LEGENDA PEDANG LANGIT

LEGENDA PEDANG LANGIT
Gerbang Kematian _ Menuju Pedang Langit


__ADS_3

Biksu Iblis Barat ternyata mempunyai kemampuan yang unik, dia dapat menumbuhkan sel dalam dirinya jika sabagian tubuhnya ada yang terpotong, dan uniknya potongan tubuhnya akan bisa menumbuhkan sel baru sebagai cloningan dari dirinya, dan dengan kemampuan yang sama dengan sel utamanya, Yin He sudah mengetahui dari awal dari penjaga gerbang jiwa akan kemampun Biksu iblis barat, sehingga kemampuan dari biksu ini sangat cocok untuk melatih kemampuan dari Jingmi, Kalden, Jetsan ketiga Wei, dan Xiao bersaudara


Yin He sengaja memancing Biksu iblis barat untuk keluar dari istana terlarang, karena dengan hal ini akan lebih mudah melumpuhkanya dan juga menghindari banyaknya korban jiwa dari para penjaga/pengawal istana yang tidak bersalah berjatuhan.


Kini Kalden dan Yanzu mencoba menghadapi biksu iblis barat dan kloninganyanya, dengan cepat Kalden yang mengusai pedang halilintar segera menyerang salah satu dari biksu iblis barat tersebut, gerakan Kalden sangat cepat sekali akan tetapi biksu iblis barat tetap tenang, dan dengan santainya dia membalas serangan dari Kalden, Yin He yang memperhatikan pertempuran tersebut memicingkan mata "Jika Kalden masih tetap emosinal seperti ini, maka tidak akan lama pertahananya akan jebol dengan sendirinya, berbeda dengan Hanzu yang sudah lebih matang dapat mengendalikan emosionalnya."


Yin He mengirimkan pesan melalu telepati kepada Kalden, awalnya Kalden terkejut saat dirinya bisa mendengar suara bisikan Yin He dari jarak yang lumayan jauh, " Jangan kau bingun dengan suaraku, cepat kendalikan emosionalmu, tarik dirimu dan kendalikan emosimu, ikuti hati kecilmu, lepaskan ego dan fikiranmu." Ucapan Yin He menghentak difikiran Kalden, dengan cepat dia mundur dari pertempuranya dengan biksu iblis barat, "Ada apa denganmu anak muda, apa kau sudah mengaku kalah? jangankan kau, pemuda tersebutpun (sambil menunjuk kearah Yin He) tidak akan pernah bisa mengalahkanku, dan sekarang aku tak akan pernah juga untuk melepaskamu." ujar Biksu iblis barat.


Biksu iblis barat yang sudah terbakar amarah mengeluarkan senjata sebuah tongkat trisula yang dia keluarkan dari tubuhnya. Dengan langkah yang tenang dia mencoba tidak membikin suara, Kalden yang mencoba meredam emosinya dengan berkosentrasi melepas ego dan juga emosinya, dia pejamkan mata dan mencoba merasakan semua aliran darahnya untuk meredam emosinya.


Tiba tiba kalden terkejut, dalam upaya meredam emosinya, ternyata membawa dampak positif, dia dapat merasakan hawa energi musuhnya dengan sangat jelas, langkah kaki bahkan detak jantung serta aliran dari biksu iblis barat sangat terdengar jelas olehnya.


Bisku iblis barat yang mengendap ngendap kearah Kalden, dengan kecepatab penuh menghantam dengan pukul tinju iblis miliknya , akan tetapi biksu iblis barat harus menelan kenyataan pahit bahwa pukulanya tidak mengenai musuhnya, membuat seakan harga dirinya diinjak injak, sedangkan Kalden tetap dengan mata tertutup siap menghadapi serangan dari biksu iblis barat, walau biksu iblis barat menyerang dengan kecepatan yang telah ditingkatkan akan tetapi hal yang sangat menyakitkan terjadi seranganya tidak berarto dimata Kalden dengan mudah Kalden menghindar dan memukul.balik biksu iblis barat hingga muntah darah.

__ADS_1


Hal yang sama pun terjadi dengan pecahan biksu iblis barat yang berhadapan dengan Hanzu, malah keadaanya lebih parah dari pada yang berhadapan dengan Kalden, sosok dari Biksu Iblis Barat sekarang layaknya daging panggang, semua kulitnya terbakar dan mengelupas bau daging bakar keluar menyeruak membuat Jingmi dan yang lain jijik dan perut mereka serasa diaduk aduk.


Setelah beberapa saat lamanya mereka bertempur, akhirnya Yin He meminta Kalden dan juga Hanzu mengakhiri pertempuran mereka. "Seret kedua biksu tersebut bakar bersamaan sampai menjadi abu, hanya dengan cara itulah dia tidak akan bisa membelah diri lagi." Ujar Yin He kepada Kalden dan Hanzu.


