LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
API DAN ES BERSATU Bag.2


__ADS_3

Yin He menggabungkan Pedang Phoenix Es dan Phoenix Api,


Gemuruh petir bersahutan dilangit, takkala energi yang sangat dingin disatukan dengan energi yang sangat panas.


Bias langit makin menghitam..awan bergulung gulung mengikuti irama angin yang di akibatkan penyatuan dua kekuatan.


Suasana langit yang kelam ditambah dengan pemandangan puing puing hancurnya bangunan, tangisan dan suara teriakan minta tolong dari beberapa anggota wisma giok yang masih selamat.


Han Bing dan dan Tetua yang masih bisa bergerak memerintahkan untuk segera melakukan pencarian dan tindakan pertolongan bagi yang masih hidup.


"Ini adalah kehancuran terparah yang di alami oleh Wisma Giok. selain oleh badai angin topan 30 tahun yang lalu " Ujar Tetua Xiao Tian.


Yin He telah berhasil menyatukan 2 pedang tersebut, Wujud dari pedang Phoenix mempunyai ukuran lebih besar dengan bilah pisau yang lebar..2 mata pisau di ujung lebih kecil.


kilatan kilatan energi pedang mengalir dari pangkal sampai dengan ujungnya aura panas dan dingin menjadi satu, membuat hawa yang ada di sekitar Yin He menjadi hangat..dan tenang.


Malam itu hujan mengguyur di Lembah Wisma Giok, semua pendekar yang meninggl telah dilakukan upacara pemakaman.


He'er..ceritakan pada kakek seperti apa kamu di pagoda 4 elemen..dan berapa elemen yang ada pada dirimu"?.. Tuoli duduk di samping Yin He yang sedang minum setelah selesai dengan makan malamnya.

__ADS_1


"saya mendapatkan 4 elemen kakek, dan beberapa teknik rahasia, yang masuk kedalam ingatan saya langsung " ujar Yin He


"Teknik Rahasia, cukup menarik..apa saja dan dari elemen apa saja He'er ?


"Dari Elemen Tanah, Teknik Pembuka Dimensi, dan teleportasi"


"Dari Elemen Air, Teknik Pengendalian Darah sudah bisa saya kendalikan, berkat pedang phoenix api dan juga batu di altar elemen es.


"Dari Elemen Api, saya mendapatkan Teknik Cahaya Kek"


"apa teknik cahaya..teknik menyerap cahaya dan juga bisa menggunakanya seperti teknik Es Abadi, bisa membuat benda pusaka atau pedang dengan cahaya tersebut" Tuoli bersemangat dengab cerita cucunya.


"apakah kakek melihat kemarin dilangit awan hitam bergulung gulung dan juga petir menggelegar". ujar Yin He dengan tatapan serius.


"itu adalah jalan terbukanya jiwa iblis kembali terlahir ke dunia"


"Kakek pernah mendengar tetang jiwa iblis, seseorang yang nantinya akan menjadi penghancur di dunia..atau disebut kegelapan abadi" Tuoli menghela nafasnya dengan tarikan yang panjang, kemudian berdiri menatap hujan di luar wisma yang membasahi seluruh daerah lembah wisma giok.


"He'er, bukanya kakek melarang kamu berlatih, tapi untuk pergi itu yang membuat kakek berat hati" Tatapan Tuoli menerawang..ada rasa yang tidak bisa diungkapkanya.

__ADS_1


Yin He yang mengerti apa yang dirasakan oleh kakeknya.


"Kek, saya gak pergi kemana mana kok, saya akan berlatih di sini..saya minta ruangan khusus dimana saya tidak di ganggu oleh siapa pun."


Raut wajah Tuoli pun berubah cerah..ada segaris senyum mengembang di bibirnya.


"Baiah He'er..kakek akan siapkan tempat khusus yang kau minta." sambil menepuk pundak Yin He dan berjalan masuk kedalam kamarnya


" Hey.mBocah, kenapa kau bilang mau pergi? padahal kau kan hanya belajar di ruang jiwa. hahahahhaha. " Zhuanglong tertawa terkekeh melihat sikap Yin He.


"aku hanya ingin melihat reaksi kakek terhadapku., jujur aku nyaman disini..disini aku merasakan rasa yang telah lama hilang, kakek seperti ayah, yang selalu perhatian."


Zhuanglong yang berada diruang jiwa pun terdiam..walaupun Yin He punya pemikiran orang dewasa, tapi dia tetaplah anak berusia 7 tahun, yang masih membutuhkan hangatnya kasih sayang kedua orang tuanya.


Yin He pun mengusap airmata dikedua matanya. dan beranjak ke kamar tidurnya.


Hari yang melelahkan..semoga besok adalah hari yang menyenangkan..Yin He pun terlelap diselimuti hawa dingin hujan yang turun.


*********

__ADS_1


Mohon maaf telat update..author tepar terkena flu.


__ADS_2