LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Kitab Pedang Langit _ Jurus Segel Langit Bag.03


__ADS_3

Jingmi beberapa hari ini mengalami hal yang aneh di dalam tubuhnya, tubuhnya beberapa kali bergetar hebat dan reda dengan sendirinya dalam sehari ini, dan kemudian beberapa saat gemetar kembali, sampai dengan ini, tubuhnya tidak dapat menahan sakitnya, akan tetapi Jingmi diam dan terus menekan rasa sakitnya dengan melakukan semedi dan latihan pembentukan tulang, Pil pemberian Yin He tinggal satu, dan hari ini adalah hari untuk meminum Pil pemberian Yin He.


Sudah hampir 3 bulan Yin He belajar kitab pedang langit, akan tetapi belum ada tanda tanda bahwa Yin He akan kembali, rasa gelisa yang dirasakan oleh Jingmi, perasaan yang menjalar ini ditekan agar tidak mengganggu latihanya. “ Yin He adakah kau mengingatku?”


Sedangkan di Kaldera Mong, Yin He yang sedang berlatih tiba tiba berhenti, bayangan wajah Jingmi yang sudah lama tidak melintas dalam fikiranya, kini sangat dekat dipelupuk matanya.


Yin He yang sudah memasuki tahap master  tidak mengalami kendala dalam mempelajari jurus kedua dari kitab pedang langit, jurus ini adalah sebuah jurus yang menitikberatkan kepada ketenganan dan keganasan, tidak boleh ada keraguan dalam setiap gerakan dari jurus tersebut.


Kejadian tubuh Yin He yang tiba tiba ambruk dan tidak sadarkan diri adalah karena ada sebuah keraguan yang melintas dalam hatinya, hal ini membuat lautan spirit yang ada dalam tubuhnya bergejolak, sehingga membuat tubuhnya tidak kuat menahan ledakan spirit yang terlalu banyak, akibatnya tubuh Yin He langsung ambruk dan Pingsan.


Yin He meneruskan latihanya untuk bisa menembuh level esense, untuk menyelesaikan latihan ini maka akan ada roh penjaga kitab ini  yang keluar untuk mengujinya dan satu satunya cara agar Yin He bisa naik tingkat adalah harus mengalahkan roh penjaga kitab pusaka.


Mata Yin He menerawang, sekarang satu satu pengganggu kosentrasinya adalah wajah Jingmi yang selalu melintas dalam fikiranya, hal ini yang terkadang membuat Yin He frustasi, dan tidak tahu apa yang harus dilakukan olehnya untuk menghilangkan bayangan wajah Jingmi yang mondar mandir dalam otaknya.


***


Han Bing berlarian menuju aula utama Sekte Wisma Giok bersama ketiga Wei bersaudara,  disana telah bekumpul tetua Tuoli dan kelima tetua lainya, Han Bing dan ketiga Wei bersaudara segera membungkuk dan memberikan hormat kepada para tetua.


“Maafkan saya Tetua Tuoli dan para tetua yang lainya, hamba tidak tahu kalau ada hal yang penting hari ini.”  Tuoli mengangguk dan berbicara kepada Han Bing, bahwa barusan Wisma Giok menerima sebuah permohonan misi  tingkat B, misi ini adalah misi untuk mengawal tuan putri dari bangsawan  Mu, yang akan melakukan perjalanan kekaisaran Song untuk melalukan transaksi perdagangan, rencananya keluarga Mu akan membuka sebuah penginapan dan rumah makan serta beberapa pekerjaan yang lainya.


“Kalian tenang saja, putri bangsawan Mu bukanlah seorang sosok putri biasa, dia juga menguasai elemen angin dan juga jurus pedang keluarga Mu, akan tetapi ayahnya tuan besar  Mu Fang tetap meminta bantuan kepada Wisma Giok untuk mengawal putrinya tersebut sampai didaratan Song, setelah sampai disana, tunggulah beberapa waktu sampai dengan situasi disana stabil dan juga bisnis tuan Mu berjalan dengan aman, apakah ada pertanyaan?”

__ADS_1


“Baiklah tetua, berapa anggota yang harus saya bawa tetua?” Tetua Tuoli hanya tersenyum, diikuti tawa para tetua yang lain, “Kau hanya berangkat bersama ketiga Wei bersaudara, kami yakin itu akan cukup untuk melindungi tuan  Putri Mu sampai disana.” Ujar tetua Xioa.


