
Han Bing beserta rombongan segera berangkat, pertarungan dengan perampok tersebut tidak berpengaruh apapun dipihak Han Bing, pengawal mereka tidak ada yang terluka maupun terbunuh, Han Bing juga sudah menilai terkait dengan kemampuan dan analisa dari ketiga Wei bersaudara, kesigapan mereka dalam mengetahui situasi yang gawat juga sudah sangat bagus, sehingga nantinya saat mereka kembali ke Wisma Giok, maka rekomendasi untuk menjadi anggota senior akan direalisasikan.
Han Bing dan rombonganya melanjutkan perjalanan menuju Daratan Song, Han Bing sekarang hanya melihat dari tengah barisan, karena barisan depan dipimpin langsung oleh ketiga Wei bersaudara, melihat hal ini, membuat Mu Liao Yi semakin tertarik dengan salah satu dari Wei bersaudara.
Sementara itu dikaldera mong, Yin He kini sudah mencapai tahab esense untuk pelatihan kitab pedang langit Jurus Segel Nirwana, pencapaian pada titik ini membuat tubuhnya sangat ringan akan tetapi mempunyai kekuatan yang sangat besar.
Yin He memejamkan matanya, ia merasakan hal yang aneh disekitarnya, biasanya jika penjaga dari kitab pedang langit yang akan keluar maka, sesuatu hal terjadi ditubuhnya, akan tetapi ini berbeda, membuat Yin He benar benar berhati hati, karena tekanan dari aura yang belum diketahui tersebut sangatlah besar.
Yin He mundur kebelakang beberapa langkah, hembusan angin diwajahnya barusan membuat goresan luka diwajahnya, hal ini menandakan bahwa aura yang menekan tersebut bukanlah dari orang sembarang, hanya hembusan angin dapat membuat tubuhnya terluka, pusaran angin tiba tiba terbentuk didepan Yin He, rona cahaya kemerahan terpancar dari dalam pusaran angin tersebut, hal ini membuat Yin He langsung mengalirkan energi hawa murninya untuk menekan energi dari pusaran yang semakin membuat tubuh Yin He bergetar.
__ADS_1
Pusaran angin tersebut semakin menguat, dan tiba tiba seberkas sinar merah menyambar tubuh Yin He, akibat sambaran tersebut mengakibatkan tangan dan tubuhnya di penuhi sayatan luka yang dalam. “ Sial , mengapa tubuhku tidak mampu menahan seranganya.” Yin He kemudian menggunakan petir alam dikombinasikan dengan energi angi, sehingga terbentuklah sebuah pusaran angin yang sangat kuat dengan energi petir yang menyambar nyambar didalamnya, kedua pusaran tersebut bertemu dan sebuah dentuman yang keras seperti sebuah ledakan yang maha dahsyat terjadi, membuat Yin He yang berada dibelakang pusaran angin tersebut, ikut terkena imbasnya, tubuhnya terpelanting jauh kebelakang, sekarang luka yang dideritanya semakin banyak dan dalam, akan terapi dengan keadaan tersebut, Yin He mencoba tetap tenang akan tetapi pusaran angin semakin memancarkan sinar merah yang semakin kuat, dan membuat sekitarnya hancur luluh lantak.
Setelah sinar kemerahan tersebut meredup, dan juga pusaran angin tersebut perlahan lahan lahan menghilang, sesosok bayangan wanita yang membuat mata Yin He terbelalak. Sosok yang selama ini hanya muncul dalam memory kakek Xue Zhao, sosok wanita tersebut hanya memandang Yin He dengan tatapan kosong tapi pancaran kekuatanya tidak dapat diukur oleh Yin He, hati Yin He bergetar sakit dirasakan oleh Yin He karena mengapa dalam kondisi seperti ini dia harus menghadapinya, “Ibu.” Kata kata Yin He tersekat, hanya air mata yang menetes, suara Yin He tertahan tanpa bisa dikeluarkan.
