
Setelah gejolak pemberotakan oleh selir Hua Xun dapat ditumpas, Sang kaisar sudah berangsur pulih akan tetapi pemerintahan masih dipercayakan kepada Jendral Tian Su, perekonomian dalam waktu dua bulan sudah mulai terlihat, seluruh harta hasil pajak yang dikumpulkan oleh selir Hu Xun, digelontorkan untuk menggerakan roda
perekonomian dan juga fasilitas umum, seperti pelabuhan dan juga fasilitas umum yang lainya. Setiap sekte diberikan fasilitas dan diberikan tunjungan khusus dari kerajaaan.
Han Bing sudah kembali ke Sekte Wisma Giok, Yin He yang masih melakukan latihan setelah melakukan pertarungan dengan selir Hua Xun sampai dengan saat ini masih belum keluar dari ruang jiwanya. Sedangkan ketiga Xiao tetap sabar menunggu dengan belajar dan melatih jurus jurus baru yang diberikan oleh Yin He.
Tepat sembilan minggu setelah pertarungan, Yin He keluar dari ruang latihanya, dia telah menyelesaikan penyerapan mustikan matahari dan juga sudah mampu menggabungkan kedua energi mustika tersebut, sehingga kemampuan spirit Yin He sudah menyemai kemampuan eleman api dan es, sehingga walau tanpa menggunakan
kemamuan elemen, Yin He mampu menggunakan kemampuan spiritnya yang sama sama menggunakan energi api dan es.
Shi Ren juga kini telah bersih dari energi hitam siluman, karena telah di netralisir oleh energi murni dari mustika matahari, kini kemampuan Yin He memcapai tahab menengah pemahamam kitab langit yaitu Jurus Membelah langit, jurus membelah langit terdiri dari jurus pedang dan dan pukulan, kekuatan dan juga kecepatan menjadi sumber dari jurus tersebut, untuk bisa menguasai jurus ini harus sudah menguasai jurus mengguncang semesta.
__ADS_1
Yin He keluar dari ruangan pelatihanya ketika melihat ketiga Xiao bersaudara yang sedang berlatih, membuat perasaan bangga yang mengalir dalam dada, sebuah perasaan arti sebuah keluarga baru dirasakan kembali setelah sekian lama, selain ayah dan kakeknya, baru dengan ketiga Xiao bersuadara inilah Yin He merasakan arti sebuah persahabatan dan persudaraan, hal ini membuat jiwa hitam menjadi semakin bisa ditekan oleh Yin He, jiwa hitam ini muncul saat dimana kondisi Yin He yang merasa sendirian dan menyalahkan dirinya sendiri atas segala hal yang menimpa keluarganya. Akan tetapi dengan adanya ketiga Xiao bersaudara, lambat laun Yin He dapat merasakan kembali arti sebuah keluarga.
Yin He dan ketiga Xiao bersaudara segera melesat menuju Sekte Bulan Sabit, sekte ini sudah hampir sembilan minggu ditinggalkanya, hanya dalam beberapa minggu berubahan kondisi disekte ini berubah drastis, mereka melakukan modifikasi dalam beeberapa hal yaitu tidak hanya fokus dalam ilmu beladiri, akan tetapi mereka juga tetap melakukan beberapa hal yang ajarkan oleh Yin He, yaitu ilmu politik dan juga mereka masih melakukan swasembada pangan dengan menghasilkan hasil pertanian dan juga ilmu obat obatan, sehingga beberapa dari murid dari sekte bulan sabit sudah menjadi alkemis tingkat satu dan dua.
“Paman Mong, saya pamit untuk melanjutkan perjalanan, ada beberapa hal yang harus saya selesaikan, nantinya kalau saya sudah menyelesaikan tujuan saya, maka saya akan mampir kesini.” Yin He berpamitan kepada tetua Mong, langsung atau tidak langsung, Yin He disekte Bulan Sabit dipanggil sebagai tetua, panggilan ini adalah karena jasa dan beberapa ilmu yang diajarkan kepada anggota sekte ini.
