
Yin He terkejut saat Han Bing bilang terkait dengan sekte mawar hitam, yang menumbalkan gadis perawan disetiap ritualnya.
Fei Fei yang memerah pipinya karena merasa di perhatikan oleh Han Bing, dia duduk satu meja dengan Han Bing dan Yin He. mereka melepaskan kangen setelah lama tidak bertemu sejak pertempuran terakhir di gerbang kematian.
"Bagaimana kabarmu Yin He? beberapa bulan tidak bertemu, kamu sudah tambah tinggi dan tampan." Yin He hanya tersenyum, mungkin bagi Fei Fei Yin He adalah anak dengan umur 15 tahun, akan tetapi kenyataan Yin He masih berumur 10 tahun.
Mereka bertukar cerita mengenai banyak hal, sampai akhirnya mereka dikejutkan dengan suara gaduh dilantai bawah tempat mereka makan, "Paman, saya kebawah sebentar, saya ingin lihat siapa yang membuat kegaduhan ini." Baik lah He'er.
Sebenarnya Yin He sengaja turun untuk memberikan waktu buat Fei Fei dan Han Bing untuk lebih dekat lagi, karena dimata Yin He, Fei Fei masih canggung manakalah ada Yin He diantara mereka berdua.
Ketika Yin He turun ke bawah, nampak beberapa orang dengan pakaian serba merah sedang mengobrak abrik tempat duduk di ruang makan penginapan tersebut.
"Segera siapkan meja yang terbaik buat kami, atau kami potong lehermu?" Ujar lelaki gendut berwajah bulat, sambil memegang kerah baju pemilik penginapan.
"Ampun tuan, tapi meja yang dilantai atas sudah dipesan semuanya, dan para pelanggan kami sekarang lagi menikmati hidanganya." Pemilik penginapan tertunduk tidak berani menatap wajah orang yang mencengkram kerah bajunya.
"Benar benar cari mati kau!" Tangan lelaki gendut mengepal diarahkan ke arah pemilik penginapan tersebut.
__ADS_1
Bruuggghhhhh..
Pemilik penginapan terkejut, melihat lelaki gendut tersebut tiba tiba terduduk didepannya.
Para anggota yang lain terkejut melihat kejadian ini, mereka langsung bersiap dan mencari siapa yang melakukan hal tersebut.
"Hei kalian, jangan buat ribut disini, kalau ingin makan diatas kalian boleh bergabung dimeja kami." Seru Yin He kepada seluruh anggota yang berbaju serba merah.
Tanpa menjawab para anggota berpakaian serba merah langsung menyerang Yin He, tapi anehnya kaki mereka tidak dapat digerakan, dan yang terjadi ada mereka langsung jatuh terjerembab ke lantai, para tamu yang sedari tadi menonton tidak dapat menahan tawannya lagi.
Saat Yin He akan melangkah turun, dari luar terlihat para anggota mutiara hitam masuk dan mengamankan para perusuh tersebut.
Pimilik penginapan langsung melihat ke arah Yin He, "Tunggu tuan muda, terima kasih atas bantuanya."
"Saya tidak melakukan apa apa paman, saya juga tidak tahu kenapa mereka jadi patung seperti itu." Mata Yin He tertuju pada seorang lelaki yang duduk dipojok sedang menikmati hidanganya, lelaki tersebut seolah olah tidak terpengaruh dengan kedatangan dari sekte bangau merah.
"Paman, seharusnya paman berterima kasih pada dia." Yin He menunjuk lelaki yang sedang makan di pojok.
__ADS_1
"Tapi bukanya tuan muda yang melakukannya?" Pemilik penginapan tersebut masih saja merasa bahwa Yin He adalah yang menolongnya.
Saat Yin He dan pemilik penginapan menoleh ke meja lelaki tersebut kembali, akan tetapi lelaki tersebut sudah tidak ada, hanya sebuah beberapa keping emas yang tergeletak di meja tersebut.
Yin He langsung keluar mencari keberadaan lelaki tersebut, Yin He bertanya kepada para mata matanya, dan seekor burung memberikan penglihatan dimana lelaki tersebut sekarang.
Yin He segera berlari sampai dengan di ujung jalan. "Bukanya ini air terjun yang tadi"?
Tiba tiba didepan Yin He muncul lelaki yang sedang dicari carinya, yang membuat Yin He terkejut adalah, Yin He tidak bisa merasakan energi dari lelaki tersebut.
"Hahahahahhaha, aku yakin kau akan menemukanku anak naga!" Mata Yin He terbelalak, siapa sebenarnya lelaki ini, kenapa, kenapa dia bisa tahu tentang siapa dirinya.
"Maafkan aku paman, aku hanya ingin mengucapkan terima kasih telah membantuku." Yin He mencoba untuk bersikap biasa, akan tetapi tatapan dari lelaki tersebut menyiratkan bukanlah seorang pendekar biasa, karena dia mampu menyembunyikan kekuatanya.
Hai Reader yang budiman,
Maaf kemarin absen menulis, sebenarnya saya sudah mendapat separuh dari cerita ini, akan tetapi keadaan yanh tidak memungkin kan, badan saya tiba tiba panas sampai dengan 40.2 karena sinus akut.
__ADS_1
sekali lagi saya mohon maaf kepada reader yang budiman, hari ini saya usahakan untuk update banyak episode, tergantung dengan kondisi saya.