
Guru Han Seng terkejut dengan kilatan sebuah pedang yang muncul secara tiba tiba dan,
Sllllassshhh...! Guru Han Seng sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi, pedang yang muncul dihadapan Chen Yi secara tiba tiba, dan sekarang pedang tersebut melesat dengan cepat kearahnya.
Cttinnngggg.. terdengar sebuah benturan dan pedang milik Chen Yi pun keluar haluan dan tidak mengenai Guru Han Seng.
Sekarang turun dua orang yang sama pakaianya dan turun mendekati Guru Han Seng.
Dua orang tersebut adalah Guru Besar Bu Shang dan Guru Besar Han Dong, merek bertiga langsung bersiap dengan kuda kuda saat Guru Bu Shang membisiki sesuatu pada Guru Han Shen.
Chen Yi berkosentrasi dan dengan menjentikan ujung dari telunjuknya, maka pedang Hati Es segera melesat kearah tanganya.
Dan dengan cepat Chen Yi segera mengerahkan kekuatan aura langit, pedang Hati Es memancarkan sinar yang berkilau dan hawa yang menekan dengan sangat kuat.
"Chen Yi, hentikan emosimu, dengan posisimu sekarang para iblis tersebut akan segera bisa menemukanmu." Ujar Chang Mao.
"Bukannya sekarang pada iblis tersebut ada dihadapanku?"
"Bukan, dia bukan iblis, mereka adalah manusia biasa, aku juga tidak tahu mengapa mereka menyerangmu."
"Jangan gunakan pedang tersebut, atau kau akan melihat banyak kerusakan yang diakibat oleh pedang mu."
Chen Yi mengangguk, kini dia menggunakan cakram dari ibunya, membuat ketiga guru besar dihadapanya sekarang mengerahkan seluruh kekuatanya.
Cakram milik Chen Yi mendengung seperti lebah mengitari seluruh tubuh dari Chen Yi.
Dengan cepat Chen Yi segera melesat dan diikuti oleh cakram cakram yang mendengung menyerang tiga orang didepanya.
Dengan cepat ketiga guru besar tersebut langsung membuat formasi perlindungan, akan tetapi kekuatan yang dialirkan oleh Chen Yi pada cakram cakram tersebut tidak terbatas.
Pedang para guru tersebut berdenting saat berhadapan dengan cakram cakram milik Chen Yi.
Chen Yi sendiri terus berkosentrasi sambil memainkan jurus untuk melawan ketiga orang yang sekaranh ada dihadapanya.
Chen Yi segera memutar tangan gerakam dari Cakram tersebut seperti mengikuti formasi tangan yang diputar oleh Chen Yi.
Ketiga Guru Besar tersebut nafasnya ngos - ngosan karena seakan tidak diberi kesempatan bernafas oleh Chen Yi.
Sedangkan disisi Chen Yi, karena jurus jurusnya tidak mampu untuk menembus formasi ketiga orang di hadapanya.
__ADS_1
Membuat Chen Yi secara tidak sadar mangaktifkan ketiga api suci milik ayahnya yaitu Yin He.
Cakram miliknya langsung berkobar sangat panas, kobaran dari cakram cakram tersebut langsung mengejutkan Kakek Sion yang langsung menggunakan sebuah formasi pemindahan ruang dan waktu.
Beruntung Kakek Sion langsung menyelamatkan ketiga guru tersebut dengan ruang dan waktu.
Jika tidak, api suci milik Chen Yi langsung menbakar ketiganya.
Melihat ketiganya menghilang dari hadapanya, membuatnya Chen Yi kebingungan atas menghilangnya mereka.
Dengan segera Chen Yi kembali ke paviliun rih bintang, disana dia memikirkan tentang pertarungan barusan.
"Mereka bukan iblis, akan tetapi mengapa mereka menyerangku, atau mereka mempunyai maksud tertentu dengan ku?"
**** pertemuan pada guru besar****
Semua Guru Besar duduk dihadapan mereka adalah Mahaguru Sion dan Tetua Xiao, mereka menunggu ketiga guru yang sehabis bertarung,
Tidak lama kemudian ketiga sudah masuk kedalam pertemuan, mereka bertiga mencerikan betapa kuatnya kekuatan dari Chen Yi.
"Kalian sudah tahu kekuatanya, dan sampai saat inu kita masih blum tahu, dia akan menggunakan praktisi dewa atau Iblis."
