
Zhang Sun dan Wang Ziu segera naik ke arena pertandingan, mereka mengumumkan saat untuk pertandingan elemen air, ada empat perguruan yang lolos pada pertandingan kali ini, yaitu dari sekte Wisma Giok ada Wei Hanzu, dari Bangau Terbang ada gadis cantik Bao Yu, gadis dari sekte Bangau terbang terkenal dengan kecantikanya yang luar biasa dan juga kejeniusan dan beberapa keunikan yang dimiliki oleh gadis tersebut, membuat para pemuda banyak yang suka dan jatuh cinta kepadanya.
Tetapi cinta mereka harus rela menelan ludah yang pahit, karena tidak semua orang dapat bersentuhan dengan Bao Yu, atau mereka akan membeku dan mati mencair, hal ini pula yang menyebabkan Bao Yu tidak lagi antusias mencari pasangan. Tubuh Dewi Es yang dimiliki oleh Bao Yu hanya dapat di netralisi oleh orang yang mempunyai tubuh dewa api atau orang dengan kemampuan teknis es yang sudah di tingkat Pendekar Raja.
Dua Sekte lainya yang akan bertanding adalah dari sekte Mawar Hitam dan Sekte Teratai Merah, Zhang Sun dan Wang Ziu pun mengundi keempat sekte tersebut, dan hasilnya adalah Sekte Wisma Giok yaitu Wei Hanzu akan berhadapan dengan Sekte Mawar Hitam yaitu Yuwen, dan Sekte Bangau Terbang akan berhadapan dengan Sekte Teratai Merah.
Zhang Sun kali ini bertugas menjadi wasit pertandingan segera memanggil Wei Yanzu dari Sekte Wisma Giok dan Yuwen dari Sekte Mawar Hitam. Saat Yuwen melangkah ke arena pertarungan aura pembunuh telah menyeruak membuat sesak nafas para penonton dari kalangan bukan pendekar, bahkan untuk pendekar tingkat petarung perak harus menahan sesak yang begitu kuat, Yuwen terkenal sebagai pembunuh berdarah dingin dikalangan aliran hitam, dia adalah generasi paling jenius di sekte mawar hitam, dan digadang gadang kan menjadi penerus dari tetua sekte yang lama, Yuwen menghadap ke arah para tetua, tatapan yang dingin beradu dengan Yin He, ada sebuah kekuatan yang menekan Yin He, akan tetapi tekanan tersebut hanya di tepis dengan pelan, dan mata Yuwen terbelalak dan langkahnya tertahan mundur kebelakang, "Rupanya tenaga dalam anak itu tidak bisa dianggap remeh, dia bisa dengan mudah menepis auraku, siapa dia sebenarnya?" Bathin Yuwen, setelah dia mencoba menekan Yin He, akan tetapi tekanan itu dengan mudahnya ditepis oleh Yin He.
Yanzu segera melesat kearena pertandingan, diantara ketiga Wei bersaudara Yanzu adalah tipekal paling pendiam, dan paling tertutup diantara ketiga saudaranya. Mata Yanzu dan Yuwen saling baradu, tanpa dikomando, keduanya sudah melesat dengan kecepatan yang sangat cepat dan beberapa ledakan terjadi saat gesekan kekuatan keduanya bertemu, hal ini membuat sebuah cerukan cerukan kecil di arena pertandingan. Yuwen segera melancarkan hawa es hitam, es hitam adalah berupa uap dengan hawa dingin diatas rata rata, hampi 50x lipat dinginya dari pada hawa dingin biasa, dan uap hitam ini pula yang mempunyai efek halusinasi, yang membuat lawanya akan tersenyum sendiri dan tidak merasakan saat mereka di berikan pukulan yang mematikan, pukulan tersebut bagaikan candu, yang membuat mereka ingin dan ingin lagi, sampai mereka mati,
"Rasakan Es Hitamku pemuda bodoh." Teriak Yuwen.
__ADS_1
Yanzu dengan sigap menahan nafasnya dan membuat perisai dari es abadi sehingga dia tidak terpengaruh oleh hawa es hitam yang dipancarkan oleh Yuwen. Hanyu segera membuat serangan, dia menciptakan stalakmit stalakmit dari es yang membuat Yuwen harus berjinjit menghindarinya, saat Yuwen menghindari seranganya, Yanzu segera membuat pukulan sajlu abadi dan mengenai dagu dan kepala Yuwen.
