LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Kegelisahan Yin He


__ADS_3

Matahari sudah condong kearah barat, turnamen dihentikan dan dilanjutkan esok hari, Yin He segera bergegas menemui Han Bing dan ketiga Wei bersaudara " Paman dan kalian, tolong saat ini kalian waspadalah, karena aku merasakan getaran dari pancara energi hitam yang sangat pekat."


Yin He juga menceritakan apa yang terjadi saat turnamen tadi berlangsung, Yin He menemukan adanya penyusup dari sekte iblis yang menyamar menjadi wanita biasa, dan wanita tersebut sudah melancarkan aksinya dengan mengendalikan hampir sebagian besar penonton yang ada di turnamen tersebut.


"Paman, apakah paman tidak merasa heran denga naga paman, yang biasanya tidur, akan tetapi pada saat turnamen berlangsung, naga paman seakan gelisah dan waspada." Tanya Yin He.


"Benar sekali He'er, naga ini seakan akan gelisah dan tidak tenang, beberapa kali mendisis seakan akan dia melihat seseorang yang sangat mengancam." Han Bing dan Yin He memanggil Fei Fei dan Fang Ang. Mereka pun menemukan ada beberapa peserta dan juga pendekar dengan gelagat yang mencurigakan, karena diam diam mereka mengambil beberapa helai rambut dari para pendekar pendekar level Pendekar Emas.

__ADS_1


"Apa paman, mereka mengambil helai rambut dari para pendekar? berapa banyak paman helai rambut yang mereka ambil?" Tanya Yin He dengan wajah yang sangat cemas. "Ada apa Yin He, kenapa kau tampak cemas begitu?" Tanya Fei Fei kepada Yin He.


"Paman, Bibi, pada aliran hitam ada semacam teknik duplikasi dari manusia, anggota tubuh yang bisa menyimpan memori adalah bagian rambut, yang nanti bagian dari tubuh orang yang akan diduplikasi akan dimasukan kedalam sebuah media, dan media ini biasanya adalah patung patung besi yang sudah di buat dengan bahan khusus sesuai dengan elemen dari duplikasi aslinya." Yin He menjelaskan dengan detail.


"He'er bagaimana kau tahu semua tentang hal ini? sedangkan selama ini kau selalu bersamaku? Han Bing merasa sangat penasaran dengan pengetahuan yang dimiliki oleh YIn He, seolah anak ini adalah sebuah buku sejarah yang memuat semua cerita masa lalu.


Mereka berempat akhirnya kembali ke kamar mereka masing-masing, akan tetapi Yin He yang masih digelayuti rasa gelisah yang sangat kuat akhirnya memutuskan untuk menghirup udara segar. Yin He berjalan menyusuri taman yang sepi, kemarin taman ini tampak begitu ramai, mungkin para pendekar beristirahat untuk turnamen besok, Yin He terus berjalan dan akhirnya dia sampai pada air terjun lembah kesunyian, "Kenapa aku sampai kemari? sepertinya ada sesuatu yang menuntunku sampai dengan tempat ini." Yin He meloncati bebatuan pada sungai aliran air terjun lembah kesunyian, dia berhenti pada batu besar yang berada persis di depan air terjun tersebut.

__ADS_1


Yin He kemudian duduk dan mencoba mengalihkan kegelisahanya dengan bersemedi dan menghirup energi alam  yang ada disekitar air terjun ini, selang beberapa saat kosentrasi dari Yin He dibuyarkan dengan suara kecapi yang sangat menyayat yang datang dari balik air terjun tersebut, alunanya begitu membuai alam fikiran akan tetapi ada sebuah energi yang sangat pekat, membuat yang mendengarkanya menjadi terbawa  emosinya.


Yin He mencoba memusatkan fikiranya kembali akan tetapi suara kecapi seakan memenuhi ruang fikiranya, baru sekali ini seseorang yang bisa menganggunya. Yin He kemudian membuka matanya dan melesat kearah air terjun lembah kesunyian, tepat dibelakang air terjun, terdapat sebuah lorong yang mengarah ke sebuah tempat dimana bahkan Yin He pun tidak bisa merasakan getaran dari aura kekuatan orang yang memainkan kecapi.


Sayup sayup suara kecapi semakin lama semakin nyaring, akan tetapi melodi nadanya tidak menyayat hati, akan tetapi tenang dan membuat kegelisahan seperti yang dirasakan oleh Yin He tiba tiba kegelisahan yang menggelayutinya seakan sirna, Yin He terus melangkah kearah ujung lorong tersebut, getaran dada Yin He semakin bergetar hebat.


Setelah beberapa saat melangkah, akhirnya Yin He melihat sebuah ruangan yang sangat luas tetapi orang yang dicari oleh Yin He tidak ada, tidak ada orang yang memainkan kecapi diruangan tersebut, tiba tiba seberkas sinar muncul, membuat Yin He sedikit mengeriyitkan kening dan menyipitkan matanya agar bisa melihat benda apa yang memancarkan cahaya tersebut, Dan alangkah terkejutnya Yin He melihat apa yang ada dihadapanya.

__ADS_1


__ADS_2