Sedangkan ketiga Xiao bersaudara menjadi senior dari sekte bulan sabit, beberapa keahlian dalam pengintaian diajarkan oleh Xiao Yan, dan beberapa ilmu terkait dengan jebakan sihir dan segel diajarkan oleh Xiao Zhuang, Xiao Zhao juga tidak ketinggalan dengan mengajarkan ilmu medis yaitu tentang racun dan ilmu pengobatan.
Yin He dan ketiganya masuk kedalam sebuah kedai yang sepi dan kumuh, hanya seorang pelayan yang sudah rentah datang menyambut mereka sembari membersikan meja dan juga kursinya, Yin He dan ketiga duduk, di kedai itu hanya mereka berempat dan sepertinya desa tersebut sangat sepi sekali hanya sesekali orang lalu lalang di desa tersebut.
“Tuan kemana tujuan kalian, kenapa sampai kedesa ini.” Ujar lelaki renta tersebut. “Yin He jangan langsung jawab, sepertinya ada yang tidak beres dengan lelaki tersebut, tanya kembali apa yang mereka harapkan darimu, dan jangan banyak tanya.” Ujar Shi Ren dalam ruang jiwa Yin He.
__ADS_1
Saat Xiao Zhuang mau menjawab, Yin He kemudian menyelanya agar diam, dan Yin He mulai menjawab pertanyaan lelaki tua tersebut, “Apa yang tuan mau dari kami, kami tidak punya apapun.” Jawab Yin He tenang. Tiba tiba aura dari kedaipun berubah, begitupun dengan sang kakek, sekarang menampakan senyuman yang menakutkan, tatapanya tajam, dan bibirnya mendesis seperti ular, Yin He menyuruh ketiga Xiao bersaudara untuk diam.
“Kakak, sebenarnya kita dimana?” Bisik Xiao Yan yang ditujukan kepada Yin He, akan tetapi kedua adik adiknya masih mendengar bisikan mereka. “Kita berada dekat dengan hutan gerbang langit, disini adalah perkampungan para siluman, dan kakek tuan tersebut adalah siluman rubah tua, akan tetapi kalian tidak usah takut, jaga sikap kalian anggap ini hal yang biasa.” Ujar Yin He.
Sebelum kearah gerbang langit, aku harus bisa mendapatkan sebuah mustika, yaitu mustika langit, mustika itu berada digunung yang dijaga oleh ratusan siluman, kau lihat gunung disisi timur tersebut, disanalah mustika langit itu bisa ku temukan, seharusnya aku bisa menggantinya dengan mustika bintang, akan tetapi mustika tersebut aku gunakan untuk menjaga sebuah kaldera, yaitu kaldera bukit Mong.” Ketiga Xiao bersaudara tersebut tersentak sambil mengucapkan kata kaldera Mong dengan kompak, “Kakak, semua orang percaya bahwa kaldera mong hanyalah semua mitos belaka, sampai saat ini mereka belum pernah menemukan dimana letak kaldera tersebut, Yin He hanya tersenyum, dia menceritakan tentang dirinya sampai di kaldera tersebut, dan mengapa dia mempunyai wujud penjaga elemen.
Lelaki tua tersebut membawa minuman kemeja tempat Yin He dan ketiga Xiao berbincang- bincang, lelaki tua tersebut tersenyum dan mempersilahkan Yin He dan ketiga Xiao menikmati makan dan minuman. “Kalian makanlah, makanan ini adalah makanan manusia kalian tidak usah takut.” Ketiga Xiao yang sudah lapar langsung melahap
masakan yang ada didepanya.
Sebelumnya Yin He telah menekan lelaki renta siluman rubah dengan tekanan dari api suci kelima, yaitu api suci teratai hitam, sehingga siluman tersebut langsung tunduk dan tidak berani kepada Yin He. Hal yang berbeda dengan ketiga Xiao yang masih belum tahu bahwa siluman tua tersebut sudah ditundukan oleh Yin He.
__ADS_1