
Keempat orang dari teratai es langsung terpotong begitu saja oleh api level 4 yang sudah dipadatkan menjadi seperti nyala sebuah pedang.
Tetua keempat hanya terhenyak menatap tubuh keempat tetua yang lain yang masing masing menjadi 2 bagian.
Bau anyir darah membuat beberapa orang yang makan langsung muntah, rembesan darah juga menetes ke lantai 2 membuat semua orang langsung mual dan muntah karena bau anyir darah yang merembes dari laintai 3.
Tanpa dikomando mereka menyadari ada pertempuran yang sangat kuat, sehingga mereka langsung menyelamatkan diri masing - masing.
Chen Yi dan Bai Cuan tetap melanjutkan makan mereka, mereka berdua seakan tak terganggu dengan situasi yang berada didekat mereka.
Tetua Bong pun melesat kearah Nana, sebuah pukulan telak bersarang kearah tubuh Nana, akan tetapi pukulan tersebut hanya mampu menggeser tubuh Nana beberapa langkah kebelakang.
"Hanya segitu kekuatanmu tua bangka, seharusnya kau tidur nyenyak dirumah jaga cucumu, mengapa masih saja keluyuran di dunia persilatan ini." Ujar Nana dengan kata kata yang membuat kuping tetua Bong memerah.
"Gadis sialan, aku akan membalaskan dendam semua murid dan tetua yang kau bunuh."
"Nana, bawa dia kehutan tadi, jangan kau buat hancur penginapan ini, aku suka ayam bakarnya dan Bai Cuan juga suka araknya, jadi sayang kalo hancur." Ujar Chen Yi melalui telepati.
Nana yang mendengar hal tersebut mendengus kesal, Karena ayam bakarnya memang mengundang selerah, akan tetapi belum sempat dia makan, para pendekar teratai es telah datang dan membuat perkara.
"Orang tua jelek, aku akan meladenimu, kita cari tempat yang nyaman buat membunuhmu." Ujar Nana yang langsung menyerang dengan serangan bola api dan melesat terbang kearah dalam hutan.
Tetua Bong langsung menghindar dan dengan cepat mengejar Nana yang sudah sampai terlebih dahulu.
Tetua Bong mengeluarkan sebuah tongkat kayu kecil yang meliuk seperti tubuh ular, tongkat berwarna hitam tersebut langsung mengeluarkan hawa dingin yang membuat area tersebut langsung membeku.
Bahkan rumput yang diinjak Nana pun mrmbeku dan langsung hancur saat terinjak.
Nana langsung mengalirkan qi panas seluruh tubuhhnya menghalau suhu dingin yang membuat sekitarnya membeku.
"Kau tak akan bisa lari lagi gadis jal*ng, aku akan mengulitimu dan aku gantung digerbang sekte teratai es."
"Wwkwkwkwkkw tua bangka, masih saja kau bermimpi."
Tetua Bong langsung menggeram diangkatnta tongkatnya dan sebuah segel kecil kecil warna putih terang dengan rune keemasan menyebar kearah Nana.
Dan Belum sempat Nana menghindar, kakinya sudah di cengkram oleb rerumputan yang membeku sampai dengan pahanya.
Es yang merambat dipahanya sangat kuat sehingga Nana sama sekali tidak bisa menggerakan area kakinya.
"Kau tidak akan bisa terlepas dari es itu, dan sebentar lagi, seluruh tubuhmu akan membeku. Hahahahahahhaa." Ujar tetua Bong.
__ADS_1
Nana pun terkejut, es apa yang digunakan sehingga api tingkat 4 miliknya tidak sanggup untuk mencairkanya.
Nana mencoba sekali lagi, akan tetapi dia tidak bisa memusatkan Qi panas miliknya karena dia melihat tetua Bing telah melesat keaarahnya dengan kekuatan penuh dan mata yang ingin membunuh.
Arrrrggghhhhh...
Dalam kecemasanya Nana berteriak sekencang kencangnya sehingga, es berada disekitarnya terserab kedalam tubuhnya. dan pada saat yang bersamaan tongkat milik tetua Bong mengenai tubuhnya, tongkat tersebut bergetar dan seluruh energinya masuk kedalam tubuh Nana.
Nana adalah Peri dari jenis tumbuhan yang telah mencapai tingkat mutasi tertinggi, sehingga saat bertemu dengan Chen Yi dia berbentuk seperti Jamur dan dikenal dengan pelahap mimpi.
Saat Nana mengaktifkan tubuh sejati peri miliknya, Nana mempunyai akar roh istimewa, yaitu sebagai akar roh yang mempunyai saluran Vena Qi Panas dan Qi dingin.
Sedangkan akar roh dari Nana adalah pengendali alam, karena para peri mereka tidak mempunyai elemen karena mereka sendiri adalah elemen tersebut, seperti ada peri salju, peri api dan peri petir.
Dan saat tetua Bong menyerangnya dan dalam keadaan terdesak, Nana telah mengaktifkan penyerapan Nadi Es miliknya sehingga sekarang kedua nadinya langsung aktif.
Tetua Bong hanya bisa terpenranga, tongkat akar teratai es yang menjadi kebanggaanya kini hancur berkeping keping.
Mata Nana pun terbuka, yang membuat terkejut adalah mata tersebut berubah perak semua, membuat Tetua Bong mundur kebelakang.
Nana langsung melayang tinggi dan dari kibasan kedua tanganya, muncul panah panah es yang meluncur kearah tetua Bong.
Tetua Bong sendiri langsung menghindar kebelakang, tapi panah es tersebut terlalu cepat sehingga menggores pahanya.
