LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Antara Cinta dan Kesetiaan Permaisuri Ming


__ADS_3

Jingmi terkejut saat sesosok wanita yang sedang menyiksa seorang lelaki dihadapanya itu bisa merasakan kehadiran, sedangkan Jingmi sudah menekan seluruh aliran energinya agar tidak ketahuan oleh musuh.


Jingmi melangkah dengan tegap tanpa ragu, karena saat dia meragukan kemampuanya, maka dia akan sangat mudah untuk ditekan, Jingmi tahu, bahwa wanita yang memanggilnya adalah seseorang dengan kekuatan yang sangat besar.


"Jadi kau yang telah mengalahkan Hakim Agung dan juga Ketua Kuil Langit? Bola mata yang indah akan tetapi penuh aura membunuh yang kuat kini dengan lekat memandangi Jingmi, "Aku hanya membunuh yang semestinya dibunuh, para manusia iblis harus dimusnakan." Jawab Jingmi tegas.


"Apa maksudmu dengan manusia iblis, tidak kah kau tau mereka adalah manusia pilihan dewa, apalagi ketua biksu kuil langit yang kau bunuh, sang naga penjaga akan marah." ujar wanita cantik nan anggun yang kini memandang dengan tatapan yang sangat dingin, kekuatannya tak terukur oleh Jingmi.


"Naga? Maksudmu naga iblis? dan ketua Biksu Langit yang kau maksud?" Wanita di depan Jingmi yang tak lain adalah permaisuri Kaisar Ming pun terbelalak, "Kau..!" Permaisuri tidak menuruskan kata katanya akan tetapi dia mengambil kipas sutra yang berwarna merah dengan sulaman bentuk bunga teratai dan naga yang terbuat dari benang emas dari balik kantung bajunya, kemudian dia mengibaskan kipasnya tersebut, dan yang terjadi adalah mayat mayat para pelayan , tahanan atau selir yang disekap langsung bangun dengan mata merah dan segera bergegas menyerang Jingmi dengan lincah, bukan layaknya mayat hidup.


Jingmi yang memang sedari tidak sedikitpun lengah langsung menangkis serangan dengan jurus pedang phoenix biru, dengan lincahnya Jingmi terus menebas semua mayat hidup tersebut akan tetapi, saat kepala atau badan mereka putus dari badan maka, badan atau kepala mereka akan menyatu kembali dan kembali menyerang Jingmi seperti tidak terjadi apapun.


Hal ini membuat Jingmi terkejut, karena akan menguras tenaganya, jalan satu satunya adalah meraka harus dilebur, Jingmi berencana untuk menggunakan racun dewi kematian, akan tetapi karena adanya kaisar Jingmi tidak dapat melakukannya, karena jika itu dilakukan maka akan membahayakan kaisar.


Akan hal ini tidak bisa dibiarkan lama, Jingmi yang berfikir smbil bertarung, harus menerima beberapa luka sabetan dari para mauat hidup, akan tetapi karena dia memiliki tubuh dewi racun, maka luka yang ditubuhnya langsung sembuh. Jingmi kemudin mengeluarkan cakramnya dan membentuk sebuah cangkang telur, dan dia kemudian beberapa saat kemudian berfikir untuk menemukan cara yang aman agar bis mengalahkan mereka tanpa harus meracuni kaisar, saat dia termenung dan memandangi cakramnya yang melindunginya, akhirnya Jingmi pun tersenyum, kemudian di menyerang semua para mayat hidup dengan kecepatan penuh, Jingmi kemudian membagi lima bagian cakramnya dan membuatnya sepertu cangkang telur, akan tetapi sebelumnya para mayat hidup tersebut dilumpuhkan terlebig dahulu, dan setelah itu baru di kurung dalam sebuah cangkang, saat mereka sudah masuk dalam cangkang, Jingmi manyalurkan racun dewi kematian di cangkang cakramnya, dan hal ini membuat permaisuri Ming tersebut dengan cepat dia akan membunuh kaisar Ming, akan tetapi dengan cepat Jingmi mengendalikam besi panas yang berada disampingnya, Besi besi panas tersbeut bergerak sesuai dengan keinginann Jingmi, hal ini membuat sang permasuri terdesak dan mencoba untuk meloloskan diri, akan tatepi tiga besi panas tersebut mengurungnya di tiga sisi membuatnya hanya bisa mundur kebelakang.