“Senior Bing, aku juga mau kau memberikan misi sepenuhnya kepada Wei Yanzu, Wei Hanzu serta Wei Ryuza, karena ketiganya , jika berhasil melewati misi ini, aku akan mengangkat ketiganya menjadi senior di Wisma Giok ini.” Ujar tetua Tuoli disertai anggukan dari kelima tetua lainya.


Ketiga Wei bersaudara langsung membungkuk hormat dan serempak mengucap, “Terima kasih atas kepercayaan dari tetua.”


“Kalian berempat segera bersiap siap, karena besok pagi pagi kalian harus segera berangkat dan sampai kediaman Tuan Mu sore hari, lusa kalian baru berangkat.”  Ujar tetua Xiao  dijawab dengan hormat oleh kempatnya.


Keseokan harinya Han Bing sudah bersiap siap menunggu di gerbang Wisma Giok, naga meah miliknya masih melingkar dan tertidur di lehernya. Tidak lama, ketiga Wei bersaudara pun telah tiba, dan Han Bing memutuskan mereka untuk terbang agar tidak lama diperjalanan, Han Bing pun melesat diikuti oleh ketiga Wei bersaudara.


“Senior Bing, apakah nanti di kerajaan Song kita bisa dengan tetua Yin He, kami sudah  rindu dengan tetua Yin He.”Ujar Ryuza


“Semoga kita ada waktu untuk bisa mencari tetua Yin He, karena kita bisa belajar banyak hal dari tetua Yin He.” Ujar Hanzu yang di ikuti anggukan oleh Yanzu dan Ryuza, Han Bing hanya tersenyum, kemudian dia menceritakan tentang bagaimana Yin He sekarang saat menghadapi kekuatan dari Selir Hua Xun,  Han Bing sendiri menilai bahwa kekuatan dan juga spirit dari Yin He meningkat pesat, Hal ini membuat ketiga Wei bersaudara semakin ingin bertemu dengan Yin He.


“Rumahnya  besar banget.” Gumam keempatnya dalam hati, mereka segera bertanya kepada penjaga bahwa mereka dari Wisma Giok , segera penjaga tersebut masuk dan melapor kepada Mu Fang, dengan segera Mu Fang segera menyuruh penjaga tersebut membawa keempatnya menemuinya, Mu Liao Yi yang mendengar bahwa para mengawal yang didatangkan dari Wisma Giok. Mu Liao Yi adalah seorang pendekar wanita dengan kemampuan di level Jendral Petarung Perak, elemen yang dikuasai adalah elemen angin.


“Aku harus tahu sejauh mana pada calon pengawalku, takutnya mereka malah merepotkanku dikemudian hari.” Mu Liao Yi  segera melesat dengan menyerag Han Bing dan ketigaWei bersaudara.


Pukulan yang mengagetkan tidak mengurangi kesigapan dari Ryuza yang berada didepan, dengan cepat dia menangkit pukulan dari Mu Liao Yi  dan memberikan sebuah serangan balik, mendapat serangan balik, putri dari bangsawan Mu pun segara bangkit dan melesat lebih cepat dari sebelumnya, Ryuza segera melesat dan menangkap tangan dari dari putri Mu Liao Yi dan memelintirnya dan kanan, membuat perempuan tersebut menjerit kesakitan, dan dengan cepat Ryuza membanting tubuhnya.


Dengan cepat, pengawal bangsawan Mu mengepung Putri Liao Yi yang memang menggunakan pakaian serba hitam dan juga menutup wajahnya dengan kain hitam juga, sehingga tidak ada satupun yang mengira, bahwa sosok yang barusan dibanting oleh Ryuza adalah Putri Xioa Yi.

__ADS_1


Bangsawan Mu Fang, langsung menghentikan pengawalnya saat akan memukul tubuh sosok yang berbaju hitam tersebut. ‘Cukup, lepaskan, dia adalah putriku.” Serentak saja pengawal tersebut gemetar dan ketakutan minta maaf kepada Mu Fang.


Mu Fang segera menghampiri putrinya dan membantunya bangkit, akhirnya putri Mu Liao Yi membuka penutup mukanya, Han Bing dan ketiga Wei bersaudarapun terkejut dan segera mendekat kepada Mu Fang atas kejadian ini, akan tetapiu Mu Fang malah tersenyum, pilihanya tidak salah untuk meminta bantuan kepada Wisma Giok untuk menjaga putrinya ke daratan Song.


