
Yin He yang mendengar petikan kecapi dari dalam lorong dibalik air terjun tersebut, terus melangkah sampai akhirnya dia melihat sebuah ruangan yang sangat besar, akan tetapi apa yang dia cari tidak ada.
Yin He dikejutkan dengan suara kecapi yang pelan tapi pasti sayup sayup menggema diseluruh ruangan tersebut, dan cahaya keemasan mulai menyelimuti ruangan tersebut, Yin He menghalau sinar agar tidak silau dimatanya dengan kedua tanganya.
Sedikit demi sedikit sebuah tubuh terbentuk dari asap tebal yang menyelimutinya, seorang perempuan yang anggun nan cantik duduk sambil memainkan kecapi, Yin He mundur selangkah, dia tahu bahwa yang dihadapinya bukanlan suatu ilusi ataupun teknik yang dibuat oleh seorang ahli sekalipun.
"Siapa kau? dan dari mana asalmu?" Yin He membuka pertanyaan kepada gadis tersebut, hal ini sengaja agar Yin He bisa menyembunyikan getaran aneh dalam tubuhnya.
"Kau, pasti bukan manusia biasa, karena hanya ada 2 orang yang bisa melihat wujudku, yaitu pangeran kegelapan dan anak naga, apa kau salah satunya?" Wajah Yin He semakin tegang, siapa sebenarnya wanita ini.
"Namaku adalah Xia Yuan, orang orang disini menyebutku dengan nama Dewi Air, aku adalah jiwa dari Mustika Rembulan, kau kesini karena kau mendengar suara kecapiku? berarti kau juga mempunyai Mustika Bintang?" Yin He pun teringat akan Mustika Bintang, akan tetapi Mustika Bintang telah dia taruh di Kaldera Mong, agar tetap menjaga kaldera tersebut tidak dimasuki orang orang yang mempunya tujuan tidak baik.
"Aku sudah tidak mempunyai Mustika Bintang, tapi jika kau bertanya apakah aku adalah pangeran kegelapan atau anak naga, maka aku akan menjawabnya. Aku adalah Yin He, orang orang menyebutku dengan nama Anak Naga." Yin He menatap Xia Yuan tiba tiba menghentikan permainan kecapinya.
"Aku telah menunggu hal ini hampir 1000 tahun lamanya, sebenarnya takdir siapa yang akan membawaku aku juga tidak tahu, aku hanya patuh pada tuan yang memiliku, kau tahu anak naga, aku adalah seorang dewi perang, aku bisa mengendalikan elemen air dan elemen darah dan beberapa elemen rahasia lainya."
"Tapi saat ini, jiwaku masih terbelah dengan segel jiwa, yaitu segel yang memisahkan aku dengan tempat atau mediaku, hal ini membuat aku tidak bisa menggunakan kekuatanku sama sekali, aku hanya bisa membuat hujan yang yang tidak terlalu besar, hal ini membuat warga sekitar memujaku sebagau dewi air."
__ADS_1
"Anak naga, kau membutuhkanku, sebelum pengeran kegelapan mengambilku, aku harap kau menemukan mutiara rembulan tersebut, agar aku bisa kembali ke mutiara tersebut."
"Tapi bagaimana caranya aku dapat menemukan mutiara rembulan tersebut?" Yin He bingung, karena ingatan dari kakek Zhao pun dia tidak menemukan seperti apa bentuk dari mutiara rembulan.
"Mutiara itu ada di taman lembah kesunyian, kau tahu ada kolam ikan di taman tersebut, ada patung perempuan dengan ekor naga dan badan manusia, sedang membawa sebuah bola hitam, itu mutiara rembulan tersebut." Ujar Xia Yuan.
"Tapi kenapa mutiara rembulan ada sana? apakah tetua Wang tidak mengetahui tentang mutiara rembulan tersebut?"
"Dia tau tentang hal itu, akan tetapi beberapa puluh tahun yang lalu, kekuatanku semakin berkurang karena segel jiwa ini, hal ini pula yang menyebabkan aku tidak lagi dianggap keramat, dan mutiara rembulan dijadikan hiasan di kolam tersebut."
