
Dengan ingatan yang didapatkanya dari kakek Huang, Jingmi mengerti alasan dari kekak huang melalkuka ini semua.”aku tidak bisa mnyia nyiakan pengorbanannya. Setelah menguburkan kakek Huang, Jingmi pun bersiap untuk menyusul Yin He, akan tetapi sebelum dia menyusul Yin Hr, seolah ia akan pergi kesebuah tempat dimana dia punya banyak kenangan, ditempat tersebutlah Jingmi kecil sering menghabiskan waktunya dengan kedua kakaknya dan bapak ibunya, tak terasa air mata Jingmi pun menetes. Kenangan dengan keluarganya sebelum para perampok menghabisi seluruh keluarganya.
Setelah beberapa saat bersimpuh dihadapan makam kedua orang tua dan kedua kakaknya, Jingmi segera melanjutkan perjalanan menyusul Yin He menuju ke gerbang langit, dalam perjalanannya kali ini Jingmi memang tidak menggunakan ilmu terbang akan tetapi hanya menggunakan ilmu meringankan tubuhnya, karena sesuai dengan pesan dari kakek Huang ada beberapa tempat yang dia harus singgahi untuk mengambil batu mustika, perjalanan pertamanya, hanya seorang diri tanpa ditemani oleh ketiga Xiao dan Yin He, membuat ada perasaan aneh tersendiri oleh Jingmi.
Jingmi memasuki kawasan sebuah hutan yang tidak terlalu padat pepohonanya, lebih dibilang hutan ini nampak begitu bersahabat dengan pemandangan yang begitu menyejukan mata, setelah beberapa saat Jingmi melesat dari pohon satu kepohon yang lainya, sampailah dia disebuah sungai dengan aliran airnya yang sangat deras, dengan santainya Jingmi duduk sambil bermeditasi untuk memulihkan tenaganya, dan juga hawa murni disekitarnya sangat nyaman untuk diserap.
Tiba tiba Jingmi terkejut saat matanya terbuka karena tetesan air yang jatuh kewajahnya, ternyata dihadapanya ada beberapa orang lelaki yang sangaja menyipratkan air kearah muka Jingmi, para lelaki tersebut tertawa, manakali Jingmi membuka kedua matanya, Jingmi merasakan bahwa para lelaki yang berada dihadapanya adalah para pendekar dengan level kekuatanya pendekar raja perak, sangat mudah bagi Jingmi untuk menghabisi mereka dalam hanya beberapa jurus saja, “Biarlah aku jadikan meraka latihan dari beberapa jurus yang aku latih bersama kakek guru.” Gumam batin Jingmi.
“Hai nona cantik, kenapa kau duduk sendirian ditepi sungai ini, kau ini bidadari ya? Kau sangat cantik sekali.” Para lelaki dihadapan Jingmi pun serempak tertawa bersaamaan.
Jingmi pun hanya tersenyum dingin “ Tuan, apakah tuan tidak takut dengan wanita cantik sendirian ditepi sungai? Ya tuan tuan benar, saya seorang bidadari, yaitu bidadari kematian.” Jingmi mengalirkan hawa racun disekitar tubuhnya, membuat empat lekai laki tersebut tersentak kaget, seorang wanita yang cantik mempunyai aura racun yang sangat menekan dan mematikan.
Dengan cepet salah satu dari mereka langsung menyerang Jingmi, tanpa beranjak dari tempatnya Jingmi dengan tenang menangkis dan membalas serangan dari laki laki tersebut. dan beberapa kali dengan telak Jingmi dapat mendaratkan pukulan tinju ombak kepada lelaki tersebut, dalam hitungan detik tubuh lelaki tersebut hancur meleleh terkena racun dari tubuh dewi racun milik Jingmi.
__ADS_1
Melihat temanya tewas dengan cara yang mengenaskan para lelaki tersebut segera menyerang Jingmi dengan bersamaan, dengan serangkan yang juga mengandung racun yang pekat, hal ini dapat Jingmi rasakan manakala beberapa kali tangkisan dan serangan mereka beradu.
“Sebelum kalian menjadi mayat,sebenarnya kalian berasal dari mana, nanti aku akan kabarka ke sekte atau keluarga kalian, bahwa kalian telah tewas karena mengganggu seorang gadis.” Jingmi masih menggunakan jurus tinju ombak untuk menghadapi meraka, hal ini juga membuat hati Jingmi senang, karena beberapa saat setelah dia kembali dari kota Lasha, Jingmi hanya bisa latihan, akan tetapi tidak bertempur dengan dengan musuh musuhnya sama sekali
Beberapa kali pukulan mereka beradu, Jingmi tidak mengalirkan racun seperti yang pertama, akan tetapi Jingmi menggunakan teknik pedang phoenix biru, dengan jurus ini tubuh Jingmi sangat lincah, pedang phoenix bitu yang berada ditanganya bergerak sangat lincah. Jurus jurus yang dilancarkan oleh ketiga pendekar dihadapanya sangat mudah untuk dipatahkan oleh Jingmi, ketiga pendekar tersebut akhirnya sangat terdesak dengan perlawan yang dilakukan Jingmi.