Bhuukk,, Desskkkk Bhukkkkk,,,,
Yuwen merintih kesakitan sambil mengelap darah yang mengalir di bibirnya, hal ini mambuat amarahnya kini memuncak, Yuwen memukul dadanya sendiri dengan kuat, dan darah segarpun dimuntahkanya, akan tetapi mata penonnton dan para tetua yang lain terbelalak, melihat darah segar yang dimuntahkan oleh Yuwen kita mencair bersatu dengan balok es yang diciptakan oleh Yuwen, darah tersebut mengelilingi balok es tersebut dan membentuk sesosok mahkluk yang menyeramkan, bentuk mukanya lonjong seperti kelinci dengan dua gigi taring yang memanjang, kukunya memanjang seperti cakar elang, makhluk tersebut mempunyai sayap merah kehitaman membuat bulu kuduk orang yang melihat akan berdiri.
Mahkluk tersebut langsung menyerang Yanzu serangan hawa dingin dari mulutnya, setiap benda yang terkena hawa dingin dari mahluk tersebut akan menjadi es dan langsung retak dan hancur. melihat hal ini mebuat Yanzu semakin berhati hati, Yanzu kemudian membuat perisai sisik naga es yang mengelilinginya, dan dia juga dia segera mengaktifkan jurus pedang es abadi, dengan jurus pedang es abadi, Yanzu segera menyerang makhluk tersebut, hawa dingin dari makhluk tersebut tidak dapat menembus serangan dari pedang es abadi Yanzu, hal ini membuat Yuwen terperanjat, mahluk dari dimensi es yang dia kiimi kini terdesak mundur sedangkan serangan cakarnya tidak mampu menembuk sisik naga es Yanzu.
Yuwen segera bangkit, dan menyerang Yanzu dari belakang, akan tetapi di terpelanting ke belakang saat pukulaya akan menyentuh Yanzu, Yanzu yang merasakan adanya energi yang akan menghanntamnya segera menoleh dan mendapati Yuwen terhuyung memegang dadanya. Yanzu dengan cepat menghajar dengan ribuan pedang Esnya, sayatan sayatan luka memenuhi tubuh Yuwen sampai akhirnya diapun terkapar, saat Yanzu akan mendekatinya, Yin He berteriak, "Berhenti Yanzu, menjauhlah." Teriakan Yin He menggema diseluruh sudut arena pertarungan, Yanzu segera menghentikan langkahnya, dan tiba - tiba tubuh Yuwen meledak dengan asap hitam pekat menyelimutinya.
"Hahahahahahahaha.." terdengar suara yang menggema dari atas arena,tutrunlah sosok Yuwen yang asli, "Jangan ikut campur kau," sebuah sinar melesat ke arah Yin He, Yin He hanya menepis dan mengembalikan kepada Yuwen, Yin He berdiri "Rupanya kau belum jera Yuwen, masih penasaran denganku? Kalahkan dulu murid murid dari Wisma Giok, baru kau pantas bertarung denganku." Suara Yin He yang berwibawa seakan menghipnotis semuanya.
__ADS_1
"Yanzu, seranglah dengan segenap kekuatanmu, karena yang kau hadapi saat ini adalah setengah iblis" Yin He berseru kepada yanzu. "Baiklah tetua," Yanzu memberi hormat kepada Yin He
"******* kau Yin He." Yuwen melesat kearah Yin He akan tetapi segera ditahan oleh Yanzu, Zhang Sun tidak bisa mengendalikan suasana pertandingan, banyak suara yang mendukung Yanzu, akan tetapi banyak pula yang mendukung Yuwen, apalagi dari kalangan aliran hitam.
Para Reader yang Budiman,
Sebelumnya Author mohon maaf, karena di 3 episode sebelumnya adanya tokoh yang tertukar, seharusnya dari tiga Wei bersaudara yang mempunyai kekuatan api adalah Hanzu, akan tetapi Author memakai nama Yanzu, dan Author sudah melakukan edit di beberapa episode sebelumnya. oleh sebab itu terima kasih yang banyak atas Remindnya kepada Author.
Untuk mendukung author lebih semangat, mohon dukungan like, share dan komennya, tak Lupa TOLONG VOTE agar novel ini berada di urutan yang enak dipandang mata, kemarin masih urutan 600, sekarang alhamdulillah sudah diurutan 200, sekali lagi mohon bantuan VOTEnya ya teman Reader yang baik hati dan budiman
Terima Kasih
__ADS_1
ZI_EL