"Jadi pendekar dari generasi muda mutiara hitam sudah tidak ada yang tahu soal cerita ini?" Ujar Yin He.
"Mungkin kah ini? serangan pada turnamen hanyalah untuk mengalihkan perhatian ,akan tetapi tujuan utama mereka adalag mengambil mutiara rembulan." Bathin Yin He.
"Xia Yuan, kalau aku menginginkan kamu ikut denganku bagaimana caranya?" Yin He berharap tidak ada penolakan dari Xia Yuan.
Xia Yuan tertawa, dia menatap Yin He dengan tatapan yang sangat tajam, tiba tiba dari kedua matanya muncul cahaya keemasan yang memancar mengenai tubuh Yin He. Yin He pun merasakan ada beberapa reaksi tubuhnya atas pancaran mata dari Xia Yuan, hal ini membuat tubuhnya memancarkan hawa dingin yang pekat.
__ADS_1
"Baiklah, aku bersedia, untuk sementara waktu, aku akan berdiam diri diruang jiwamu, sampai dengan kau berhasil membawa Mutiara Rembulan dan melepas segel jiwa ini." Ujar Xia Yuan.
Yin He segera mempersilahkan Xia Yuan memasuki ruang jiwa miliknya dan Yin He segera keluar dari lorong yang berada dibalik air terjun tersebut. Yin He segera melesat keluar dari air terjun lembah kesunyian, akan tetapi sebuah bayangan melesat ke arahhnya dengan sebuah tebasan pedang yang sangat cepat.
Yin He segera memutar tubuhnya dan menangkis serangan tersebut dan menyerang balik dengan pukulan tinju besi miliknya. Mereka bertukar beberapa jurus diatas bebatuan air terjun lembah kesunyian. Sesosok tersebut melesat ke arah hutan, dan Yin he mengejar bayangan tersebut. Yin He disambut dengan beberapa pukulan halilintar yang bersarang telak didadanya, kecepatan dari musuhnya patut diperhitungkan, karena baru ini ada musuh yang dapat memukul telak Yin He.
" Siapa sesunggguhnya? Bentak Yin He kearah sesosok hitam yang berada persis dihadapanya, sosok ini membalu semua wajah dan tubuhnya dengan kain hitam seoerti mumi, yang terlihat hanya bagian mata saja.
"Serahkan Dewi Air padaku, maka aku akan sekalian mengantarkanmu pada penjaga neraka." Hahahahahaha.
Yin He terperanjak, bagaimana sesosok dia tau tentang dewi air ini ? . "Dia adalah pangeran kegelapan." Ujar Xia Yuan dan ruang jiwa.
"Apa pangeran kegelapan? pantas saja, dia mempunyai kekuatan dan kecepatan yang luar biasa, baru kali ini aku dibuat seakan akan mainan, kekuatanya sungguh diluar dugaan."
Tanpa di duga sosok tersebut sudah didepan Yin He dan menghantam dada Yin He dengan sangat kuat, tapi kali ini tubuh Yin He tidak merasakan goncangan apapun, akan tetapi Yin He dikejutkan dengan teriakan Xia Yuan, yang tiba tiba terpental keluar dari ruang jiwa miliknya.
Aaaaarrrhhhggggg...!
__ADS_1
Yin He segera melesat ke arah Xia Yuan akan tetapi sosok itu sudah ada dihadapanya, tidak berfikir lama, Yin He segara memukul dengan pukulan penghancun semesta, pukulan teraebut tepat bersarang di dada sosok tersebut, lagi lagi Yin He dikejutkan dengan apa yang terjadi, pukulan Yin He seakan akan dihisap oleh energi tubuh sosok tersebut, sehingga energi dari pukulan Yin He tidak memberikan arti apapun terhadapnya.
"Ini..ini..tidak mungkin, bagaimana bisa pukulan penghancur semesta tidak ada artinya sama sekali?" Kecemasan Yin He semakin terpancar. Saat sosok tersebut melangkah mendekati Xia Yuan.