LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Kitab Pedang Langit - Jurus Segel Kematian


__ADS_3

Yin He terbangun dari tidur, gelisah membayang dari raut mukanya "Kenapa wajah Jingmi muncul terus, bahkan dalam mimpi, sebenarnya apa yang terjadi dengan Jingmi."


Yin He melangkah keluar, dia melihat kakek Huang yang sedang semedi "He'er itu namanya jatuh cinta, kau sedang tertarik dengan lawan jenismu." Ucap kakek Huang mengejutkan Yin He, "Maksud kakek apa? dan siapa yang jatuh cinta kek?" Jawab Yin He asal


Kakek Huang hanya tertawa, akan tetapi hati Yin He bertanya tanya, apa benar dia sedang jatuh cinta, tapi kata paman Han Bing.., Sudahlah aku fokuskan dulu pelatihanku.


Kakek Huang membuka matanya, dia mengerti betul kegelisahan Yin He, "Kakek paham dengan apa, yang kau rasakan, lebih baik kau fokus terlebih dahulu pada pelatihamu."


Yin He mengangguk pelan, kemudian kakek Huang mengambil sesuatu dari ruang hampa miliknya, diserahkanya sebuah kitap berwarna emas, dengan sampul buku terukir seekor naga yang melingkari sebuah pedang, naga hitam dengan sisik emas kemarahan, sedankan pedang tersebut yang terlihat hanya pada ujung pegangan pedang seperti sebuah mustika.


"Yin He selama bertahun tahun aku menjaga kitab ini, dan selama itu juga guru dan kakek guruku juga menjaga kitab ini, aku adalah generasi kesembilan menjaga kitab ini, ini adalah kitab langit." Yin He menerima buku tersebut, dipandanginya sampul buku tersebut, "Kakek, apakah kakek sudah pernah membuka dan mempelajarinya?" Tanya Yin He pada kakek Huang,


"Tidak ada yang bisa membuka kitab ini bahkan mempelajarinya, kecuali yang ditakdirkan., jadi kau sudah tau sendiri kan jawabnya?" Tanya kakek Huang, Yin He hanya menggelengkan kepalanya.


Kakek Huang hanya menghela nafas, masa hal segitu aja Yin He tidak paham. "Ini gara gara Jingmi, anak muda kalau sudah urusan hati jadi lupa diri.


"Maksud kakek, kakek belum pernah membukanya apalagi mempelajarinya, kakek sudah pernah mencoba membukanya, tapi tidak pernah bisa, sejak melihatmu sewaktu mengalahkan kera merah digunung siluman, aku melihat segel yang dibuat kakekmu di perutmu, akan tetapi saat kita berjumpa pertama kalinya aku melihat segel lain yang disegel kakekmu yaitu segel naga, Sejak saat itu aku selalu memperhatikanmu." Ujar kakek Huang.


"Kitab pedang langit ini mempunyai tiga jurus, masing masing mempunyai tiga level Pemula , Mahir dan Esense."


" Dan masing masing Jurus didalam kitab langit itu adalah, Jurus Segel Kematiaan merupakan jurus dengan level paling rendah, sedangkan untuk menengah adalah Segel Langit dan yang paling tertinggi yaitu jurus Segel Surgawi." Ujar kakek Huang.


Yin He mencoba menbuka buku kitab langit, tangan Yin He sudah berada di atas sampul buku tersebut, dan


Blaarrrrrr....!

__ADS_1


Sebuah sinar emas kemerahan memancar dari buku tersebut, ukiran naga yang melingkar pada sebuag pedang tiba tiba bergerak dan hilang, sekarang Yin He benar benar bisa melihat seutuhnya pedang pada sampul kitab pedang langit.


Saat Yin He menyentuh ukiran pedang tersebut, maka sebuah bayangan seperti hologram masuk kedalam kepala Yin He, proses masuknya jurus dalam kitab langit tersebut memakan waktu lama, tidak.seperti kitab jurus matahari dan kitab langit.


"Beruntung anak ini sudah mempelajari kitab langit dan kitab matahari, kalau tidak dia akan cacat seumur hidupnya, kau memang anak naga Yin He." Bathin Kakek Huang manakala melihat Yin He yang menahan rasa sakit yang teramat sangat, saat kitab pedang langit memasuki ingatan dikepalanya.


Karena rasa lelang yang teramat sangat, sehingga Yin He enggan membuka matanya dan tertidur sampai pagi menjelang.


"Kak Yin He, bangun, ayo cepat bangun." Yin He setengah sadar mendengar suara wanita yang sedari semalam ingin dilihat wajahnya sekarang suaranya begitu dekat.


Byuurrr..!!!!


Jingmi tertawa manakala, Yin He dan ketiga Xiao bersaudara disiram air oleh kakek Huang. "Kalian cepat mandi sekarang, ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian." Ujar Kakek Huang.


