
Sesuai yang dikatakan oleh tetua Tuoli tentang hari dimana Jian Lie akan diadili, Tidak banyak yang tahu, pengadilan yang seperti apa yang akan diadakan oleh tetua Tuoli, yang pasti Aula Wisma utama dipenuhi para anggota yang ingin menyaksikan jalanya persidangan.
Para tetua telah hadir, Wisma utama sangat ramai dipenuhi orang yang ingin hadir mrlihat proses pemberian keadilan kepada tetua lembah es Jian Lie, semua terdiam manakala Jian Lie bersama Wei Ryuza memasuki aula wisma utama, semua orang berbisik, terutama tentang kecantikan dari Jian Lie.
Tetua Tuoli memulai persidangan terkait dengan Jian Lie, semua terdiam mendengarkan kata kata dari tetua Tuoli, dengaj kata yang tegas Tuoli menekankan bahwa semua berhak atas sebuah maaf, hanya itu yang bisa memutuskan sebuah dendam, dan setelah itu giliran Jian Lie menceritakan semua kehidupanya, sampai dengan kematian putrinya yang sepertinya disengaja oleh keluarga suaminya, Xuan Yuan, tercekat dia tidak bisa berkata apa apa lagi, dulu sewaktu putri Jian Lie terbunuh, dia masih sangat polos dan ibunya membalikan fakta atas kematian keponakanya, setelah dia mendengar sendiri atas kemarian keponakanua, air matanya tak terasa mengalir membasahi pipinya, penyesalan yang sangat kuat kini menyeruak dihatinya, sekarang dia sangat mengerti kenapa Jian Lie sampai sampai bunuh diri, karena tidak tahan dengan kelakuan yang diberikan oleh keluarganya.
Semua terdiam, kemudian seorang anggota bertanya kepada Tuoli dan Jian Lie, terkait pembunuhan keji yang dilakukan olehnya kepada keluarga Xuan, pembunuhan para pendekar pendekar yang tidak bersalah, dan juga pembantaian warga di kota Louzheng kemarin.
Jian Lie menunduk, bibirnya bergetar, tapi dia terus menguatkan dirinya agar tetap bisa menceritakan tentang semua pembuhan yang dilakukanya, terkait dengan pembunuhan suami dan seluruh keluarga Xuan, untuk suaminya dia memang bersalah, akan tetapi untuk seluruh keluarga Xuan dia murni hanya bilang mempertahakan diri, hanya ada 3 pengawal dan empat leluarga inti yang dia bunuh, tapi semua menuduhnya bahwa terkait pembunuhan semua pengawal pelayan dan keluarga Xuan ."Aku tidak membunuh mereka semua, seperti yang orang orang beritakan, jika ada yang membantai setelah aku, aku tidak tahu, karena keluar Xuan sendiri juga banyak yang tidak suka." Ujar Jian Lie sambil menahan tangis.
"Dan untuk pendekar yang aku bunuh, mereka adalah para pendekar yang tidak punya hati, para pendekar yang melakukan pelecehan kepada anak anak dan perempuan, tidak hanya pendekar dari aliran hitam saja, akan tetapi aliran putih dan netral juga banyak sekali yang ********." Semua terdiam dan tertunduk, Tuoli juga teringat masa lalunya, yang bisa dikatakan brengsek. Tidak ada satupun yang berbicara.
"Aku memang dendam dengan Tuan Han Bing dari Wisma Giok, tapi itu semata mata pengaruh dari jurus pengendali darah yang aku pelajari, beberapa hari kemarin aku berdiskusi dengan Wey Ryuza, dia yang memberikan pencerahan pemahaman yang selama ini aku tidak mengerti, dan beberapa hari ini aku mecoba menata ulang semuanya dan berhasil, kalian jangan takut. WeI Ryuza masih menyegel kekuatanku, dan itu juga atas permintaanku sendiri." Semua tetua manggut manggut memahami atas segala yang diceritakan oleh Jian Lie.
Semua masih terdiam, dan mulai bergemuruh kembali saat tetua Tuoli berbicara terkait dengan keputusan keadilan apa yang akan diambil, semua terdiam.
