LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Senjata Iblis Kuno


__ADS_3

Zhangfeng menunjukan arah kepada sang pangeran kegelapan terkait dengan letak empat senjata iblis Kuno, yaitu didaerah Kota Lasha Tibet, oleh sebab itu mereka harus putar balik ke daerah Tibet.


Yin He yang merasakan adanya getaran gelombang energi yang mengarah ke kota Lasha segera memberitahukan kepada Kalden dan juga Jetsan untuk segera berhati hati. "Mungkin kah ada sesuatu yang mereka cari disini, bukankah pedang halilintar dan pedang bintang sudah muncul?..Tidak mungkin..apakah itu berkaitan dengan iblis kuno, karena keempat iblis kuno tersegel bersamaan dengan pedang bintang." Ujar Yin He terkejut dengan analisanya sendiri.


Yin He bertanya kepada kalden dan juga Jetsan, apakah ada hal lain yang tersimpan secara misterius selain pedang bintang dan kolam petir? Kalden dan Jetsan pun tersentak, keduanya kemudian saling pandang, sepertinya mereka mempunyai pemikiran yang sama. "Jurang Neraka." ujar mereka serentak.


Jetsan menjelaskan kepada Yin He perihal jurang neraka, dimana juga tersebut selalu mengeluarkan asap seperti kabut tipis dan mengandung semacam racun, jadi kedua keluarga sepakat untuk siapapun mengunjungi jurang neraka tersebut, konon dibawah jurang neraka tersebut tersimpan beberapa berang peninggalan iblis. Ketiganya tersentak dan langsung melesat menuju ke arah tempat Jurang Neraka yang terletak diantara perbukitan utara dan selatan.


Dengan cepat mereka melesat dan sampai di pinggir jurang neraka, tetapi yang lebih mengejutkan adalah ada lima oramg dengan penampilan jubah hitam berdiri dipinggir jurang neraka tersebut.


Feng Tian (Pangeran Kegelapan) yang sudah merasakan kehadiran dari Yin He, Kalden dan Jetsan sengaja menunggu di pinggir Jurang Neraka tersebut, pangeran kegelapan rupanya ingin mengetahui bagaimanakah kemampuan Klan Naga langit.


Yin He memperingatkan Kalden dan juga Jetsan supaya berhati hati tidak gegabah menghadapi lima orang didepan mereka, karena salah satu diantara mereka adalah Pangeran Kegelapan. Tanpa pikir panjang Lie Fang, kakak kedua dari anggota iblis kuno langsung menyerang Yin He yang berdiri paling depan, dengan sigap Yin He segera menangkis dan menyerang Lie Fang dengan kecapatan sangat tinggi.


Tubuh Lie Fang hanya terdiam dan tidak bergerak, dalam hitungan beberapa detik tubuh tersebut tiba tiba terbelah menjadi dua bagian yang sangat rapi, Zhengfang yang melihat tubuh Lie Fang terpotong menjadi dua bagian langsung histeris dan akan menyerang Yin He, akan tetapi dengan cepat Pangeran Kegelapan mencegahnya karena Yin He yang dihadapanya sudah mencapai tingkatan essense dalam langkah pedang, hal ini memungkinkan Yin He menggunakan tanganya sebagai pedang pusaka untuk menghabisi lawanya dengan sangat cepat.

__ADS_1


"Paman, kau tidak bisa menghadapi anak naga tersebut, atau nasibmu juga akan berujung sama seperti Lie Fang adikmu, aku akan menahan ketiganya dan kalian cepat mengambil senjata pusaka kalian tersebut, kekuatan golok neraka dan aku masih belum selaras energinya karena tubuh ini terlalu lama tersegel." Ujar pangeran kegelapan sembari mengangkat busur panah sakti Hou Yi.


Busur panah sakti tersebut diarahkan tepat ke arah Yin He, andrenalin Yin He mulai naik, detak jantungnya bergetar kencang, dia belum pernah sangat gelisah menghadapi musuhnya, akan tetapi dengan pangeran kegelapan dia merasakan sesuatu yang beda, rasa tidak percaya diri mulai menjalar, apalagi busur yang digunakannya adalah busur sakti Hou Yi yang mempunyai anak panah api yang mampu memadamkan sembilan matahari.


