu? ujar Jetsan sambil membungkuk hormat kepada Yin He, tak lama kemudian Kaldennjuga sudah sampai ditempat tersebut dan langsung memberi salam kepada Yin He.


"Kalian berdua, aku minta bantuan kalian, untuk Jetsan, tolong kalian bawa para gadis pelayan istana terlarang ini ke gerbang selatan, dan tolong jaga keselamatan mereka, kalau mereka mau jadi pelayan di gerbamg selatan tolong diterima, kalau mereka ingin mencari pekerjaan lain, pastikan keselamatan mereka." Yin He menjelaskan apa yang telah terjadi kepada para pelayan ini, hal ini mengejutkan Jetsan, tapi dia mengerti karena kaisar ming tidak akan menyerang kerajaan tibet, dan juga kemungkinan mereka mencari di gerbang selatan juga hal yang tidak mungkin karena jarak yang sangat jauh.


Yin He segera memerintahkan para gadis tersebut untuk bersiap siap untuk ke gerbang selatan bersama jetsan, semua gadis menunduk dan menyetujui usul Yin He demi keselamatan mereka sendiri, setelah persiapan mereka selesai dengan cepat Jetsan membawa mereka dengan teleportasi.


Yin He sekarang menjelaskan kepada Kalden tugas apa yang akan dibetika ya kepada pemuda tersebut, "Aku akan pergi menuju istana terlarang disana ada kuil langit, bawa aku menuju kuil langit, setelah itu kalian kembali kesini lagi dan tunggu informasi dariku untuk menjemputku." Ujar Yin He.


"Baik tuan, akan tetapi kita tidak bisa kesana, karena saya tidak pernah kesana, kecuali ada orang yang memanggil kita kesana, kita bisa menggunakan titik keberadaanya disana agar kita bisa sampai ke lokasi dengan benar." Ujar Kalden menjelaskan cara teleportasinya.


Yin He tersenyum, apa yang dikatakan Kalden sepenuhnya benar, tanpa mengetahui titik lokasi tujuan, maka tidak mudah perjalanan. menggunakan teleportasi dapat dilakukan, karena bisa bisa akan terjadi kesalahan titik lokasi tujuan. " Tenang Kalden, aku sudah mengetahui titiknya, kau bisa mengandalkan aku, Owh ya untuk kalian berlima, nantinya kalian akan menemukan beberapa yaitu tembok sembilan naga, disana ada 9 naga yang terkurung dalam formasi yuan, jika masing masing kalian bisa membuka formasi yuan dengan hawa murni kalian berarti naga tersebut cocok dengan kalian, akan tetapi jika tidak cocok, kalian jangan berkecil hati karena ada dua buah batu kembar, batu itu bukanlah batu sembarangan karena batu itu adalah batu langit, aku juga belum tahu kekuatan spirit apa yang tergandung dalam batu tersebut, nanti semoga di antara kalian berjodoh dengan naga atau batu tersebut."


"Kita disana tidak punya waktu yang banyak, aku juga harus segera masuk pagoda dalam kuil tersebut, karena aku yakin gerbang jiwa didalam pagoda kuil langit tersebut." semuanya mengangguk ada sesuatu yang bergelora dan semangat yang menyala saat Yin He menceritakan tentang bebrapa spirit yang jika mereka berjodoh dengan spirit tersebut maka mereka akan mengalami peningkatan yang sangat pesat.

__ADS_1


"Kak, semuanya sudah siap, ayo kita segera berangkat." Ujar Xiao Zhuang kepada Yin He dan yang lainya.


"Tunggu, kita akan menunggu Jetsan dan keempat teman kalian." Kalden , Jingmi dan ketiga Xiao bersaudara saling padang, kalau Jetsan mereka sudah tahu, akan tetapi yang lainya siapa yang mereka tunggu.


Tidak lama Jetsan datang dengan muka yang penuh dengan tanda tanya, karena setelah dia sampai di paviliun gerbang selatan, Yin He memberi kabar untuk dia kembali, selang tidak beberapa lama, mereka dikejutkan oleh seekor naga merah yang terbang diatas mereka, semuanya bersiap kecuali Yin He, dia hanya tersenyum dan sepertinya Yin He menantikan kehadiran naga tersebut.


Naga tersebut terus berputar dan kemudian menyemburkan api birunya keenam anak muda disamping Yin He sudah bersiap siap untuk menyerang, akan tetapi diurungkan karena melihat Yin He yang tersenyum terpingkal pingkal melihat apa yang dilakukan kalden, Jetsan, Jingmi dan Ketiga Xiao bersaudara, Keenamnya semakin heran dengan tingkah Yin He.


Akhirnya semua keheranan mereka terjawab saat ada empat orang turun dari naga tersebut, dan Yin He bersorak gembira menyambut mereka, "Paman Bing, Hanzu, Yanzu dan kau Ryuza, gimana kabar kalian." Tapi Yin He terkejut dengan sikap paman dan ketiga Wei bersaudara, saat mereka membukuk dan memberi salam kepada Yin He, "Hormat kami Tetua He." Salam mereka membuat semua tau siapa Yin He sebenarnya, walaupun ketiga Xiao bersaudara sudah tahu kedudukan Yin He saat ada paman Han Bing, tapi hal itu masih belum sepenuhnya dipercaya oleh ketiga Xiao bersaudara, akan tetapi beda ceritanya bagi Jingmi, Jetsan dan Kalden.