__ADS_1
"Aku memutuskan untuK Jian Lie dia akan menerima hukuman." Tapi kata kata Tuoli berhenti manakala Xuan Yuan berdiri.
"Tetua maafkan saya, jika saya lancang memotong keputusan yang akan tetua jatuhkan kepada kakak Jian Lie, bagaimanapun dia adalah kakak ipar saya, dan saya paham mengapa dia sangat dendam kepada kakak dan keluargan Xuan, dahulu saya masih sangat kecil dan polos, saya baru ingat setelah kakak Jian Lie bercerita semua, yang merencanakan pembunuhan terhadap keponakan saya adalah istri kedua kakak saya yang di dukung oleh ayah, ibu , kedua kakak saya, saya dan adik saya masih kecil tidak mengerti maksud mereka apa. Jadi saya mohon maafkan kakak saya Jian Lie tetua. Xuan Yuan menatap ke arah Jian Lie dan memohon maaf atas semuanya.
Semua orang hening terdiam, tidak ada satupun yang berbicara. kemudian tetua Tuoli pun menatap Xuan Yuan dan menganguk, keputusan tetap diambil dan tetua memutuskan agar jurus dan tenaga dalam Jian Lie disegel sampai waktu yang belum ditentukan, dan untuk menjaga keselamatanya, Jian Lie akan tetap tinggal di Wisma Giok sampai dengan adanya keputusan baru." Keputusan tetua Tuoli sangat bijak tidak ada yang menyanggahnya, bahkan Jian Lie pun terharu mendengarnya, dia bisa melakukan kehidupan baru yang lebih baik, mungkin dia akan tetap berlatih ilmu beladiri fisik, walau tanpa tenaga dalam dan elemen, setidaknya dia bisa menjaga dirinya sendiri dari binatang buas atau lelaki iseng.
Wei Ryuza sangat senang dengan keputusan tersebut, berarti apa yang diusahakan dirinya tidaklah sia sia. Sekarang semua tugasnya sudah dilakukan tinggal satu tugas lagi yaitu mengumpulkan semua aliansi sekte putih dan netral untuk meminta dukungan terkait dengan kebangkitan dari sang pangeran kegelapan, setelah itu WeI Ryuza dan Wei Hanzu akan segera kembali ke Yin He untuk berlatih dan menyusun kekuatan.
Setelah semua berita telah disebarkan ke penjuru kekaisaran Tang, dan meminta para tetua hadir atau mengirimkan utusanya untuk mewakili, karena kedaan yang sangat urgent, dan hal ini bersifat rahasia, hanya mereka yang membawa undangan yang akan bisa masuk kedalam lokasi pertemuan tersebut, Wei Ryuza yang belajar Formasi Yuan dari Xiao Zhuang memberikan Formasi Yuan di undanganya dan juga cara penggunaanya, sehingga para tetua atau utusan sekte akan bisa langsung hadir tanpa melakukan perjalanan yang melelahkan, karena formasi yuan ruang dan waktu yang akan membawa mereka datang dan juga kembali.
Pada hari yang ditentukan, semua tetua dan Wei Ryuza serta Wei Hanzu berkumpul di lokasi yang di tentukan, yaitu hutan larangan sebelum masuk ke lokasi Sekte Wisma Giok, setelah beberapa saat hampir 500 orang dari berbagai sekte aliansi aliran putih, hampir semuanya datang karena penasaran dengan formasi yuan, dalam elemen, yang yang mempunyai kekuatan dua elemen yang bisa membentuk ruang dan waktu, tapi dengan Formasi Yuan semua bisa menggunakanya asal mengerti formasinya.
Tetua Tuoli langsung membuka pertemuan aliansi aliran putih dan netral untuk membahas terkait dengan kebangkitan dari pangeran kegelapan, awalnya banyak yang mengira pangeran kegelapan adalah sebuah legenda, dan juga anak naga serta pedang langit, betapa terkejutnya mereka sekarang bahwa Yin He telah mendapatkan pedang langit, hal ini juga menyulut beberapa spekulasi negatif dari beberapa sekte yang lain, ada yang percaya dan mendukung ada juga yang masih menganggap ini adalah permainan politik dari Lembah Wisma Giok, kebanyakan yang berbicara tentang hal tersebut adalah para sekte netral.