Terdengar gemuruh jeritan dan erangan mayat hidup yang dikurung dalam cangkang tersebut. dan lama lama para mayat hidup tetsebut tidak bersuara lagi, yang ada adalah rembesan cairan yang membasahi lantai, lantai terssbut lansgung berbau anyir yang sangat menyengat.

__ADS_1


Jingmi segera membuaka cangkang cakramnya, dan saat semua cangkang terbuka, semua mayat hidup telah hancur dan yang tersisa adalah sebuah cairan kental dari tulang darah dan daging, aromanya menyeruak dan mengaduk ngaduk isi perut Jingmi dan permaisuri, Jingmi yang sudah terbiasa tidak terlalu terpengaruh, akan tetapi buat permaisuri bau yang menyengat adalah pengalam pertama sehingga membuat perutnya seakan akan diaduk aduk. Akhirnya pertahanan perut sang permaisuri jebol, sehingga dia memuntahkan semua apa yang ada dalam perutnya, sedangkan kaisar yang sedang pingsan tidak terpengaruh dengan bau tersebut.


Kini yang tertinggal disana hanya ada kaisar permaisuri dan Jingmi, saat mereka akan bertarung , Xiao Zhao datang, Jingmi tersenyum dan meminta tolong Xiao Zhao memeriksa kondisi dari sang kaisar, saat Xiao Zhao melepaskan ikatan dari tubuh kaisar, Xiao Zhao tahu sang kaisar menerima siksaan yang sangat kejam dan tidak berperasaan, tidak hanya fisik akan tetapi sepertinya mental dari sang kaisarpun di ganggungnya, hal ini yang membuat tatapan dari sang kaisar kosong.


Xiao Zhao membawa tubuh kaisar keluar agar mendapat tempat yang bagus sirkulasi udaranya, saat Jingmi Dan Xiao Zhao lengah, sang permaisuri tersebut langsung menyelinap keluar dengan ilmu meringankan tubuh yang cepat, Jingmi yang menyadari kepergian sang permaisuri langsung mengejar sang permaisuri, sedangkan Xiao segera membopong kaisar keluar, dan saat dia keluar para pelayan yang ditolongnya mendekati dam bantunya untuk memeriksa dan mengobati sang kaisar.


Jingmi bergerak lebih cepat dari kecepatan permaisuri dan langsung mengunakan tinju ombak untuk menjatuhkan permaisuri, akan tetapi dengan tenang dia menangkis serangan dari Jingmi dengan kipas sutranya.


Jingmi merasan sesuatu pada indra penciumannya, ternyata kipas sutra tersebut mengandung serbuk opium yang membuat siapa saja yang menciumnya akan langsung berhalusinasi, akan tetapi hal itu tidak berlaku pada Jingmi, hal ini membuat sang permaisuri sangat terkejut sengah kondisi tubuh dari Jingmi yang kebal akan serbuk opiumnya. Jingmi terus berkelit dan memutar tubunya dan menghasilkan tekanan angin, yang membuat serbuk serbuk opium tersebut menjauh dari tubuhnya.


Sang permaisuri tidak sempat lagi untul menghindar, kibasan kipas sutranya sudah tidak ada artinya, tinju ombak milik Jingmi menghajar dada dan juga perut Sang Permaisuri, tulang rusuk milik sang permaisuri retak, sehingga dia menahan dengan tanganya, darah segar pun keluar dari hidung dan tanganya, sepertinya akibat pukulan tinju ombak milik Jingmi membuat luka dalam yang sangat parah buat sang permaisuri.


Jika Permaisuri bukan pendekar atau tidak mempunyai tenaga dalam yang kuat yang pasti jurus ombak Jingmi akan membuatnya langsung tewas ditempat. Akan tetapi Jingmi terkejut dengan apa yang terjadi tubuh sang permaisuri tiba tiba diselimuti oleh asap hitam yang sangat tebal, dan tiba tiba asap tersebut seperti disedot masuk kedalam tubuh sang permaisuri.


Dan dengan masuknya asap hitam tersebut, terjadi perubahan yang sangat mencolok terutama di tenaga dalan perubahan wujud dari sang Permaisuri Ming tersebut, tenaga darI Permaisuri meningkat tajam jauh dari milik ketua Biksu Iblis Langit, saat tenaga dalam baru yang dimiliki sang Permaisuri dihempaskan, hal ini membuat tekanan yang sangat hebat, dimana sebuah bangunan pavilium istana terlarang langsung roboh, Jingmi pun terkena imbasnya dengan harus menekan kekuatan permaisuri hingga dirinua terdorong mundur.


