LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Klan Penjaga Gerbang Utara


__ADS_3

Kalden segera meninggalkan tempat persembunyianya setelah dikalahkan oleh kakek Huang, Jingmi dan ketiga Xiao bersuadara, bersama dua pengawal yang tersisa mereka segera kembali ke Lasha menggunakan portal teleportasi, sehingga dalam waktu yang singkat mereka telah kembali ke kediaman Klan Penjaga Gerbang Utara.


Klan keluarga Penjaga Gerbang Utara adalah satu keluarga besar di kota Lasha, selain keluarga penjaga gerbang utara, ada juga keluarga Penjaga Gerbang Selatan, kedua keluarga ini selama 5 generasi selalu bersaing dalam segi apapun, terutama kemampuan beladiri.


Kaldeng menghadap ayahnya tuan Tanzeng, Kalden menceritakan detail pertempuranya dengan kakek Huang, Jingmi dan ketiga Xiao bersaudara, sehingga dia gagal untuk merebut kitab pedang langit, dan juga informasi bahwa kitab pedang langit sudah diserahkan kepada seorang pemuda yang sekarang posisinya sedang melakukan pelatihan kitab pusaka pedang langit tersebut, dengan geram Tanseng yang merupakan pemimpin Klan Penjaga Gerbang Timur mencengkram ukiran kepala naga di sandaran tanganya hingga hancur berkeping-keping.


Kalden dan kedua pengawalnya hanya tertunduk diam tidak berani menatap wajah sang ayah. Tuan Tanseng akhirnya memperintahkan agar Kalden membawa  sepuluh pendekar tingkat kaisar petarung untuk membawa seluruh pendekar yang membuat pengawal kepercayaanya terbunuh. Tidak lupa, Tanseng juga memberikan pedang halilintar kepada Kalden untuk mengalahkan Kakek Huang berserta yang lainya. "Tapi ayah, bagaimana dengan pemuda yang mempelajari kitab pedang langit, pasti kekuatannya juga bertambah setelah menyelesaikan pelatihanya.” Ujar Kalden


“Tenang saja anakku, aku yakin sekuat dan sejenius apapun dia, pasti ngga akan bisa melangkah ke tahab esense, karena ditahab itu dia bisa  menggunakan apapun untuk dijadikanya pedang, bahkan tubuhnya pun bisa berfungsi sebagai pedang, karena untuk mencapai tahab ensense seseorang harus benar benar mengusai tahab langkah pedang dan pemahaman pedang.”


Tanseng sangat yakin bahwa Yin He masih belum menguasai tahab esense di kitab pedang langit, sehingga Kalden masih bisa melawannya dengan menggunakan pedang halilintar, hal ini juga menambah kepercayaan tersendiri dari diri Kalden.

__ADS_1


“Baiklah kalau begitu aku akan segera kesana untuk membalas kekalahanku yang kemarin, dan membawa tua bangka serta yang lainya kekota Lasha untuk kita jadikan budak kita.” Ujar Kalden. Pengawal tambahan yang akan dibawah oleh kalden adalah spiritualis tingkat 5, dimana kekuatanya setingkat dengan kaisar petarung emas, hampir mencapai tingkatan pertapa.


Yin He yang telah menyelesaikan latihanya, berniat segera meninggalkan Kaldera Mong, akan tetapi belum sempat dia meninggalkan kaldera mong, Yin He melihat sesuatu yang bergejolak di danau darah, semakin lama gejolak didanau semakin bergejolak, sampai dengan munculnya sebuah permata hijau muncul dari danau tersebut, Yin He melihat bayang bayang sebuah pedang dari permata tersebut.


“Ambilah nak, kau akan membutuhkanya nanti saat kau berada di gerbang langit, Yin He segera melesat kearah permata tersebut dan secara tiba tiba permata tersebut melesat dengan kencang kearah Yin He.


Permata tersebut berputar dihadapan Yin He dan tiba tiba hilang, setelah hilangnya permata tersebut, cahaya hijau berpendar dari tubuhnya, dan dia merasakan keanehan yang terjadi pada tubuhnya, kita disekeliling tubuhnya terbentuk bola bola petir biru dan hitam, bola mela tersebut menyelubungi hampir seluruh tubuh Yin He.