Busur Panah Sakti Hou Yi yang diarah kearah Yin He, Kalden dan juga Jetsan tiba tiba diarahkan kedalam jurang neraka, Zhengfang dan dikuti oleh dua iblis kuno yang tersisa langsung turun kearah jurang neraka tersebut.


Kalden dan Jetsan segera melesat kearah Jurang Neraka, melesat menyusul dari ketiga iblis kuno, sedangkan Feng Tian (Pangeran Kegelapan ) langsung menyerang dengan panah api dari busur panah sakti Hou Li, Yin He di hujani busur sakti dari Feng Tian (Pangeran Kegelapan), busur sakti tersebut melesat dan berubah menjadi ribuan anak panah api yang mengarah ke tubuh Yin He, dengan cepat menghindari panah api tersebut dengan mengaktifkan tubuh dewa api dan menyerang balik serangan pangeran kegelapan dengan kilatan jurus matahari.


Kecepatan keduanya sangat luar biasaz bahkan untuk pendekar dengan tingkatan pendekar kaisar pun tidak sanggup mengikuti gerakan mereka.


Benturan energi yang sangat luar biasa, akan tetapi hal tersebut sudah diantisipasi oleh Yin He dengan membuat perisai disekeliling jurang neraka tersebut, sehingga ledakan yanh amat dahsyat tidak sampai keluar area tersebut, seandainya Yin He tidak melakukan perlindungan maka seluruh kota Lasha akan hancur terkena imbas pertempuran tersebut.


Zhangfeng mengepalkan tanganya dan kemudian mengarahkan kepalanya ketanah, dan tiba tiba tanah yang dipijak oleh Kalden Jetsan ambles sampai dengan leher mereka, Lei Tang dan Lie Sang segera menyambar kepala Kalden dan Jetsan, akan tetapi dengan cepat kepala Kalden lenyap masuk kedalam tanah dan saat Lie Tang kebingungan kedua tangan Kalden menyambar kaki Lie Tang dan menariknya masuk, tanah disekitar pun bergemuruh dan tiba tiba Lie Tang keluar dengan sekujur tubuh yang hangus terbakar oleh pedang halilintar, berbeda dengan Jetsan dengan pedang bintangnya di membuat ilusi kepada Lie Sang dimana tiba tiba Lie Sang diserang sekawanan ular api yang kemudian melilit tubuhnya, dengan mengendalikan ilusinya Jetsan menggunakan kekuatan Lie Sang untuk mengangkat tubuhnya yang menurut penglihatan Lie Sang adalah sebuah pedang.


Tubuh Lie Sang bergetar manakala ilusi yang dalam fikiranya terasa sangat nyata, dan membuat sekujur tubuhnya pun terpanggang oleh lilitan dari ular api ilusi dari oedang bintang.

__ADS_1


Melihat kedua adiknya yang kesakitan membuant Zhangfeng segera meraih Lie Tang dan juga Lie Sang, dia tidak ingin kehilangan saudaranya yang lain, cukup Lie Fang yang menjadi korban keganasan Yin He, dan Zhangfeng akan mencari cara untuk membalaskan sakit hatinya kepada Yin He dan para teman temanya.


Feng Tian (Pangeran Kegelapan) melihat Zhangfeng keluar dari jurang neraka dengan membopong kedua iblis kuno, Pangerang Kegelapan yang geram segera ingin menghabisi para iblis kuno yang lemah tersebut, akan dihalangi oleh Zhengfang, karena menurut Zhengfang keduanya masih sangat dibutuhkan oleh Klan iblis hitam, apalagi sepeninggal Lie Fang, maka membuat kekuatan disamping Pangeran Kegelapan akan berkurang, oleh sebab itu Zhangfeng mengharap agar pangeran kegelapan berfikir ulang.