Mu Liao Yi akhirnya setuju dengan pilihan ayahnya, dia juga tidak bisa menyalahkan ayahnya semua karena untuk keselamatanya sendiri. Setelah melihat kemampuan Ryuza yang mampu mengalahkanya dengan cepat, Mu Xioa Yi yakin bahwa kemampuanya Ryuza dan yang lainya berada di tingkat raja petarung tingkat emas  atau bahkan mungkin mereka telah melangka ke kaisar petarung. Setelah itu Han Bing dan ketiga Wei beristirahat untuk persiapan perjalanan mereka kedaratan Song , Han Bing memilih untuk bermeditasi untuk menyerap hawa murni dan demikian pula dengan yang dilakukan oleh Hanzu, Yanzu dan Ryuza.


*******************


Yin He yang sudah memasukin level esense jurus segel langit menyadari akan adanya perubahan pada dirinya, hal ini menandakan bahwa ujian oleh penjaga kitab pusaka pedang langit akan segera dimulai, dan benar saja , sebuah hembusan harus menerpa tengkuk Yin He, sebuah tangan halus mulai menyentuh tengkuk dan leher Yin He, sebuah rasa yang menghangatkan mengalir dari sentuhan itu, aroma tubuh yang begitu iya kenal sekarang sangat dengan tubuhnya, Tubuh Yin He bergetar manakala lehernya mengalir akibat goresan sebuah kuku yang sangat tajam.


Yin He segera menggengam dan membanting sosok tubuh tersebut, tubuh perempuan tersebut melayang jatuh hingga wajahnya tertutup wajahnya, dari tanah terlihat aliran darah yang mengalir, kemungkinan adalah kepada dari perempuan tersebut sebuah batu akibat tubunya yang dilempar paksa oleh Yin He.


Gadis tersebut merintih kesakitan, jeritan yang tertahan membuat hati Yin He bergetar, tahu bahwa tangisan tersebut adalah tangisan dari gadis yang selama ini menganggu kosentrasinya dalam latihan, gadis yang tidak tahu mengapa Yin He walau hanya melihatnya tapi membuat hatinya berdebar dan bergetar.


Hati Yin He semakin sakit saat gadis yang menangis benar adalah Jingmi, perasaan bersalah membuat Yin He bergetar, melihat gadis yang ia selalu fikirkan, akan tetapi saat hatinya dirasuki  perasaan yang tidak dapat dimengerti sosok jingmi tersebut bangkit dan melayang menghantam tubuh Yin He dan menendang serta membuat luka yang dalam serta membuat tubuh  tersungkur  dalam keadaan yang mengenaskan.


Fikiran Yin He ingin sekali membalas dan menangkis serang gadis tersebut, akan tetapi hati Yin He tidak ada kemauan untuk menyakiti, semakin dia ingin memaksakan untuk menyakiti sosok Jingmi, maka sakit dalam hatinya mengalahkan sakit yang diderita oleh tubuhnya.


Sosok Xia Yuan dan Shi Ren tidak bisa berbuat apapun, suara mereka pun tidak bisa lagi didengarkan oleh Yin He. Sosok Yin He terus terkulai dan tanpa perlawanan, sampai akhirnya dia melihat senyum di sudut bibir sosok Jingmi, “Senyum itu bukan senyum Jingmi, walau tubuh  berbentuk tubuh Jingmi tapi aku tahu itu bukanlah dia.” Hati Yin He menemukan titik kebenaran sosok yang ada dihadapanya, semua terasa nyata akan tetapi ini harus segera diselesaikan, atau Yin He harus mengulang kembali.


Yin He mengepalkan kedua tanganya, dia fokuskan kedua tanganya menjadi sebuah pedang, dengan melonta ke arah sosok Jingmi, Yin He menyerang dengan kecepatan penuh, dengan sigap sosok Yingmi juga mengelak, dan mengeluarkan seluruh cakram yang dipunyai, ribuan cakram tersebut menyerang Yin He dengan kecepatan cahaya. Yin He terus menghindar dan meyabetkan tanganya, kekuatan sabatanya langsung membuat semua cakram langsung menjadi abu.

__ADS_1


“Kuncinya aku tidak boleh meragukan apapun, hatiku harus teguh.” Dengan cekatan dia menebas kesegala arah, termasuk tubuh Jingmi, sosok tubuh Jingmi pun terpotong dan membuat semuanya kembali seperti semula. Setelah semuanya berakhir Yin He hanya tertunduk dan menyadari 1 hal, “Aku tidak boleh jatuh cinta sebelum aku bisa melindunginya.” Ujar Yin He


__ADS_2