Berbeda dengan Yin He yang hanya bisa meneteskan air mata, akan tetapi sosok ibunya melesat dan menyerang Yin He, sinar merah menyala digengaman tanganya dan diarahkannya tepat ke arah dada bagian jantung Yin He, Yin He hanya terdiam, tidak ada sama sekali perasaan atau keinginan untuk menyerang atau menghindar pukulan sosok ibunya, yang ada adalah saat itu adalah nama ibunya yang terucapa di bibirnya.
Yin He terus memejamkan matanya, dia merasakan hawa yang sangat panas mengarah ketubuhnya, akan tetapi lama dia menunggu hawa panas tersebut tidak menyentuh tubuhnya, melainkan semakin lama semakin hilang, Yin He membuka matanya, dia melihat sosok ibunya kini berdiri didepanya, tatatapnya tidak lagi kosong, akan tetapi nanar dan tiba tiba sosok ibunya tersebut mengeluarkan air mata, Yin He hanya tertegun tidak berani untuk melakukan hal apapun karena dia takut ini permainan dari penjaga kitab pedang langit.
Akhirnya Yin He memberanikan diri untuk memeluk sosok Xue Lin, “Hangatnya, perasaan ini apakah benar dia ibuku?” Tanpa terasa airmata Yin He dan Xue Lin saling menetes, kemudian keduanya larut dalam kerinduan yang sangat dalam. Kehangatan, dekapan dan kasih sayang seorang ibu yang tidak pernah dirasakan oleh Yin He, hari ini terbayar sudah, Xue Lin juga mendekap anak yang tidak pernah didekapnya setelah melahirkan.
__ADS_1
“Selamat Yin He akhirnya kau bisa mengusai tingkat segel nirwana, dengan ini kau juga bisa memanggil jiwa pendekar yang sudah meninggal untuk menjadi spiritmu, dan satu hal lagi, yang ada didekatmu adalah jiwa dari ibumu yang berapa di liontin naga, saat ibumu mengandungmu, liontin naga juga menyerap jiwa ibumu, sehingga tubuhnya sangat lemah saat mengandungmu, kau sendiri sudah tahu kan? Ingatan kakekmu pasti sudah teringat semuanya, dan jiwa ibumu adalah spirit yang paling kuat, karena jiwa ibumu sudah bersatu dengan liontin naga, sehinggu jiwa ibumu mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa, kau sendiri bisa merasakanya tadi, itulah mengapa sekarang jiwa ibumu bisa muncuk kepadamu."
Roh penjaga kitab pedang langit menjelaskan semuanya, membuat Yin He menjadi orang yang sangat beruntung.
“Akan tetapi ada satu hal yang kau perlu tau Yin He, hanya dirimu yang bisa melihat wujud dan bisa menyentuhnya, agar nantinya ibumu bisa menolongmu, harus ada perantara yang bisa menahan kekuatan dari ibumu, untuk saat ini yang bisa menampung kekuatan ibumu adalah liontin naga yang bersatu dengan tubuhmu.” Ujar Roh penjaga kitab langit.
“Apakah ada cara lain agar ibuku bisa nampak kepada orang lain?” Ujar Yin He. Akan tetapi pertanyaan tersebut disambut dengan gelengan kepala dari roh penjaga kitab pedang langit.
“He’er, sudahlah, ibu sudah senang bisa melihat dan bersamamu walau hanya berwujud sebagai spiritmu, sekarang kau selesaikan semuanya, ibu akan mengawasi dan menemani agar kau tidak kesepian lagi.” Xue Lin mengelus rambut putranya, dan diiringi anggukan kepala dari Yin He.
__ADS_1
“Tugas ku sudah selesai, aku harap kita bertemu lagi saat kau sudah bisa mencabut pedang langit, jaga dirimu Yin He, aku menunggumu di Gerbang Langit, roh penjaga langit pun berubah menjadi sinar keemasan dan melesat keaatas menembus perisai dari kaldera mong.
“Ibu terima kasih, ternyata ibu selalu bersamaku selama ini, terima kasih, dan tetaplah bersamaku” Yin He langsung menghambur kepelukan sang ibunda.