LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Jalan Terang Tetua Lembah Es Jian Lie Bag.02


__ADS_3

Saat melihat Xuan Jing meninggal dengan tragis, Jian Lie tertawa lepas, dan tanpa disadarinya beberapa orang menyerangnya dari belakang, termasuk Han Bing dengan anggota Wisma Giok yang lainya ikut mengepungnya, dengan cepat Jian Lie segera mengeluarkan hawa dingin, akan tetapi di tahan dengan aura pnas dari Han Bing, dan pertempuran pun tidak dapat dihindari akhirnya Han Bing dan Jian Lie pun bertukar puluhan jurus, karena Jian Lie termasuk baru masuk dalam dunia pendekar, sehingga masih belum bisa mengerti cara memperhitungkan kekuatan lawan, dan juga kurang dalam strategi dalam pertempuran, hal ini membuat Han Bing dengan cepat langsung menyarangkan beberapa pukulan kearah Jian Lie, dan juga seragan jurus tarian elang api membuat dada Jian Lie sesak akibat pukulan yang bertubi tubi, dengan cepat di membuat seluruh tempat membeku, dan dengan cepat Jian Lie meninggalkan pertempuran, baginya telah membunuh Xuan Jing, akan tetapi Jian Lie sadar kalau kemampuanya jauh dibahwa pendekar yang lain, maka dia harus mempunyai jurus yang sangat kuat. Jian Lie teringat dengan kitab jurus pengendali darah pemberian gurunya. “Aku akan lebih kuat dari sekarang.” Gumam Jian Lie sambil memegang dadanya yang teramat sakit.


Dendam begitu bergemuruh didada Jian Lie, walaupun dia sudah membunuh Xuan Jing akan tetapi kemarahanya terhadap keluarga Xuan masih membara, terlebih lebih kekalahan yang diakibatkan oleh Han Bing membuat dia memutuskan untuk mempelajari jurus terlarang dari kitab yang diberikan oleh gurunya.


Jian Lie tidak mengindahkan nasehat sang guru yang melarang mempelajarinkitab tersebut saat masih ada rasa dendam didalam dirinya, karena hal tersebut akan memicu jiwa kegelapan menguasainya, akan tetapi amarah serta ambisi waktu itu telah merasuk kedalam fikiran Jian Lie sehibgga tidak ada seseorangpun yang mampu merubah keputusanya itu.


Jian Lie mencari sebuah tempat yabg cocok sekali untuk melakukan pelatihanya, sebuah tempat yang sunyi dan sepi tidak ada gangguan dari manapuan, setelah beberapa saat dia mencari tempat akhirnya dia berdiri disebuah bukit yang tinggi, dihadapanya sekarang terpampang sebuah lembah yang dipenuhi oleh salju abadi, hal ini membuat Jing Lie senang, dengan segera dia melesat kearah lembah yang dimaksud tersebut.


Ternyata tidak mudah bagi Jian Lie untuk memasuki wilayah lembah es tersebut, selain medannya yang sangat terjal, dan banyak siluman yang mendiami wilayah tersebut, akan tatapi dengan tekad yang kuat membuat Jian Lie berhasil mencapai puncak dari lembah es, Jian Lie menemukan sebuah gua yang sangat cocok dia berlatih , dan yang paling mengejutkan dia menemukan sebuah batu giok rembulan yang berwarnah putih kehijauan, kekuatan yang dimiliki oleh giok rembulan ada dia bisa menata ulang meridian dan melancarkan peredaran darah dan juga memaksimalkan penyerapan hawa murni, dengan cara meditasi atau tidur diatasnya.


Jian Lie juga menemukan jurus pedang es tunggal, adalah jurus pedang es yang melegenda, dimana jurus pedang ini banyak ditakuti oleh para pendekar.


