
Pangeran Kegelapan masih dalam perjalanan untuk membangkitkan para pengikutnya, sekarang dia menuju kesebuah ngarai yang indah, ketiga iblis kuno yang mengikutinya pun terbelalak, "Pangeran kalau tidak salah dugaan hamba, pangeran akan membangkitkan kembali iblis "Kelelawar Api dan Kelelawar Es? kedua iblis kembar yang mempunyai pengendalian lebih kuat dari pada kekuatan penjaga elemen? tapi apakah meraka akan mau untuk bergabung dengan pangeran?" Ujar Zhangfeng kepada pangeran kegelapan.
"Kalian lihat saja nanti apa yang akan aku lakukan nanti." Ujar pangeran kegelapan. mereka pun terus menyusuri ngarai yang dibawahnya mengalir tenang aliran sungai yang indah.
Setelah beberapa saat mereka tiba disebuah dinding tebing yang curam dan lembab, dengan sekali hantam oleh pengeran kegelapan dinding tersebut hancur dan ternyata terdapat celah sebuag gua yang tersembunyi, kemudian mereke berempat memasuki gua tersebut, dan terus berjalan menuju dalam gua tersebut dan mereka berhenti tepat disebuah dua batu hitam yang sangat besar dihadapanya.
Dengan segera Feng Tian ( Pangeran Kegelapan) membentangkan busur saktinya kearah dua batu hitam yang sangat besar, dengan sekali bidik, anak panahnya mampu menghancurkan dua buah batu besar hitam tersebut hingga menjadi butiran butiran kecil, setelah ledakan berakhir, munculah dua buah cahaya merah dari kedalaman lubang yang tertutupi batu hitam tersebut, akan tetapi walaupun sama sama memancarkan warna dan aura yang sama, akan tetapi hawa yang dikeluarkan berbeda, sebelah kanan menacarkan hawa panas yang teramat panas, sedangkan disisi kiri mmancarkan hawa dingin yang teramat dingin, dan Feng Tian ( Pangeran Kegelapan) merapalkan sebuah mantra yang membuat agin berhembus dari dalam lubang tersebut kencang sekali, dan setelah itu bayangan melesat dari kedua lubang dan sekarang berdiri di hadapan pangeran kegelapan.
“Pangeran kegelapan, akhitnya kamu bebas juga, dan aku kira kau tidak ingat kepada kami.”Sepasang lelaki dengan postur dan wajah yang sama tertawa, suaranya menggema disela sela ruang gua. Feng Tian (pangeran kegelapan) pun mendekat. “Selamat datang kembali Hong Bianfu sang raja kelelawar api dan Bai Biangfu sang raja kelelawar es, aku ingin menawarkan kerja sama kepada kalian, dan mohon maaf atas sikapku di masa lalu yang tidak megindahkan peringatan kalian, akan tetapi kali ini kalian akan aku angkat menjadi dua penasehat aku, bagaimana, apa kalian setuju?” Hong Bianfu dan Bai Bianfu saling panjang, masih ada keraguan yang membuat mereka belum memberikan kepastian jawaban, karena teringan dimasa lalu, saat pertarungan dengan naga langit, Feng Tian (Pangeran Kegelapan) tidak mengindahkan peringatan dari kedua raja kelelawar tersebut, akan tetapi setelah beberapa saat mereka mendengarkan penjelasan dari Feng Tian (Pangeran Kegelapan) akhirya mereka bersedia bergabung, dan mereka langsung mendapatkan perintah untuk pergi ke daratan Tang untuk menebar teroor dan juga jiwa kegelapan, dimana mereka juga akan mencari pengikut yang sebanyak banyaknya.
__ADS_1
Hong Bianfu dan Bai Bianfu segera mengangguk dan memberi hormat sebelum mereka terbang meninggal kan pangeran kegelapan dan ketiga iblis kuno tersebut, “Pangeran memang hebat saya tidak menyangka bahwa kekuatan dari pangeran masih bisa menundukan dua iblis yang dulunya paling disegani, apakah sekarang kita kembali kemarkas atau pangerang ingin mencari keberadaan dari iblis yang lain.” Ujar Zhangfeng.
