
Han Bing bangun lebih pagi dari biasanya, dia memeriksa sekitar penginapan kemudian dilanjut dengan jalan jalan diseputaran taman lembah kesunyian, "Tidak ada tanda tanda kejadian aneh disini." Bathin Han Bing, akan tetapi Yin He terkejut dengan kerumunan orang - orang yang berjaga di sekitar kolam ditengah taman.
Han Bing berjalan dan melihat beberapa anggota dari sekte mutiara hitam mengelilingi kolam tersebut, Han Bing kemudian bertanya dengan salah satu anggota tentang apa yang terjadi. Han Bing terkejut saat mendengar tentang mutiara hitam lembah kesunyian. mutiara tersebut kini memancarkan sinar yang benderang, membuat beberapa penduduk datang untuk melihatnya, hal ini dikaitkan dengan dewi air penunggu air terjun itu.
Energi dari mutiara tiruan yang buat Yin He adalah energi pemanggil petir alam, membuat terjadi hujan lokal hanya di kolam tengah taman tersebut, membuat semua datang untuk melihat.
Tetua Wang yang datang sendiri untuk kebenaran tentang mutiara hitam yang memancarkan cahaya dan membuat hujan di area kolam taman lembah kesunyian.
__ADS_1
Alangkah terkejutnya tetua Wang dengan apa yang terjadi, ketika hendak akan di ambil, ada kilatan petir yang tiba tiba menyambar tangan Tetua Wang, hal ini membuat tetua Wang memerintahkan untuk menjaga area mutiara hitam tersebut.
Han Bing segera kembali ke penginapan dan mencari Yin He, "Biasanya He'er bangun lebih pagi, kenapa sedari tadi aku mencarinya tadi tidak bertemu, tidak mungkin dia masih tidur." Bathin Han Bing.
Han Bing mengetuk pintu kamar Yin He. "He'er..kau masih tidur?" tiba tiba pintu kamar Yin He terbuka, "Ada apa paman, aku masih mengantuk." Han Bing kemudian menceritakan apa yang terjadi dengan mutiara hitam yang ada di kolam taman lembah kesunyian. "Bukanya itu memang mutiara pusaka lembah ini yang mempunyai energi ya paman? terus anehnya dimana paman?" Han Bing hanya menggaruk kepala, harusnya memang tidak ada yang aneh.
Turnamen Empat Elemen masih berlanjut, sekarang adalah saat mencari 2 terbaik dari masing masing elemen, Giliran dari Hanzu melewan gadis dari bambu hitam, Hanzu naik ke arena bertarung dan memberi salam kepada seluruh penonton, sedangkan gadis dari bambu hitam tersebut hanya tersenyum sinis melihat Hanzu yang memberi salam, setelah salam selesai, gadis dari bambu hitam langsung menghadiai Hanzu tendangan petir yang dengan tenang ditangkis oleh Hanzu dengan tangan yang sudah berubah menjadi bara lava yang sangat panas. kaki gadis bambu hitam tersebut di cengkram dan alirkan hawa panas dari tangana Hanzu.
__ADS_1
Qiayu segera melempar cincin cincin api kepada Hanzu, Hanzu hanya berkelit agar cincin api tersebut tidak sampai menyambar wajah dan tubuhnya.
Beberapa kali Hanzu hanya bertahan, kali ini dia membuka kuda kuda untuk menyerang Qiayu. Hanzu membuat ribuan bola bola api petir, mengelilingi tubuhnya.
Hanzu menyerang Qiayu dengan ribuan bola api petir tersebut, qiayu hanya bisa menghindar dengan sesekali membalas serangan. Akan tetapi serangan balasan dati qiayu seakan akan ada artinya. setiap kali beradu jurus maka qiayu akan mendapatkan banyak pukulan telak dari Hanzu.
Kini posisi qiayu sangatlah terpojok, beberapa serangan yang dilancarkanya tidak bisa menembus pertahanan Hanzu.
__ADS_1
Segera Hanzu melempar ribuan bola api petir ke arah Qiayu, akan tetapi Wang Ziu sebagai sebagai wasit segera menghentikan Hanzu dan Hanzu dinyatakan sebagai pemenang, akan tetapi seorang pemuda dari bambu hitam melesat dan menghantam Hanzu, Y
Hanzu yang dalam posisi tidak siap hanya bisa menahan serangan tersebut dengan menyilangkan kedua tangan.