
Setelah mereka cukup beristirahat, Yin He dan Xiao Zhuang memimpin pencarian gerbang hampa tersebut, setelah beberapa saat menunggu agar purnama tepat berada di atas kepala mereka, mereka menelusuri aliran dari dari sungai tersebut, “Waktu kita tidak banyak Zhuang er, ayo kita segera bergerak lebih cepat.”Ujar Yin He dan diikuti oleh Xiao bersaudara dan juga Jingmi.
“Tunggu dulu, sepertinya ada yang bergerak di sungai tadi, kita kembali lagi.” Ujar Jingmi, saat mereka kembali kearah titik yang ditunjukan oleh Jingmi. Mereka melihat gelembung gelembung air muncul dari bawah sungai tersbeut, lama kelamaan, gelembung tersebut semakin besar, dan muncul sebuah sinar putih yang memancar kuat keatas, hal ini membuat Yin He dan semuanya terkejut, “Kakak, ini waktumu untuk masuk kedalam gerbang hampa, waktu kita tidak lama, cepat!” ujar Xiao Zhuang sambil menepuk pundak Yin He yang masih tertegun melihat gelumbung gelembung dari dasar sungai tersebut.
Yin He segera bersiap untuk memasuki gerbang hampa, dia menyiapkan ketiga api suci untuk bisa masuk ke gerbang hampa, dengan cepat Yin He melesat kearah cahaya putih dari dasar sungai, Tubuh Yin He lenyap bersamaan dengan cahaya putih yang memancar dari dasar sungai, tidak ada percikan air dan suara apapun saat Yin He masuk kedalam sungai, air sungai kembali tenang, gelembung gelembung pun tidak tidak lagi muncul kepermukaan sungai.
Jingmi dan ketiga Xiao bersaudara tetap menunggu di tepi aliran sungai tersebut, dan berharap yang terbaik buat Yin He, sedangkan Yin He yang tubuhnya telah masuk kedalam gerbang hampa, tubuhnya terhampar disebuah lembah yang sangat hijau dengan pemandangan yang sangat menawan, burung burung berkicau dengan riangnya, kuku kupu yang memamerkan keanggunan dan keindahan sayapnya, bunga bunga mekar menhampar bagaikan permadani yang sangat indah, Yin He berjalan dan terus berjalan sampai pada disuatu tempat yaitu disebuah ikut yang gersang,dengan ranting dan dahan pohon yang mengering rumput yang terinjak oleh Yin He bagaikan dahan kering yang patah, sungguh pemandangan yanng sangat kontras dengan pemandangan yang ada disekitarnya, disana ada seorang gadis kecil yang sedang menangis, aura iblis yang terpancar sangatlah kuat, membuat bulu kuduk Yin He berdiri, tak berhenti disitu, saat Yin He menginjak rumput kering dan suara rumput kering terdengar oleh gadis kecil tersebut.
Mata gadis tersebut langsung memandang Yin He dengan tatapan yang sangat dingin, ada aura kuat yang membuat Yin He bergetar, bukan aura membunuh, akan tetapi lebih menekan jiwa paling dalam Yin He itu sendiri, gadis kecil itu berubah ekspresinya tersenyum sendiri dan tertawa, Yin He semakin negri melihat tatapan dan perubahan pola sikap dari gadis kecil tersebut, aura hitam tersebut sangat kental terasah.
__ADS_1
Tiba tiba Yin He dikejutkan dengan bola bola hitam dari mulut gadis kecil tersebut dan langsung menghantam kearah Yin He, bola bola hitam tersebut saat ditangkis oleh Yin He bagaikan bola bola ilusi,akan tetapi saat terjatuh ketanah atau mengenai benda apapun, bola bola tersebut langsung meledak dengan kekuatan api yang sangat dahsyat.