Setelah selesai makan kakek Huang memulai pembicaraan, "Sebenarnya ini adalah pelatihan yang aku khususkan untuk Yin He, karena hanya dia yang bisa membuka buku pusaka kitab pedang langit, dan semalam kau telah berhasil menyerapnya dengan baik." Sambil menatap keara Yin He.


"Aku telah menyiapkan sebuah tempat yang cocok untukmu berlatih, ditempat tersebut kekuatan hawa murnimu akan bisa meningkat drastis begitu juga dengan cakra cakramu, semakin cepat kau berlatih maka semakin cepat pula kau bisa mengambil pedang langit tersebut."


"jurus pedang langit akan lebih maksimal jika menggunakan pedang langit itu sendiri, akan tetapi jika kau menggunakan pedang langit dengan tidak memakai jurus pedang langit, maka kekuatanmu yang akan terserap oleh pedang langit, kau bisa mati karenanya, oleh sebab itu aku kesini mencegahmu masuk ke gerbang langi sebelum kau menguasai jurus tersebut."


"Sedangkan kau Jingmi, kau harus melakukan pembentukan tulang terlebih dahulu, agar kau lebih kuat dan bisa belajar seni beladiri menggunakan pedang."


" Dan untuk kalian bertiga perdalam langkah spirit pedang kalian selama kalian disini, aku akan membimbing kalian." Ujar Kakek Huang kepada ketiga Xiao bersaudara.


Kemudian Yin He berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri ketiga Xioa bersaudara, "Aku menemukan beberapa kitab jurus sakti dari menara emas, sewaktu aku memeriksa beberapa lorong yang ada sana."

__ADS_1


Untuk Xiao Zhao, kau menpunyai pedang darah dengan spirit pedang adalah naga emas, ada kemiripan jurus dari spirit naga emas dengan pedang darah, yaitu sama sama menekan jiwa dari musuhnya, pedang darah akan membangkitkan kenangan terpahit dari musuh, sedangkan spirit naga emas akan menambahkanya dengan dunia bayangan, keduanya memiliki kesamaan yaitu untuk menekan spirit musuh. Dan Jurus ini adalah Syair Perebut Jiwa, kau sendiri tau kan betapa dahsyatnya pengaruh syair ini?" Xiao Zhao tersenyum bahagia seraya mangambil kitab syair perebut jiwa dari tangan Yin He.


"Terima kasih kakak dan kakek guru." Xiao Zhao membungkuk hormat.


Untukmu Xiao Yan, untuk melengkapi jurus bayangan seribu dan ini adalah sebuah kitab yang sepertinya belum dipelajari oleh menara emas, karena kitab ini tersegel disalah satu kotak yang berada dalam tumpukan, kitab ini adalah Jurus Amukan Badai, aku belum membuka buku ini, takut akan terserap olehku, semoga ini cocok buatmu." Yin mengeluarkan bukubyang dimaksud dan memberikanya kepada Xiao Yan.


"Dan kau Xiao Zhuang, aku memenukan beberapa gulungan sihir yang mungkin akan menambah kemampuanmu, semoga kau berkenan." Xiao Zhuang tersenyum sumeringah menerima 3 gulungan sihit dari Yin He.


"Dan untuk Jingmi, ini ada 3 Pil penguat tulang, mungkin bisa mempercepat pembentukan tulang agar segera bisa berlatih pedang." Yin He memberikanya kepada Jingmi.


Setelah selesai memberikan kitab dan pil kepada ketiga Xiao bersaudara dan Jingmi, Yin He dan Kakek Huang melesat dengan cepat kearah tempat yang akan menjadi tempat pelatihan Yin He.


Yin He dan Kakek Huang melesat dengan kecepatan cahaya dan setelah 2jam perjalanan, Yin He dikejutkan dengan apa yanh dilihatnya.


"Kakek, ini kaldera mong, aku pernah masuk sekali, dan berlatih disana di danau darah." Kakek Huang terkejut kalau Yin He sudah pernah masuk kedalam Kaldera Mong, Yin He sendiri hampir lupa dengan kaldera mong.


"Baiklah Yin He kakek tinggal dulu, semoga secepatnya kau bisa mengusainya, karena pangeran kegelapan pun sudah tidak lama lagi akan muncul." Yin He pun paham dan mengerti apa yang dimaksud oleh kakek Huang.


Dengan cepat kakek Huang pergi meninggalkan Yin He sendirian diatas kaldera mong ini, Yin He sendiri masih mengingat-ingat cara masuk kedalam kaldera mong.


"Dulu aku tidak tahu perisai merah keemasan ini, ternyata ini adalah aura dari naga langit." Bathin Yin He.


Yin He pun terbang kearah barat, dan terlihat sebuah pusaran merah tempat masuk kedalam kaldera mong.


Yin He segera masuk dengan meluncur turun melalui pusaran tersebut, sebelumnya dia telah mengeluatkan aura naganya sehingga dia tidal ada kesulitan menembus perisai dari kaldera mong.

__ADS_1


__ADS_2