Semua guru besar terdiam, dan memang mereka telah melihat sendiri bagaimana seorang Chen Yi melakukan itu semua.
*** /// ***
Semua murid terkejut karena dibeberapa bagian perguruan mereka hancur sepertinya terjadi saat semua tertidur.
Kha Chung dan Beng Ong juga terkejut saat mereka mengetahui adanya keramaian didisi barat dan selatan dari gedung perpustakaan.
Para senior semuanya memerintahkan semuanya untuk kemvalindan berlatih lagi, karena ini akan menjadi bagian dari tim invenstigasi yang sudah dibentuk oleh perguruan.
"Semuanya dengarkan, bereskan ini semua sebelum pertandingan besok." Tetua Xioa langsung memerintahkan semuanya beraktifitas seperti biasanya.
Chen Yi yang terbangun agak siang masih bengong karena kha Cung dan Beng Ong juga tidak ada di paviliun.
"Kemana mereka, kok ga biasanya mereka keluar gak ngajak aku." Gerutu Chen Yi
Tidak lama kemudian kedua kakaknya kembali ke paviliun, mereka melihat Chen Yi duduk sendirian, mereka segera menghampiri nya.
__ADS_1
"Yi er, kamu baru bangun tidur? diluar sangat rame, sepertinya semalam perguruan kita ada yang bertarung, akan tetapi sampai saat ini tidak ada yang tahu siapa yang semalam bertarung?"
Chen Yi hanya tersenyum kecut, sebenarnya dia ingin memberitahu kepada kedua kakak tingkatnya terkait siapa yang melakukan pertempuran semalam.
Di segera meninggalkan kedua kakaknya kareka Chen Yi takut jika Kha Chung bisa mendengar apa yang ada dalam fikirannya.
"Apakah aku harus memberitahukan kepada Kakak Kha Chung dan Beng Ong, tapi aku takut hal ini membuatku semakin tidak bisa berrgerak bebas, mending aku diam, dan menunggu waktu yang tepat."
"Persiapan pertandingan final kurang sehari lagi, aku harus menyiapkan diri untuk semua itu." Ujar Chen Yi.
Chen Yi kemudian mendatangi aula pelatihan, dia tidak mendapatkan ruang pelatihan terbaik karena sudah di tempati oleh Tong Feng.
"Sepertinya Tong Feng berlatih dengan keras, aku senang sekali jika ada lawan yang kuat membuatku bersemangat."
Chen Yi akhirnya menyewa kamar yang biasa, walau agar jauh dari inti batu jiwa langit atau bunga tujuh bintang, yang terpenting hari ini Chen Yi bisa melatih penegembangan dirinya.
Setelah dia berada dalam ruangan pelatihan khusus, dia langsung mencoba untuk melatih jurus pedang hati es.
Jurus yang sempat dia hentikan karena ketakutanya akan dirinya dikejar kejar oleh para iblis.
Kini dengan membuat keputusan yang baru, dia harus berani mengambil resiko jika para iblis akan menemukanya.
Oleh sebab itu, Chen Yi kini lebih menyiapkan diri secara fisik dan mentalnya untuk menghadapi semuanya.
Didalam ruangan pelatihanya dia mencoba untuk mennggunakan metode penggabungan antara jurus pedang yang berada di fikiranya dengan dia pelajari saat ini.
Beberapa jurus yang berada dalam fikiranya adalah jurus pedang langit dan jurus matahari.
Oleh Chen Yi dia akan belajar menggunakan jurus matahari dan juga dia mempelajari tentang api suci yaang ada dalam dirinya.
Dalam pertempuran semalam, Chen Yi sangat terkejut saat mengetahui dalam dirinya ada banyak sekali peninggalan tubuhnya yang masih belum dia ketahui.
Saat ini dia fokus berlatih dengan yang dia ingat terlebih dahulu, yaitu Jurus matahari dan jurus pedang langit.
Tidak butuh waktu yang lama untuk dia mengingat jurus pedang peninggalan ayahnya.
Kini dia telah menguasai jurus pedang langit dengan sempurna, dan juga pengendalian tubuh dewa api, sehingga keduanya kini telah dengan mudah dikendalikan oleh Chen Yi dengan sangat mudah.
Chen Yi Merasakan adanya getaran yang aneh tersebut. aura dalam tubuhnya meningkat drastis, dan kini tubuhnya memantulkan 4 cahaya dari 4 senjata langit
__ADS_1