Yin He menahan dengan sisik naga air yang akan tetapi ledakan tesebut sangat kuat hingga membuatnya terpental jauh keluar dari tanah yang gersang, saat melihat Yin He terpental, tangis bocah tersebut sangat menyentuh, seoalah olah ada rasa yang sangat bersalah kepada Yin He, Yin He sendiri mencoba bangun, akan tetapi tubuhnya terlalu lemah terkena ledakan dari bola bola hitam.
Yin He mengeluarkan pedang matahari dan bulan, gadis kecil tersebut menampakan ekspresi muka yang tidak bersahabat, sepertinya dia sangat tidak suka dengan pedang rembulan dan juga pedang matahari tersebut, dengan jurus segel kematian Yin He langsung menyerang gadis kecil tersebut, akan tetapi gadis tersebut ternyata memiliki kemampuan dan kekuatan yang lemah, kekuatanya malah lebih dibandingkan dari kekuatan Yin He itu sendiri, kedua orang pun langsung terlibat pertarungan sangat sengit, hanya suara pedang yang beradu yang terdengar, akan tetapi karena kecepatan jurus yang mereka berdua miliki, membuat mata biasa atau pendekar dengan lever pertapa pun maish belum bisa mengikutinya.
Tubuh Gadis tersebut memancarkan cahaya dan sebuah batu jade langit merah muncur dari seberkas sinar tersebut, gadis tersebut bangkit, seluruh lukanya menutup, darah yang mengalir tiba tiba hilang. “Terima kasih anak naga, kau memberikanku sebuah pencerahah, bukan karena kesaktian pedang rembulanmu yang membuatku jatuh, akan tetapi karena pancaran hatimulah yang membuat pancaran pedangmu dapat mengalahkan sisi gelapku, ambilah batu ini agar kau bisa kegerbang selanjutnya, segera keluar dari tempat ini, atau kau akan terkurung bersamaku selamanya.” Gadis tersebut langsung melangkah dan meninggalkan Yin He, dia membuat lingkaran ditanganya, dan sebuah terlihat dilingkaran tersebut, Jingmi dan ketiga Xiao bersaudara sedang menunggu Yin He.
“Pergilah anak naga, dan api suci tersebut telah resmi menjadi milikmu, mulai saat ini akan bersatu dengan auramu, pergunakan dengan bijak dan arif.” Yin He segera melesat kelingkaran yang dibuat gadis tersebut. Jingmi yang sejak tadi memperhatikan gerakan sungai tersebut terkejut saat gelembung gelembung air mulai bermunculan dan sebuah cahaya putih memancar dari dalam sungai tersebut, setelah beberapa lama, sebuah bayangan keluar dari pusaran gelembung air tersebut, bayangan tersebut adalah Yin He dan disambut dengan suka cita oleh Jingmi dan Xiao bersaudara.
__ADS_1
Yin He melesat mendekati Jingmi dan ketiga Xiao bersaudara, dia menyerahkan batu jade warna merah ke Xiao Zhuang, “Ini adalah kunci menuju gerbang ketiga, apakah besok kita kesana?” Ujar Yin He.
“Baiklah kakak, akan aku pelajari langsung formasi batu ini, semoga jaraknya tidak jauh, jika waktu yang dibutuhkan cepat.” Ujar Xiao Zhuang, semuanya langsung beristirahat untuk melakukan perjalanan besok, Yin He memilih untuk bermeditasi menyelaraskan energi dari 3 api suci kedalam hawa murninya, hawa murni Yin He sangatlah luar biasa, beberapa tahab lagi akan mencapai dewa petarung.
Dari puluhan meter jauhnya dari atas awan, ada beberapa dari iblis hitam mengawasi Yin He mereka memberikan informasi kepada raja iblis hitam melalui kaca pengintai mereka, “Hahahahahaha persiapakan upacara kebangkitan pangeran kegelapan, dengan tercabutnya pedang langit, maka segel pangeran kegelapan juga akan terbuka, dan saat itulah sekte iblis hitam akan berjaya kembali hahahahahahahahaha.”
__ADS_1