Jian Lie akhirnya memutuskan untuk mempelajari jurus terlarang pengendalian Darah, karena menurutnya pengendalian darah adalah paling terkuat sehingga menjadi jurus terlarang, padahal Jian Lie tidak menyadari, kenapa pengendalian darah menjadi jurus terlarang, karena dalam pengendalian darah, para pengendali akan memasuki alam fikiranya terlebih dahulu dan harus mengalahkan jiwa hitamnya, jika sbeluk dia mempelajari pengendalian darah, dengan banyak kemarahan, balas dendam dan sebagainya maka saat bertarung dengan sisi gelap dirinya bisa saja akan kalah dan dirinya dikuasai sepenuhnya oleh sisi gelapnya.


Jika sisi gelapnya mengusai sang pengendali maka yangvada adalah balas dendam dan pembantaian, oleh sebab itulah jurus ini dinamakan jurus terlarang dan tidak semuanya bisa untuk melawan sisi gelap dirinya masing masing.


Jian Lie membuka kitab jurus pengendali darah dengan pelan pelan, sebenaranya ada sedikit keraguan dalam dirinya, mengingat pesan yang dikatakan oleh gurunya, akan tetapi amarah dan dendam telah mengusainya sehingga dia buang jauh jauh keraguanya dan langsung dengan serius mempelajari satu persatu dari jurus tersebut. Banyak sekali pengertian dan pemahaman dari inti jurus pengendalian darah yang tidak dipahami sehingga pengertian dan pemahaman yang didapatkan oleh Jian Lie berakibat fatal, banyak titik peredaran energi cakranya yang tidak beraturan membuat nafasnya sesak sekali setiap kali menggunakan jurus pengendali tersebut, walaupun terdapat banyak kesalahan terkait pemahaman nurus tersebut, secara garis besar jurus tersebut telah dikuasai oleh Jian Lie, dan hal yang paling tidak Jian Lie sadari adalah tingkat kegelapan jiwanya sudah hampir menguasai dirinya.


Ada keuntungan Jian Lie tidak memahami beberapa inti penting penguasaan jurus pengendalian darah tersebut, yaitu jiwa kegelapan dirinya tidak sampai mengambil kuasa penuh atas dirinya, sehingga sisi kemanusiaanya masih terlihat di wajah yang sekarang berubah diselimuti kegelapan.


Setelah Jian Lie menguasai jurus pengendali darah, dia mempelajari jurus pedang es tunggal, berkat dari pelatihan dan meditasi diatas giok rembulan, aliran cakranya dapat sedikit disembuhkan akan tetapi tidak semua, dan juga meridian dan kekuatan hawa murninya sangat besar.


Setelah jurus pedang tunggal telah ia kuasi semuanya maka, di Ingin mencoba jurus jurus yang telah ia pelajari selama ini, salah satunya adalah dia mendatangi keluarga Xuan dan membunuh semua keluarga Xuan sampai tidak ada tersisa, anak anak dan perempuan dari keluarga Xuan dibantainya, dan setiap ada pendekar yang dia temui langsung diajak duel, hal ini membuat namanya langsung terkenal dengan Dewi Es kematian.


Akan tetapi di sisi lainya, yaitu jiwanya yang masih belum dikuasai sisi gelapnya, Jian Lie menolong wanita wanita yang terlantar atau para korban pemerkosaan, sehingga dia mendirikan sebuah sekte Lembah Es, setelah beberapa tahun lamanya dia sudah menjadi yang paling disana.


Akan tetapi karena belum puas dan juga atas lamarannya terhadap Han Bing dia mencari lelaki dari Wisma Giok yang telah mengalahkanya dan hampir membuatnya celaka, oleh sebab itu dia menyerahkan kepemimpinan Lembah Es kepada murid kepercayaanya selama dia melakukan pengembaraan mencari Han Bing.


Selama beberapa lama mencari keberadaan Han Bing, akhirnya Jian Lie menemukan Han Bing sedang makan dan beristirahat di penginapan teratai, dimana waktu itu Yin He yang masih berumur 7 tahun juga beristirahat disana.

__ADS_1


Jian Lie yang melihat Han Bing tenga beristirahat di penginapan teratai langsung menyerang dengan hawa dingin yang membuat lantai dipenginapan tersebut langsung dilapisi es, kalu saya lapisan es tersebut datar tidak akan mungkin menjadi masalah yang berarti akan tetapi lantai es tersbeut bagaikan hamparan karpet putih yang berduri sangat tajam dan keras.