Jingmi langsung memasang kuda kudanya, sepertinya musuhnya kali ini akan bermain dengan permainan yang menyenangkan bathin Jingmi.

__ADS_1


Sebuah bayangan menyambar tubuh Jingmi dengan sebuah pukulan yang sangat cepat, akan tetapi Jingmi sekarang jauh lebih tenang sari pada sebelumnya, sehingga serangan seperti tadi belum ada apa apanya dari pada saat dia mendapatkan tubuh elemen logam di gunung lima elemen.


Cepat Jingmi menggunakan jurus tarian Phoennix biru dan berhasil mencengkram tangan permaisuri yang secara fisik sudah berubah, tubuhnya membesar laksana laki laki gempal, kulitnya bersisik hijau dan sedikit berlendir dan tumbuh diseluruh tubuh dan wajahnya, di bagian kepala tumbuh dua tanduk kecil dan juga taring di mulutnya.


Cengkraman tangan Jingmi dengan mudah dihempaskan oleh sang permaisuri berkar lendir di kulitnya yang bersisik tersebut, tarian phoenix Hijau adalah jurus dengan kecepatan yang sangat memukau, jika digabungkan dengan jurus lainya maka akan menjadi sebuah jurus yang sangat dahsyat sekali.


Karena cengkraman tanganya berhasil dilepaskan , maka dengan cepat Jingmi memutar tubuhnya dan menggunakan tendangan memutar, alhasil tendangan kakinya berhasil mengenai wajah permasuri tersebut, hingga tubuh permaisuri terhuyung kebelakang dan terjatuh, akan tatapi lagi lagi hal yang tidak terduga terjadi dengan permaisuri tersebut adalah tubuhnya bisa meyang diatas tanah dan tidak sampai jatuh. dan membalas tendangan Jingmi denhan pukulan yang mengandung tenaga dalam yang besar, tangan Jingmi sampai bergetar dan serasa sedikit kebas setelah berbeturan dengan tangan permaisuri tersebut.


"Kekuatan permaisuri ini sangat kuat,.aku harus segera menyelesaikan pertarungan ini, aku yakin dia sengaja mengulur waktu bertarung denganku, kalo begini terus tenaga ku akan terkuras habis." Jingmi pun segera meloncat keatas dan segera dengan cepat dia berubah menjadi penjaga elemen logam.


Melihat perubahan tersebut sang Permaisuri segara memasang kuda kuda, dan dengan cepat dia menyemburkan seperti gumpalan hitam kearah tubuh Jingmi, dan hal tersebut membuat Jingmi menutup tubuhnya dengan sayap logamnya, ternyata gumpalan hitam tersebut seperti sebuah asam yang sangat kuat, sehingga jika tadi Jingmi tidak menggunakan tubuh penjaga logam, pastinya tubuhnya akan melepuh, walau dia tubuh dewi racun, akan tetapi kekuatan asam tidak bisa dianggap enteng.


Zat asam yang mengenai sayap logam milik Jingmi hanya membuat sayapnya mengeluarkan asap putih saja, tidak sampai menggores tubuhnya, melihat hal tersebut permaisuri pun terkejut, dan seketika dia menyerang Jingmi dengan habis habisan, akan tetapi semua jurusnya dapat dipatahkan dengan dengan baik oleh Jingmi, bahkan Jingmi bisa melakukan pembalasan dengan menyarangkan beberapa pukulan di tubuh sang permaisuri, Jingmi juga menggunakan jurus racun dewi kematian yang dia sebarkan di tubuh permaisuri, hal ini membuat sang permaisuri menggelepar, disaat yang bersamaan Xiao Zhao datang sambil memapah Kaisar Ming, sang Kaisar meminta agar Jingmi tidak membunuhnya dulu ada sesuatu yang ingin kaisar jelaskan, Jingmi kemudian melukai tangannya, darah menetes dari luka nya kemudian meneteskanya di.mulut permaisuri tersebut, racun dewi racun langsung berangsur hilang, tapi untuk menjaga sesuatu yang tidak diinginkan,Xiao Zhao melakukan penutupan beberapa titik meridian di permaisuri.


Kini sang kaisar duduk didepan permaisuri, wajah permaisuri sudah kembali seperti semula, tatapan matanya penuh dendam kepada sang Kaisar.


Kaisar hanya menunduk, "Maafkan aku." Ujar sang Kaisar

__ADS_1


__ADS_2