Kemudian dia pun menarik tanganya ke belakang dengan semua tenaganya, semua panah panah dari Nanaz ditangisnya de ga bulatan bulatan es, dan beberapa bulatan es tersebut meluncur kearah Nana dengan cepat.
Disetiap bola bola es tersebut, ada bagian yang runcing sehingga selain mampu menghalangi panah panah es dari Nanaz juga mampu menembus pertahanan Nana.
Tapi hal tersebut tak membuat Nana mundur, dia langsing merentangkan kedua tanganya, tiba tiba seluruh tumbuhan yang ada didekatnya pun bergetar.
Dengan satu gerakan tanganya, semua daun daun pepohonan yang telah membeku langsung terlepas dari rantingnya dan meluncur kearah tetua Bong dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Tidak hanya itu, serangan daun daun es tersebut memblok semua gerakan dan juga pertahanan dari tetua Bong.
bahkan dari arah atas dan juga rerumputan dibawah pun dalam kendali Nana.
"Tidak mungkin, kekuatan pengendali esnya bisa sekuat ini." Bathin Tetua Bong dengan muka yang sudah pucat.
Jleb jleb jleb....
Tanpa menunggu lama, daun daun tersebut sudah menusuk hampir disemua tubuh tetua Bong, dan membuat tubuhnya punya langsung membeku.
__ADS_1
Nana pun dengan anggun langsung turun dan dan mendekati tubuh tetua bong yang telah membeku, dilihat dari ekspresi mayatnya, jelas terlihat aura tatapan penuh dendam dipadu dengan jerit kesakitan yang tertahan
Dengan sedikit Qinya, Nana menyentuh mayat tetua Bong dan
Bruukk..
Mayat tersebut pun hancur berkeping keping, suhu disekitar hutan tersebut pun sudah kembali seperti sedia kala, dan tubuh hancur dari tetua Bong sudah mulai mencair serta aroma darah memancing binatang buas pun kearah mayat tersebut.
Nana yang teringat dengan ayam bakar pesanananya pun langsung melesat kearah rumah makan, disana dia melihat Chen Yi dengan ekspresi kekenyangan dan juga Bai Cuan yang menghabiskan sisa sisa ayam bakarnya.
Dengan ekspresi marah, Nana pun melemparkan serangan panah es kearah Bai Cuan.
"Kurang ajar, kembalikan ayam bakarku." Teriak Nana, hal ini membuat Bai Cuan terlebih sebuah panah es melesat kearahnya.
"Hahahahhha. ku kira kau akan kehilangan selera makanmu setelah bertarung, jadi aku berinisatif menghabiskan ayam bakarmu."
" Dan juga salahkan pelayan dibawah, kenapa ayam bakarnya terlalu enak."
"Jangan banyak alasan kau." Ujar Nana yang langsung menyerang Bai Cuan, akan tetapi langsung di tahan oleh Chen Yi.
"Tenanglah Nana, aku sudah pesankan satu ekor rusa bakar spesia buat kamu, kamu jangan meributkan lagi ayam bakar yang dihabiskan oleh Bai Cuan." Chen Yi pun memanggil pelayan yang sedari awal sudah diberitahu untuk menyiapkan hidangan khusus Nana.
Ekspresi Nana pun langsung berubah tersenyum, matanya berbinar senang, wajah cantiknya pun tak sedingin sebelumnya.
"Terima kasih tuan, tuan sangat mengerti apa yang hamba inginkan."
Nana walaupun bertubuh ramping, akan tetapi soal makan jangan ditanya, seekor rusa hanya bisa mengganjal perutnya untuk beberapa saat, dan itupun tidak apa dari pada dia harus kelaparan.
Setelah beberapa saat dua orang pelayan datang membawa pesanan dari Chen Yi.
Setelah kedua pelayan tersebut selesai menatuh pesanan, Nana langsung menyantap rusa yang dipesan khusus oleh Chen Yi untuknya.
Dan tiba tiba datang seorang pria gendut kearah meja Chen Yi. "Tuan informasi yang tuan inginkan telah hamba dapatkan." kemudian lelaki tersebut memberikan beberapa gulungan kepada Chen Yi, dan setelah membuka dan membacanya Chen Yi pun tersenyum senang.
"Bagus sekali, jadi pendaftaran untuk pertandingan sudah dibuka mulai besok, dan ini adalah daftar nama orang dan spesifikasi kemampuan dan keahlian mereka."
"Baiklah karena kau membawa berita yang bagus, aku tambahkan beberapa ini buatmu." Kemudian Chen Yi melemparkan 1 kantong uang emas kepada lelaki gendut tersebut.
Bai Cuan pun melihat isi dari informasi yang didapatkan dari lelaki tersebut. dia sedikit terkejut karena kemampuan rata rata adalah di tingkat penguasa, bahkan ada yang di level sembilan puncak, sebentar lagi ke tingkat dewa.
Bai Cuan pun melihat kearah Chen Yi, tatapanya penuh tanya. "hahahhahaa jangan kau meremehkanku. walau aku dilevel 5 puncak, aku akan bisa mengalahkan di tingkat dewa sekalipun." Ujar Chen Yi lantang, dan perkataanya membuat Bai Cuan senang, karena dewa penghancur tidak akan pernah kenal takut.
__ADS_1
Bai Cuan membuka lembaran gulungan terakhir, dan matanya terbelalak melihatnya.
" Kita Semakin dekat dengan iblis bumi tuan." Chen Yi yang mendengar perkataan Bai Cuan hanya tersenyum dan mengangguk