Han Bing sangat terkejut dengan kekuatan yang dimiliki oleh Jian Lie, dibandingkan beberapa tahun yang lalu jauh berbeda, Jian Lie yang sekarang sepertinya tidak dapat diremehkan oleh siapapun. Dan benar saja, Han Bing pun dapat dikalahkan dengan mudah oleh Jian Lie, seandainya saat itu Yin He tidak menolong Han Bing, maka niscaya Han Bing hanya tinggal nama, Jian Lie yang saat itu merasa paling kuat karena belum ada satupun pendekar yang mengalahkannya sejak dia menguasai jurus pedang es tunggal dan jurus pengendali darah, akan tetapi saat Jian Lie berhadapan dengan Yin He, yang saat itu masih berumur 7 tahun, dapat mengalahkan Jian Lie, perbedaan umur inilah yang membuat Jian Lie merasa sangat terpukul dan terhina, dikalahkan oleh seorang anak kecil seperti Yin He.


Yin He yang saat itu tidak sadar bahwa dirinya telah mengaktifkan jurus pengendalian darah paun harus merasakan akibatnya yaitu energi jiwa kegelapan merasukinya.


Sejak kegagalanya membunuh Han Bing, dan ditambah dengan kekalahanya dengan Yin He, hal ini merupakan pukulan yang teramat berat bagi Jian Lie, apalagi sejak dikalahkan oleh Yin He, kemampunya telah dilumpuhkan oleh Yin He. dan bertahun tahun Jian Lie hidup dengan sangat menderita dengan keadaanya, dia harus bersembunyi untuk menghindari para musuhnya yang berniat membalaskan dendam, sampai dengan suatu hari dia menemukan seseorang yang menolong mengembalikan kekuatanya, akan tetapi, Jian Lie yang jiwanya tidak stabil karena kekalahanya membuat cara berfikirnya seperti orang tidak waras, dan sering kali dia berhalusinasi, sejak itu dimendapatkan julukan pendekar gila.


**


Saat sesampainya di Sekte Wisma Giok, Wei Ryuza dan Wei Hanzu menemui para tetua wisma giok untuk menyampaikan berita terkait bangkitnya pangeran kegelapan, masih ingat kejadian beberapa saat yang lalu, sekte iblis menyerang sekte Wisma Giok untuk merebut Spirit Phonix Api, akan tetapi oleh Yin He dapat diatasi.


"Ryu er, mengapa kau kelihatan gelisah, apakah ada lagi yang ingi kau sampaikan kepada kami? Ujar Ketua Xiao, yang melihat perubahan diraut wajah muridnya.


"Maafkan saya sebelumnya tetua, saat saya akan sampai diperbatasan Sekte Wisma Giok, saya sedang melihat pertempuran yang sangat sengit, dan setelah saya tau yang bertempur adalah seorang wanita, yaitu Jian Lei."


"Setelah itu bertempur denganya dan saya memenangkan pertempuranya, tapi sekarang Jian Lie saya bawa ke Sekte Wisma Giok, dan saya ingin menyembuhkanya, karena setelah saya lihat dimasa lalunya dan dendam yang teramat sangat sehingga jiwa gelapnya mempengaruhinya." Semua tetua terdiam, tidak mudah untuk memustuskanya, karena ada banyak hal yang harus dijaga.


Tetua Tuoli pun bangkit dari duduknya dan meminta Xuan Yuan untuk menahan amarah dan emosinya, karena sangat tidak terpuji, sesworamg dalam keadaan yang tidak berdaya tapi kita membunuhnya." Ujar Tuoli.


"Maaf Tetua, ibu, kakak dan adik perempuan saya juga tidak berdaya telah dia bunuh semua? harusnya semua impas, dan inilah saatnya." Wajah Xuan Yuan berkaca kaca, dia menangis tertunduk mengingat semua keluarganya dibantai oleh Jian Lie.


"Tenanglah Xuan Yuan, Jian Lie akan mendapatkan balasanya, akan tetapi kita tidal bisa menghukumnya atas dari permintaan kamu, tapi semua orang disini harus terlibat, adakah yang mempunyai usul?" Ujar tetua Tuoli.