Sementara itu, Jingmi juga sudah mencapai tingkat master untuk jurus pedang phoenix biru, gerakan dan serangnya juga semakin kuat dan mematikan, membuat kakek Huang sangat terkejut sekaligus senang, karena sebagai guru yang hanya mempunyai satu murid yaitu hanya Jingmi, kakek Huang sangat beruntung.


Jingmi memadukan pedang phoenix biru dengan tubuh dewi racun, sehingga hawa pembunuh yang dikeluarkanya tidak hanya kuat dan menekan akan tetapi juga mencekam, karena tanpa diketahui oleh musuh, Jingmi bisa mengeluarkan racun yang tanpa bau dan tanpa warna, hal ini akan membuat musuh musuhnya terkecoh.

__ADS_1


Selain berlatih ilmu pedang, Jingmi juga mempelajari ilmu alkemis, karena beberapa racun yang dia pelajari di ilmu tubuh dewa racun, ada beberapa racun dengan dosis tertentu malah akan menjadi sebuah obat yang manjur.


Kalden dan para pengawalnya telah sampai dengan di hutan tempat kakek Huang tinggal, dengan menggunakan portal teleportasi sehingga mereka capat sampai hutan tempat tinggal kakek huang dengan cepat. Mereka segera bergerak cepat ke arah tempat tinggal kakek Huang, mereka mendapati Jingmi yang sedang berlatih imu pedang phoenix biru, setiap gerakan dari Jingmi diperhatikan dengan detail oleh Kalden, Kalden yang juga mengusai dasar langkah pedang dengan cepat dapat mengikuti dan menghafalkan gerakan dari pedang biru.


Merasa situasi saat itu , adalah saat yang tepat untuk menyerang, sebelum menyerang, anak buah Kalden yang mengusasi spiritualis, menggunakan formasi pelemah it jiwa, formasi ini membuat spirit di seorang pendekar akan ditekan sehingga mereka tidak bisa menggunakan kekuatan mereksa secara maksimal, sehingga dengan kondisi seperti itu, maka akan lebih mudah untuk mengalahkan mereka, kecuali mereka mempunyai energi hawa murni yang sangat kuat.


Kalden yang tiba tiba menyerang Jingmi yang sedang latihan, dengan jurus phoenix biru yang  barusan dia lihat saat Jingmi berlatih, Jingmi terkejut saat Kalden dapat menyerang dengan jurus pedang yang barusan dia latih, akan tetapi hal ini membuat dia semakin senang, karena dia akan tahu beberapa titik yang menjadi kelemahan dan juga kelebihan dari jurus tersebut.


Kalden terus menyerang bagian bawah dengan beberapa serangan sabetan dari pedang halilintar yang masih belum terhunus dari sarungnya, walaupun belum terhunus akan tetapi tekanan aura biru dari pedang halilintar sangatlah kuat. Jingmi terus menangkis dan sesekali menendang bagian kaki Kalden  yang menurut Jingmi sangat terbuka, hal ini memberikan celah untuk Jingmi melakukan beberapa trik dengan menyerang kaki Kalden, saat kalden lengah karena berhasil menangkis beberapa jurus Jinmi, melihat satu peluang, Jingmi lansun melakukan penyerangan bagian kaki dan mengunci dan membalik tubuhnya, hal ini membuat kaki dari Kalden terkunci dan tidak bisa bergerak, dengan cepat Jingmi mendaratkan pukulan dan tinju ombak kearah dada dan muka Kalden.


Wajah Kalden langsung membiru terkena pukulan dan beberapa pukulan racun yang membuat tubuhnya sedikit kebas, untuk Kalden racun adalah makanan sehari hari yang dia dapatkan semenjak dia kecil dari sang ayah, sedari kecil dalam setiap hari, tuan Tanseng akan selalu memberikan dosis racun kepada Kalden agar anak terssebut menjadi kebal dengan segala jenis racun nantiya.

__ADS_1


__ADS_2