
Yin He terus mengamati gerak gerik dari para pengemis yang mempunyai pancara energi setingkat dengan jendral petarung, “Mereka adalah para pendekar,dan tingkatan energinya jendral petarung, kita harus hati hati.” Yin He mengingatkan Xiao bersaudara untuk tetap menjaga sikapnya.
Yin He menemukan satu pengemis yang terus menatapnya, tanpa diduga orang tersebut melemparkan sebuah pisau dengan kecepatan yang sangat cepat sekali, bahka ketiga Xiao bersaudara tidak menyadari akan kecepatan pisau tersebut. Yin He dengan tangkas menangkap pisau tersebut sadar akan pisaunya bisa ditangkap, lelaki tersebut dengan cepat melesat menuju arah hutan.
Ketiga Xiao bersudara yang barusan sadar akan adanya bahaya yang menimpa mereka, segera melesat mengikuti arah Yin He, setelah beberapa saat mereka berhenti ditengah tengah hutan, Xiao Yan yang ahli bayangan dan selalu menjadi mata-mata, insting nalurianya bekerja dengan baik, dia meminta semuanya untuk tidak bergerak, karena sepertinya banyak jebakan jebakan yang ada didepanya,
Xiao Yan melemparkan sebuah batu berukuran sedang kedepan semak semak tersebut, dan dalam waktu seperempat detik, puluhan anak melesat dari balik pepohonan tersebut. dan mereka pun melangkah kedepan, setelah beberapa puluh meter dari lokasi anak panah, langkah mereka dikejutkan oleh suara Xiao Yan, yang meminta mereka untuk merunduk dengan cepat, ternyata beberapa balok kayu besar sedang
berayun ayun berlawanan arah dengan jalan mereka, sudah dipastikan jika mereka tidak sadar kemungkin cidera kepala atau bisa bisa tubuh mereka akan hancur persendian juga tulang tulang mereka.
__ADS_1
“Aku sudah tidak tahan lagi, Yin He yang sudah lama bersabar menggunakan elemen kayu yang miliki, dia bisa merasakan melalui dari informasi dari tanaman yang ada disekitarnya, dengan sekali hentakan tanganya, beberapa yang dipasang kemudia terhempas semuah oleh sulur sulur ranting dan akar pepohonan, ketiga Xiao hanya
melotor melihat apa yang melihat, dengan mudahnya Yin He manghancurkan semuanya.
Kini mereka dengan cepat melesat mencari keberadaan orang yang telah hampir saja membunuh mereka, sesampaikanya ditenga tengah hutan yang lebat dan dibalik pepohonan yang besar ada sebuah rumah yang besar dan diapit oleh beberapa rumah yang ukuranya lebih kecil, Yin He dan ketiganya segera naik keatas pohon yang paling besar untuk bisa melihat isi pemukiman tersebut.
Yin He bisa melihat seseorang yang dia cari, keluar dari rumah besar dengan wajah yang panik, sepertinya dia menceritakanya detail, wajah lelaki yang berbadan kekar tersebut terkejut, dia marah kepada lelaki tersebut, Yin He yang menajamkan pendengatanya sehingga bisa mendengar walau jarak yang lumayan jauh. “ Bodohnya kamu , kenapa kamu harus lar kesini, kalau dia sampai kesini bagaimana? Dengan kemampuanya yang dapat menangkap pisau terbangmu, maka dengan mudahnya dia bisa mencapai kesini, aku yakin mereka bukanlah pendekar biasa, harusnya kita bisa membuat para pendekar tersebut bergabung dengan sekte Bulan Sabit ini.”Bentak lelaki yang berbadan kekar tersebut.
Ketika akan mendaratkan pukulanya kembali kepada lelaki tersebut, Yin He menemukan plakat
__ADS_1
yang sangat dia kenal, dan Yin He pun mengambil plakat tersebut, “Bukanya ini adalah palakat dari Wisma Giok? Siapa lekaki ini?” Yin He segera mendekati lelaki tersebut,
“Jelaskan ini apa? Dan dari manakau dapatkan ini? Atau aku akan membunuh semua orang disini.!” Ancam Yin He kepada lelaki tersebut.
“Sampai mati aku tak akan memberitahumu, lebih baik kau bunuh kami segera.” Yin He yang sedang emosi mengepalkan tanganya, tiba tiba dari dalam, ada seorang anak perempuan, anak perempuran yang berumur 10 tahun ini memohon kepada Yin He agar tidak membunuh ayahnya, harusnya Yin He membunuh para utusan kerajaan yang membuat mereka sekarng menjadi seperti ini.
Yin He pun terkejut, “anak kecil ini tidak akan bohong, aku harus cari tahu penyebabnya, aku tidak boleh terbawa amarah.” Bathin Yin He.
“Karena anakmu meminta aku melepaskanmu, akan aku ampuni, asal kau membunuh para pejabat istana, akau tahu anak buahmu yang melakukanya, dan tenang aku bukanlah orang – orang istana tersebut.” Lelaki
__ADS_1
tersebut hanya melihat kepada Yin He, akan tetapi setelah Yin He memberikan perintah kepada tiga Xiao bersaudara untuk melepaskan semua anggotanya tersebut, baru lelaki tersebut memulai ceritanya.
Mereka adalah para anggota sekte bulan sabit, sekte kecil aliran putih di kota Louhan, akan tetapi sejak, kepemimpinan selir Hua Xun, selir tersebut mencari dukungan dari semua sekte yang ada di daratan Song ini, kami tahu semuanya kalau Hua Xun adalah salah satu murid dari aliran sekte iblis Teratai Darah, sehingga kami tidak mau mendukung mereka , akhirnya kami semua aliran putih yang tidak mau tunduk ataupun mendukung pemerintahan bentukan selir Hua Xun, rumah dah tempat tinggal kami dihancurkan,banyak anggota kami dan anak anak kami yang dibantai oleh mereka, rakyat juga semakin tercekik, yang kaya semakin kaya karena mereka diberi kuasa penuh oleh pemerintah, asalkan mereka membayar upeti yang telah ditentukan, pemerintah tidak mau tahu bagaimana cara mereka mendapatkanya.