Tetua Xiao mengusulkan pendapatnya, dia meminta untuk Wei Ryuza mengobati dalam artian jiwa kegelapanya dihilangkan, akan tetapi kekuatanya tetap disegel, kita lihat wanita ini dasarnya baik atau menang jelekz dan apa yang menjadi motif awalnya, kalau dengan demikian kita juga tidak akan pernah menyesal dengan keputusan yang kita ambil." Ujar tetua Xiao.


Semua terdiam dan tidak ada yang menyangkal pendapat tetua Xiao, karena apa yang diungkapkan oleh tetua Xiao benar adanya, atas hal ini membuat Wei Ryuza dapat bernafas dengan lega, dia ingin membuktikan apa yang ada dalam fikiran orang orang tersebut tidak benar tidak selamanya seseorang yang jahat itu dasaranya sudah jahat, mungkin karena lingkungan atau tersakit membuat dia mempunyai jiwa kegelapan.


Akhirnya tetua Tuoli menyetujui usulan dari tetua Xiao, teknis cara pengobatanya akan diserahkan kepada Wey Ryuza dan dibantu Wei Hanzu, dan semua tetua dan anggota senior akan mengawasi jalanya pengobatan, dan sesuai dengan keputusan yang ada, maka memuatan dari Jian Lie akan disegel sampai waktu yang tidak ditentukan.

__ADS_1


setelah seharian Jian Lie yang terkena efek ilusi mulai sadarkan diri, kenangan tentang putrinya pun kembali melintas dan berteriak teriak memanggil putrinya dengan kencang, semua orang di paviliun wisma angin sudah mengerti, karena Wei Ryuza dan Wei Hanzu telah membicarakan tentang Jian Lie kepada anggota yang lain.


Wei Ryuza kemudian masuk dalam kamar Jian Lie, Wanita tersebut tersentak dan menatap penuh amarah kepada Wei Ryuza, akan tetapi Wei Ryuza tetap tenang dan mencoba mengajak Jian Lie berkomunikasi dengan tenang.


Wei Ryuza ditemani oleh tetua Tuoli, bertanya kepada Jian Lie, akan tetapi di hiraukan, akan tetapi saat Ryuza bersimpati tentang keadaan putrinya yang telah tiada, tiba tiba mata Jian Lie nanat, bulir bulir air matanya menetes mengalir dipipinya, sebuat raut kesedihan nampak sangat jelas, Wey Ryuza berhasil menyentuh hati terdalam Jian Lie, menyentuh hati seorang ibu adalah dengan anaknya.


Jian Lie melunak, dia menjawab beberapa pertanyaan kecil Wei Ryuza, setelah beberapa saat, karena pembicaraan Wey Ryuza dengan Jian Lie mencair, senyuman yang sangat manis tersungging di bibir wanita tersebut.


Akhirnya Jian Lie mencurahkan semua kekesalanya, amarahnya kepada Wei Ryuza dan tetua Tuoli, dengan sangat halus juga Wei Ryuza menanggapi pembicaraan dan mencoba memberikan sedikit pencerahan atas apa yang terjadi.


"Bibi Lie, sungguh kalo saya jadi bibi, apa mungkin setegar bibi, tapi mungkin dewa tahu kalau bibi adalah orang yang kuat, dan juga sebagai pembalasan atas karma kehidupan masa lalu putrimu, dan semoga nantinya dia akan menjadi putrimu lagi dimasa yang akan datang." kata kata dari Wei Ryuza sangat lembut dan mendalam, membuat hati Jian Lie yang selama ini mendakan perhatian dari orang lain tentang masalahnya, dan semua hanya perhatian permasalah dari diri mereka masing masing, dalam masa tertekan dan kesendirian inilah datang bisikan bisikan dari jiwa gelap yang mengajaknya untuk melakukan pembalasan atas sakit hatinya yang selama terpendam.


Wei Ryuza menawarkan untuk bisa mengendalikan sisi gelap Jian Lie, dia menerangkan atas semua hal yang dialami Jian Lie semata mata pengaruh dari Jiwa Gelap, apa lagi setelah dia mempelajari kitab pengendali darah.