Slice......Slice.. beberapa sayatan pedang phoenix biru mendarat didada dan leher mereka, meraka segera mengerang kesakitan, karena pada pedang phoenix dia mengandung panas bara api yang sangat Panas, tak lama kemudian tubuh meraka mengejang dan tewas.
Cara membunuh Jingmi telah diawasi beberapa orang yang melihatnya dari balik pepohonan diseberang sungai, beberapa dari mereka bergidik melihat cara dan ekspresi dari Jingmi yang membunuh dengan tatapan yang sangat dingin. Jingmi yang merasakan adanya pndekar ang lain sedang mengawasinya tetap diam, dia memang menunggu saat yang tepat untuk memancing mereka keluar, nyatanya mereka tidak menampakan diri, akan tetapi mereka melarikan diri, Jingmi memeriksa tiga mayat yang ada dihadapanya, dan dia tersenyum saat melihat tanda pengenal yang ada ditubuh mereka. “Kekelawar hitam, kau harus segera mendapatkan pelajaran atas perbuatan kalian yang telah membunuh keluargaku.” Bathin Jingmi.
Ketua Kelelawar merah pun menyapa dengan suara yang sengaja dilembutkan, “Apakah ini sang bidadari kematian tersebut, aku tidak akan menyesal mati dipelukanya, hahahahahha.” Dengan senyum sinis Jingmi membalas ketua kelelwaar tersebut.
“Aku akan mengabulkan keinginanmu untuk mati, tapi bukan dipelukanku akan tetapi diujung pedangku.” Jingmi segera melesat kearah ketua kelelawar hitam, akan tetapi langkahnya di hadang oleh puluhan anggota kelelawar hitam.
__ADS_1
Dengan sigap Jingmi segera mengeluaakan jurus tinju ombak yang dikombinasikan dengan tubuh dewi racun, dengan segera racun menyeruak dari tubuh Jingmi, membuat beberapa anggota kelelawar hitam yang jaraknya tidak jauh dengan Jingmi langsung meregang nyawanya dengan amat mengenaskan, tubuhnya melepuh seperti terkena larutan asam amoniak.
Beberapa anggota yang lain terbelalak dan akan menghindar, akan tetapi tinju ombak milik Jingmi sudah melayang kearah mereka, sehingga mereka juga meregang nyawa dengan kondiri tulang tubuh didada mereka hancur.
Tidak memakan waktu yang lama, Jingmi telah berhasil menghabisi puluhan dari anak buah kekelawar hitam, agar tidak memakan waktu yang lama, Jingmi menggunakan cakramnya, dengan ratusan cakram yang mengelilinginya dan aura racun yang sangat kuat, membuat penampilan sang bidadari kematian sangat menggetarkan dan menakutkan.
Jingmi membentuk cakramnya seperti bunga teratai dan jingmi melayang diatas cakram yang sudah dibentuknye menyerupai bentuk teratai yang terbuka. Dan beberapa puluh lainya mengitari bagian tubuhnya, dengan satu gerakan cakram yang berada di sekitar tubuhnya melesat dan langsung menembus tubu para musuhnya, saat cakram cakram milik Jingmi berbenturan pedang milik para anggota kelelawar hitam, yang ada pedang mereka langsung terpotong dengan sangat mudah oleh cakram Jingmi dan menembuh tubuh mereka.
Wajah dari ketua kelelawar hitam langsung berubah menjadi amarah, dia mencabut pedangnya dan menyerang Jingmi, Jingmi dengan tenang menangkis serangan dengan tidak beranjak dari tempatnya. Ketua Kelelawar hitam hanya terkejut bukan main, jurus yang dia gunakan untuk menyerang Jingmi sama sekali tidak dapat menyentuh apalagi menembus pertahanan Jingmi.
Dengan cepat Jingmi mengarahkan kedua tanganya keatas dan kebawah, dan dengan cepat cakram yang ada di tubuhnya membentuk formasi naga dan menyerang ketua kekelewar hitam tersebut.
Jleb Jleb.. puluhan cakram milik Jingmi telah bersarang ditubuh ketua kekelawar hitam tersebut, keangkuhan dan kesombongan dari ketua kelelawar hitam langsung lenyap dan berganti dengan erangan kesakitan yang amat sangat, Jingmi memang sengaja tidak langsung membuat ketua kekelawar tersebut tewas, akan tetapi ingin dia melihat ketua kekelawar menderita beberapa saat sebelum kematianya.
__ADS_1