Merasa dirinya dalam bahaya, kedua biksu iblis barat tersebut berlutut didepan Yin He, dia mengaku bersalah dan akan bertobat, akan tetapi Yin He tetap bersih kukuh untuk menghabisinya. Han Bing yang melihat hal ini meminta Yin He untuk mempertimbangkan agar tidak membunuh Biksu Iblis Barat, begitupun Hanzu dan kedua saudaranya.


Jingmi dan ketiga Xiao bersaudara tidak setuju kalau Yin He melepaskan Biksu Iblis Barat, akhirnya keputusan terakhir ada pada Kalden dan Jetsan, Kalden bersih keras untuk membunuhnya akan tetapi Jetsan lebih untuk mengampuninya, melihat kondisi dan kesungguhan dari biksu iblis yang sudah tidak berdaya.


Tanpa disadari biksu iblis barat menghimpun kekuatan energi dari kemarahan antara kubu Jingmi dan kubu Han Bing, energi kemarahan mereka sangatlah kuat karena energi dari spirit naga yang barusan mereka dapatkan, dengan kembalinya kekuatan kedua biksu iblis barat.


Dan tanpa diduga kedua iblis tersebut menyerang Kalden dan Hanzu dengan petir yang sangat dahsyat, tidak hanya itu biksu iblis barat juga menyerap kekuatan hawa murni keduanya, sehingga mereka tidak dapat memanggil spiritnya, Mata Han Bing hanya bisa terbelalak melihat apa yang dilakukan biksu iblis barat, ternyata ketulusan yang ditunjukan oleh iblis tersebut hanya sandiwara belaka, melihat hal ini kemarahan Han Bing memuncak, dengan pedang kembarnya dan juga kekuatan petir yang dialirkannya pada kedua pedangnya membuat jurus jurus dari Han Bing sangat memukau, akan tetapi biksu iblis barat yang sudah menyerap hawa petir dan api dari tubuh Hanzu dan Kalden tidak merasa kerepotan saat melawan dan menangkis Han Bing.


Han Bing terkejut melihat kekuatan dari Biksu Iblis Barat ini, rasa menyesal mengapa tidak lengsung membunuhnya membuat serangan Han Bing bertambah kekuatanya, akan tetapi masih dapat ditangkis kedua biksu iblis tersebut.

__ADS_1


Yin He yang berada didahan sebuah pohon besar hanya tersenyum, dia ingin tahu apa yang akan dilakukan oleh paman Han Bing.


Han Bing menggabungkan antara petir dan api biru dan menghantam kedua biksu iblis tersebut, kombinasinya keduanya membuat kedua biksu iblis tersebut terkejut, akan tetapi lagi lagi Han Bing harus menelan kekecewaan saat kombinasinya tersebut harus ditangkis dengan mudah oleh biksu iblis tersebut.


"Kurang ajar, dia mampu menangkis semua seranganku, satu satunya hanya senjata vajra ini yang aku dapat dari batu langit di kuil langit." Bathin Han Bing.


Dengan cepat Han Bing mengeluarkan Vajra dari tubuhnya, kedua biksu iblis barat matanya terbelalak sangatbterkejut saat Han Bing mengangkat senjata Vajra tersebut, saat senjata tersebut diangkat, langit langsung berubah mendung, awan menggulung seperti pusaran angin, suara guntur pun menggelegar memekakan gendang telinga, dan ditambah sambaran kilat yang kuat.


Han Bing mengarahkan Vajra kearah salah satu biksu tersebut dan sebuah cahaya kilat menhantam tubuh salah satu biksu tersebut dan langsung hancur menjadi abu.


Tanpa membuang waktu Han Bing langsung mengarahkan Vajra ke arah sosok biksu iblis yang lain, tubuh iblis tersebut langsung hancur lebur, Yin He segera melesat kearah Hanzu dan Kalden, Yin He segera mengalirkan hawa murninya hingga keduanya pulih dengan cepat, Han Bing meminta maaf karena tadi telah bicara kasar kepada Yin He, apalagi Yin He seorang tetua, pasti secara analisa lebih kuat.


Yin He hanya tersenyum dan tidak mempermasalahkan apa yang terjadi, sekarang Yin He memberikan batu Jade pemberian penjaga gerbang jiwa kepada Xiao Zhuang, setelah membaca lokasi gerbang selanjutnya yaitu gerbang kematian, Xiao Zhuang sangatlah terkejut melihat lokasi.yang ditunjukan batu tersebut, dan batu tersebut juga mengandung sebuah relik sebuah batu kecil, akhirnya Xiao Zhuang mrmberitahukan lokasinya, betapa terkejutnya Yin He saat dia mengetahui lokasi dari gerbang kematian.

__ADS_1


__ADS_2