
Pembukaan turnamen akan dilakukan pagi ini, Sekte Mutiara Hitam membuat arena pertandingan yang sangat luas, pada area penonon, tempat duduk di buat melingkari semua sisi arena pertandingan.
Penonton pun dibagi menjadi empat area, pada samping kanan adalah tempat duduk para sekte yang ikut serta dalam turnamen tersebut, samping kiri adalah para peserta dan tamu undangan, pedagang dan para bangsawan dan tamu kekaisaran.
Untuk tempat duduk belakang antara kanan dan samping adalah penonton dari para penduduk dan juga pendekar yang tidak terikat oleh sekte atau aliran apapun, dan panggung yang ujung depan adalah berisikan para juri dan juga para tetua pesilat tangguh lainya.
Acara akan segera dimulai, suasana yang awalnya hening menjadi agak sedikit bising, dengan beberapa orang yang saling bertanya dan saling pandang, Ya ! pandangan mereka terpusat saat perwakilan para tetua memasuki bangku yang telah disediakan.
Semua menatap Yin He, seorang pemuda 15 tahun, menjadi Tetua dari Sekte Wisma Giok, Sekte terbesar dan disegani di kalangan sekte aliansi aliran putih. Banyak yang menatap penuh kekaguman dan banyak juga yang meragukan kemampuanya. karena dengan menjadi murid paling Jenius pun, minimal diusia 18 tahun baru bisa menjadi seorang tetua.
Yin He yang sada dirinya menjadi object pembicaraan diantara para mendekar dan peserta turnamen, disaat akan berbalik dan duduk menghadap penonton dan peserta turnamen, Yin He sengaja mengeluarkan aura raja, semua terdiam saat menatap wajah Yin He ada kharisma yang kuat terpancar dari wajah Yin He yang tampan, Kharisma yang keluar dari pancaran aura Yin He membuat orang seperti melihat sosok pangeran yang sangat disegani.
__ADS_1
**Flash Back**
"Paman nanti kita cari tempat duduk paling belakang biar lebih enak mengawasi jalananya turnamen." Yin He dan Han Bing berjalan memasuki area pertandingan. "He'er aku akan registrasi ulang dulu, kamu tunggu disini." Baiklah Paman ujar Yin He.
Han Bing segera menuju tempat registrasi ulang dengan tiga Wei bersaudara, setelah mereka mendapatkan masing masing nomer peserta dan juga Han Bing mendapatkan nomer duduk, petugas dari sekte Anggota Mutiara Hitam itu memberikan tanda pengenal khusus, "Ini untuk tetua kalian." Ujar petugas tersebut.
Han Bing dan tiga Wei kembali ketempat Yin He yang menunggu tidak jauh dari mereka registrasi ulang. "He'er ini untuk kamu, kita tidak bisa duduk berdua, karena untuk tetua, sudah diberikan tempat duduk khusus." Ujar Han Bing sambil memberikan tanda pengenal tetua kepada Yin He.
Akhirnya Yin He menyetujui usulan Han Bing, di Pintu masuk arena Yin He dan Han Bing serta tiga Wei bersaudara. Han Bing di sisi kanan, sebagai pendekar, Tiga Wei disebelah kiri sebagai peserta turnamen.
Yin He sendiri menuju lorong sesuai dengan arahan petugas didepan, petugas awalnya ragu saat Yin He menunjukan kartu warna keemaasan kepadanya. beberapa kali dipandanginya wajah Yin He seakan tidak percaya dengan apa dilihatnya.
__ADS_1
"Tuan, maaf, benar anda tetua dari Wisma Giok? boleh saya melihat lencana tuan?" tanya petugas tersebut sopan. Yin He langsung memperlihatkan lencana batu gioknya, dan petugas tersebut langsung menunjukan arah dimana dia harus berjalan.
Yin He mengerti dengan situasi yang terjadi, tidak mudah memang menerima secara logika, anak seumuran dia menjadi seorang tetua sekte besar seperti sekte lembah giok.
Yin He melangkah maju dan menemukan sebuah ruangan besar dengan makan dan minuman yang tersaji, semua yang hadir diruangan tersebut adalah para tetua dari semua aliran, Yin He tersenyum, baru kali ini dia melihat semua sekte yang berbeda aliran bisa makan dan minum bersama.
Saat dia melangkah masuk, dia dikejutkan dengan tatapan lelaki dengan muka pucat tanpa ekspresi datang menghampirinya. "Ada yang bisa kami bantu anak muda? sedang mencari siapa dirimu"? Melihat Yin He yang datang beberapa tetua sekte dari aliran putih tersenyum dan mendekati Yin He.
"Kau pasti Yin He dari Wisma Giok bukan? sungguh beruntung aku bisa mengenalmu langsung ditempat ini, perkenalkan namaku Yang Guang dari Sekte Lembah Matahari".
"Salam kenal paman, saya Yin He dari Sekte Wisma Giok." Yin He sedikit membungkuk untuk.memberikan penghormatan kepada tetua yang lainya.
__ADS_1