Akan tetapi hal itu bukan menjadi masalah bagi tetua Tuoli, "Akibat dari serangan Iblis kalian akan tanggung sendiri, kita tidak akan mengirimkan bantuan apapun jika serangan terjadi." Semua terdiam, sebenarnya tidak salahnya mereka bergabung hanya rasa gengsi yang terlalu besar, dalam hati para tetua sekte netral mengakui kekuatan dan kehebatan Wisma Giok.
__ADS_1
Akhir dari hasil keputusan tersebut adalah mereka semua bersatu untuk memberantas kekuatan iblis hitam, sebelum tetua Tetua Tuoli mengakhiri, undangan dari tetua Kuil Perak Mao Zheng bergetar dan berdesing, hal ini membuat semua orang terkejut, Wei Ryuza yang menyadari bahwa ada serangan yang akan mengancam di Kuil Perak, "Maaf tetua Mao Zheng, itu adalah kabar dari beberapa titik yang saya buat untuk mendeteksi keberadaan iblis." Semua nya terperanjat, jadi secepat ini penyerangan iblis terjadi.
Tetua Tuoli meminta semua tetua tenang, mereka mengharapkan bala bantuan dari semua sekte, dan mereka pun menyetujuinya. Wei Ryuza langsung membuatkan formasi agar mereka bisa kembali ke masing masing sekte dan mengirimkan bala bantuanya ke Kuil Perak.
" Tetua, maafkan kelancangan hamba, apakah ada sesuatu yang tersegel di Kuil Perak, sampai para iblis datang kesana?" Tetua Mao Zheng pun terdiam, dia sepertinya mengingat ingat sesuatu dan dengan muka sedikit cemas dia mengatakan "Mutiara Iblis, pasti mutiara iblis yang mereka inginkan, mutiara itu mengandung kekuatan iblis, sehingga para leluhur menyegelnyanya dalam gengngaman patung budha." Ujar Mao Zheng.
"Kita tidak ada waktu lagi secepatknya kembali ke sekte dan persiapakan pasukan dan kita bantu adalah kuil perak." Ujar tetua Tuoli dan semua bergerak pulang untuk mempersiapkan masing masing anggota untuk berperang melawan para iblis.
"Tetua mohon ijinkan saya dan Wei Ryuza untuk ikut bertempur melawan iblis tersebut." UjaR Wei Hanzu dan juga Wei Ryuza meminta permohonan dari Jian Lie untuk ikut membantu, kekuatan Jian Lie sangat besar jadi pasti sangat dibutuhkan, dan Wei Ryuza memohon dan meyakinkan para tetua.
Tetua Tuoli hanya terdiam, Tuoli hanya bisa menghela nafas dan melihat para tetua yang lain, semuanya saling pandang dan akhirnya tetua Tuoli memberikan ijin agar Jian Lie diajak pergi.
Wei Ryuza memberitahukan hal tersebut kepada Jian Lie, dan Jian Lie sangat senang mendengar hal tersebut, dengan cepat dia membuka segel kekuatanya, Jian Lie pun tersenyum dan mengucapkan terima kasih.
"Bibi kita jalan sekarang, nanti ada paman Xuan Yuan juga yang akan bergabung." Ujar Wei Hanzu kepada Jian Lie, dan Jian Lie hanya mengangguk dan mengikuti Wei Hanzu dari belakang.
__ADS_1
Setelah itu sekitar ada 100 anggota dari Wisma Giok yang berangkat ke kuil perak, dan setelah mereka masuk kedalam gerbang portal dan dalam waktu sekejab mata mereka telah sampai di lokasi Kuil Perak, terjadi pertempuran hebat antara golongan iblis yang menginginkan mutiara iblis. para iblis yang turun kebanyakan dari siluman dan beberapa dari sekte hitam, sedangkan anggota Kuil Perak sudah terpukul mundur karena kalah jumlah.
Jian Lie melesat dan langsung mengalirkan hawa dingin yang langsung membekukan para musuh musuhnya.