Ryuza menjelaskan apa yang harus dilakukan dan dihadapi oleh Jian Lie nantinya saat dia bibawah menuju alam bawah sadarnya, Jian Lie pun mengangguk mengerti apa yang harus dilakukanya. "Tenanglah aku akan disampingmu, nanti kamu harus mendengarkan kata kataku." Ujar Wei Ryuza.


Wei Ryuza menempelkan telapak tanganya dipunggung Jian Lie, dan Jian Lie sendiri memusatkan kosentrasinya agar bisa masuk kedalam alam bawah sadarnya, asap putih keluar dari telapak tangan Ryuza yang menempel dipunggung Jian Lie, sedangkan Jian Lie sendiri masuk kedalam alam bawah sadarnya, dia berjalan masuk kedalam sebuah taman tapi taman yang sangat mengerikan , tatanan bunga yang sudah hancur, bunga dan alang alang tumbuh menyatu, dan yang membuat Jian Lie terkejut meihat adalah sesesok wanita yang tak lain adalah dirinya sendiri. Dan sosok tersebut manatap dengan tajam ke arah Jian Lie.


"Mau apa kau kesini, cepat pergi kau wanita ******." tatapan yang sangat tajam diarahkan oleh wanita yang menyerupai Jian Lie, sedangkan Jian Lie sendiri merasa gentar dan terhuyung sendiri dan jatuh. "Bangunlah Bibi, ini aku Ryuza, yakinlah kau tidak sendiri, taman ini adalah hati dan dirimu, tapi kau lihat sendiri dia menghancurkanya, yang kau butuhkan adalah tekad dan keyakinan." Jian Lie mengenggam erat tanganya sendiri kemudian bangkit dan menyerang wanita yang mirip dengan dirinya, dia adalah sisi gelap hatinya.


Pertarungan pun dimulai, Jian Lie mengerahkan semua kemampuanya begitu pula dengan sisi gelap dari Jian Lie akan tetapi karena tekad dan keyakinan yang snagat kuat membuat sisi gelap Jian Lie pun tersungkur.


"Kurang kau, akan aku habisi kau." Ujar sisi gelap Jian Lie, tapi Jian Lia tidak takut dengan hardikan yang di lontarkan sisi gelapnya, dengan cepat dia menggunakan pedang es tunggal untuk mengalahkan jiwa gelapnya, dan benar juga apa yang dilakukanya membuahkan hasil, saat mengayunkan jurus pedang es tunggal. Dan, tubuh dari sisi gelapnya pun hancur, taman yang gelap kini hancur berantakan.


Nafas Jian Lie kini tak beraturan, tubuh nya bergetar, dia telah mengalahkan dirinya sendiri yaitu sisi kegelapan. sekarang sleuruh meridiannya terbuka tapi karena tenaga dan spiritnya masih disegel dia masih tidak bisa melakukan apapun.


Wei Ryuza mengakhiri aliran tenaganya, dan tersenyum. Kini Jian Lie kembali dan menatap ke Jian Lie. wajah Jian Lie lebih bercahaya dari pada sebelumnya.


Tetua Tuoli pun mencoba berbicara dan menanyakan masa lalunya dan juga Han Bing yang dia cari, akan tetapi Jian Lie hanya menghela nafasnya, hanya tatapan nanar dan air matanya yang menetes. "Aku yang salah, aku pantas dihukum, bagi yang ingin membunuhku aku bersedia dihukum, aku dulu hanya menuruti kemarahanku." Ujar Jian Lie.

__ADS_1


"Beberapa lagi aku akan mengadakan pertemuan untuk membahas bagaimana cara menghukummu." Tetua Tuoli memang sengaja langsung ke arah point hukuman Jian Lie, dia ingin mengetahui sejauh mana tanggapan Jian Lie, kalau dia hanya berbohong maka dia akan bertanya mengapa, akan tetapi kalau dia sadar pasti akan menangis dan menerima.


" Baiklah tuan, aku akan menunggu dan menerima apapun hasilnya." Ujar Jian Lie


__ADS_2