Feng Tian ( Pangeran Kegelapan ) pun menjelaskan bahwa dirinya akan membangkitkan beberapa iblis yang dianggapnya berperan aktif dalam nantinya saat perebutan kekuasaan tidak hanya di empat daratan akan tetapi dia akan menyerang ke dunia asura dimana tempat sang naga langit berada, dia akan menuntaskan dendam yang selama ini dia pendam.
“Maaf pangeran, bukanya sang naga langit sekarang sudah menjadi naga penjaga pintu langit, apakah kita tetap akan tetap memburunya, sedangkan sekarang tugas untuk menjaga daratan ini dan juga dunia asura diserahkan kepada anak naga tersebut.” Ujar Zhanfeng,
“Hahahahahaha, walaupun dia adalah anak yang membawa takdir langit, akan tetapi aku yakin kekuatanya tidak ada apa apanya dibandingkan dengan kekuatanku, setelah aku berhasil menyerap mutiara iblis maka aku akan menjadi raja iblis.” Feng Tian ( Pangeran Kegelapan) langsug bergegas menuju ke arah barat mengikuti arah matahari terbenam.
“Ryu er, mungkin ini adalah sosok tetua lembah es “Jian Lie” sosok yang dikalahkan guru Yin He saat pertama kali bertemu dengan paman Han Bing, saat itu guru masih berumur 9 tahun, dan paman Han Bing yang menggunakan jurus Tarian Elang Api pun tak sanggup menghadapinya.” Ujar Wei Hanzu kepada adiknya Wei Ryuza.
__ADS_1
“Aku juga baru ingat, berarti perempuan ini adalah Jian Lie yang setelah bertempur dengan guru menjadi gila, dan benar saja, dari kelakuanya sepertnya dia masih belum sadar dari gangguan jiwanya.” Ujar Ryuza.
“Tapi Jangan salah juga, sepertinya kekuatanya semakin kuat, dan kau lihat disekelilingnya barang yang tersentuh olehnya akan langsung otomatis membeku, dan dengan seenaknya dia tinggal menghancurkan patung patung musuhnya yang telah menjadi es tersebut hingga hancur berkeping keping.” Kedua Wei bersaudara tersebut melihat dengan seksama, akan tetapi dia dikejutkan dengan beberapa pendekar yang dikenalnya , mereka ada adalah para anggota dari Wisma Giok, mereka langsung mengepung kearah tetua lembah es tersebut, “Bukanya itu adalah Paman Xuan Yang, kita harus segera membantunya.”Ujar Wei Ryuza, akan tetapi segera dicegah oleh kakak pertamanya Wei Hanzu. “Sabarlah Ryu Er, kita lihat situanya sebentar, kita juga tidak ingin paman Xuan Yang terpecah kosentrasinya.
Xuan Yuan adalah pendekar dengan pengusaan elemen angin, dan menjadi pembimbing Wei Ryuza saat pertama kali dia masuk ke Wisma Giok, oleh sebab itu wajar bagi Ryuza mencemaskan kondisi dari Xuan Yuan.
Jian Lie yang terkepung oleh para anggota Wisma Giok tersenyum lantang, dia menyebut nyebut nama Han Bing dan Yin He berulang ulang dengan tatatapan mata yang sangat tajam dan menakutkan, Jian Lie langsung menebarkan hawa dingin dan membentuk bongkahan bongkahan es dengan ujung yang runcing dan ditebarkan ke arah semua musuh yang sekarang mengelilinginya. Para anak buah Xuan Yuan sebenarnya sangat kewalahan karena musuh yang dihadapinya, karena kekuatan Jian Lie sekarang sangat besar**.**
Slassshhhh.....
__ADS_1
Sebuah pisau daun mengenai pipi dari tetua Jian Lie, akan tatapi hal ini malah membuat putri Jian makin mengamuk. Dan tiba tiba kelima anak buah dari Xuan Yuan berdiri kaku, mata melotot dan tidak bergerak, sekujur tubuh mereka bergetar hebat, dan lama lama tubuh mereka mngeluarkan banyak darah dari semua lubang mereka, mulai satu persatu anggota dari Xuan Yuan pun meninggal dengan kondisi yang amat mengenaskan.