Feng Tian (Pangeran Kegelapan) mengerti apa yang dimaksud oleh Zhangfeng, sedangkan pertarungannya belum bisa dikatakan menang denganya, karena malahan yang dirasakan oleh Feng Tian (Pangeran Kegelapan) Yin he sedikit lebih unggul, "Sepertinya aku harus menuruti kata tua bangka ini, dan secepatnya meninggal tempat ini." Segera pangeran kegelapan melesat meninggalkan Jurang Neraka diikuti oleh Zhangfeng sambil memanggul kedua tubuh adiknya.


Kalden dan Jetsan yang baru keluar dari jurang neraka ingin mengejar mereka, akan tetapi Yin He segera mencegahnya karena kekuatan Pangeran Kegelapan sangat mengerikan, walaupun Kalden dan Jetsan mempunyai kultivasi yang tinggi akan tetapi untuk menghadapi Pangeran Kegelapan bukanlah perkara yang mudah.


Yin He , Kalden dan Jetsan memeriksa ke bawah Jurang Neraka, melihat pusaka dari empat iblis kuno yang tidak sempat diambil, dengan cepat Yin He mengambil empat pusaka tersebut dan menetralkam sisi energi gelapnya dan menyimpanya dalam ruang hampa, "Lebih baik aku simpan lebih dulu, siapa tahu nanti kita membutuhkanya, yang penging energi hitam dari keempat pusaka tersebut.


**


Jingmi dan Xiao Zhao sudah hampir 2 hari di ibu kota Kekaisaran Ming. Mereka juga sudah mengumpulkan informasi mengenai kondisi kaisar setelah kejadian peristiwa rencana pembunuhan oleh para selir, "Apa rencanamu selanjutnya Zhao, aku sudah tidak tahan dengan pandangan para tamu laki laki dan ketiga pendekar di sebelah kiri pintu masuk, pandangan mereka membuatku sangat risih." Jingmi yang sedari tadi merasa gelisah, bukan karena adanya bahaya akan tetapi tatapan para tamu lelaki dan para pendekar yang sedari tadi memandanginya, mereka menganggap Xiao Zhao adalah adik dari Jingmi, memang secara umur Xiao masih sangat muda yaitu 12 tahun sedangkan Jingmi sudah menginjak 19 tahun, ibarat bunga Jingmi adalah bunga yang mekar dengan segala keindahanya yang mampu membiaus para lelaki yang memandangnya.


Karena terlalu lalu banyak yang memandanginya dengan tatapan yang membuat risih, akhirnya Jingmi mengajak Xiao Zhao keluar dari kedai makan tersebut sambil.me cari cara untuk bisa menghadap kasiar, setelah mereka keluar dari kedai makan, Jingmi merasa ada yang mengikuti, akhirnya Jingmi dan Xiao Zhao berjalan cepat menuju hutan kota yang berada di pinggiran kota tersebut, hal itu agar tidak menimbulkan kecurigaan jika terjadi yang yang tidak diinginkan, Xiao Zhao meminta Jingmi tidak menggunakan tubuh dewi racunya, Xiao Zhao ingin menangkap mereka dan akan mengintrogasi mereka, sebanarnya apa yang menjadi alasan mereka mengikuti Jingmi dan Xiao Zhao.

__ADS_1


Belum sempat Xiao Zhao dan Jingmi melkangkah lebih jaug lagi, ketiga pendekar tersebut dengan pongahnya menghadang Jingmi dan Xiao Zhao, mereka meminta Jingmi ikut dan meminta Xiao Zhao menyerahkan segala perbekalanya, Jingmi memberikan anggukan kepada Xiao Zhao, sehingga Xiao Zhao menyerahkan buntalan mereka yang hanya berisi pakaian dan beberapa manisan, ketiga perampok terkejut karena melihat buntalan milik Xiao Zhao memiliki beberapa keping emas, hal membuat para perampok terkejut.


Belum sempat mereka merasakan kegembiraan yang lama, tarian pedang phoenix biru telah mengakhiri kesombongan ketiga perampok tersebut, hanya sekali sabetan, kepala mereka telah melayang oleh sabetan pedang Phoenix Biru Jingmi sang Bidadari Kematian.


__ADS_2