"Paman dan juga kalian (sambil menujuk ketiga Wei bersaudara), jangan formal begitu, aku harap kalian kalian bersikap biasa, terutama kau paman Bing." Han Bing hanya tertawa dan memeluk Yin He, sedangkan ketiga Wei membungkuk hormat "Salam Guru." dan Yin He hanya mengangguk.


Setelah semuanya saling mengenal, Yin He memberitahukan kenapa mereka mengundang mereka kesini, Yin He menceritakan kan tentang batu langit dan juga dinding naga yang berada di kuil langit kerajaan Ming dan tentang gerbang jiwa yang berada di kuil langit.


"Sekarang waktunya kita berangkat, karena saat ini adalah saat istana terlarang benar benar terpusat pada masalah para selir yang melakukan rencana pembunuhan kepada kaisar." Yin He memintan Kalden dan Jetsan untuk membawa meraka semua kedalam istana terlarang.


Sesudah Kalden dan Jetsan menggunakan teleportasi mereka, sebuah lingkaran cahata merah berputar membentuk sebuah portal yang akan mengantarkan mereka ketempat dimana kuil langit berada.


setelah beberapa saat mereka telah sampai dipelataran sebuah bangunan yang sangat besar, tempat yang sangat besar dan megah diistana terlarah, bahkan bangunan istana terlarang tidak ada yang sebesar dari pada kuil langit itu sendiri.

__ADS_1


Saat Mereka akan melangkah masuk semuanya terpental kecuali Yin He, Sejak api suci menyatu dengan tubuh dan spiritnya Yib He tidak terpengaruh dengan formasi yuan atau spiritualis, sehingga tubuhya bisa menembus pertahanan dari formasi yuan yang dibuat untuk melindungi kuil langit.


Yin He pun mengangdeng tangan Han Bing dan Ha Bing mengandeng ketiga wei dan semuanya bergandengan dan melangkah masuk bersama sama, hal ini mengejutkan semuanya, hanya dengan menyentuh dan dialiirkan energi Yin He, sehingga mereka bisa masuk ke dalam area kuil langit.


Dan saat mereka berada dalam area kuil langit, mereka terperangah melihat apa yang ada didepanya, sebuah tebing yang sangat tinggi menyerupai dinding tinggi dan panjang, disana terukir ukiran sembilan naga, "sekarang gunakan hawa murni kalian, dan coba cocokan hawa murni kalian, semoga ada yang cocok dengan kalian." Semuanya segera mengalirkan hawa murninya kecuali Hanbing, karena Han Bing sudah punya naga merah.


Mereka melesat kearah tebing yang terukir naga naga tersebut, Jingmi mendekati sebuah naga paling ujung, dan benar saja, setelah menempelkan hawa murninya kearah naga tersebut, sebuah sinar dari telapak tangan Jingmi mengalir kearah ukiran tubub naga tersebut dan setelah itu dia merasakan adanya suatu energi yang dia rasakan..dan guncangan pun terjadi, ukiran tersebut mengelupas dan munculah sesosok naga berwarna keperakan, dan hal yang terjadi kepada yang lainya.


Raungan sembilan naga pun menggema diarea kuil langit, Yin He pun tersenyum tapi tidak dengan Han Bing, karena sembilan naga wujudnya sangat mengerikan dan tak kalah ganas dari naga merah punya Han Bing, semuanya berwrna hitam keperakan, yang membedakan hanya pola tanduk mereka yang beraneka bentuk.


Naga merah milik Han Bing segera berubah wujud dan menjadi besar setelah itu sepuluh naga tersebut meraung bersamaan, raungan para naga tersebut menggetarkan seisi istana terlarang.


Yin He segara terbang kearah para naga terswbut, dengan mengeluarkan aura naga yang dimilikinya, membuat semua naga disana terkejut, kepala meraka menunduk seperti memberi hotmat, Yin He berbica dalam bahasa naga, bahasa yang hanya dimergerti oleh para Clan Naga.


Memerintahkan naga naga tersebut berubah bentuk atau masuk masuk kedalam tubuh masing masing tuannya, kecuali naga Hanbing yang langsung berubah ukuran dan melingkar di leher Han Bing, Yin He sendiri langsung membuat ukiran naga di dinding tersebut agar tidak menaruh kecurigaan.


Sedangkan Yin He segera meminta Han Bing meletakan tangan dan mengalirkan hawa murninya di batu langit tersebut, beberapa saat kemudia aura yang sangat kuat muncul dan berwujud Vajra, yaitu senjata yang bisa mengeluarkan guntur dan halilintar yang sangat kuat.


"Cepat kalian keluar, dan pergi dari sini, karena raungan sang naga membuat para prajurit dan juga para biksu akan masuk ke area kuil langit." Dengan segera mereka bergandengan tangan dan Yin He segera menggandeng tangan Han Bing agar mereka bisa keluar dari istana terlarang.

__ADS_1


Setelah mereka keluar, Yin He segera masuk kedalam pagoda kuil langit, saat berada dalam pagoda Yin He terkejut dengan ornamen yang sangat indah di pagoda tersebut.


__ADS_2