Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Dikerjakan Bersama-Sama


__ADS_3

Waktu di siang hari dimanfaatkan Elkan dan Mira untuk tidur siang sebentar. Mungkin juga masih menjadi anak kuliahan, tidak begitu disibukkan dengan pekerjaan dan juga kerjaan rumah tangga. Sebab, tinggal berdua di unit juga tidak begitu banyak pekerjaan rumah. Terlebih Mira juga memasak di waktu libur kuliah. Selain itu, semua peralatan makan langsung dicuci begitu sudah selesai dipakai.


Sedangkan hari Sabtu atau Minggu akan dimanfaatkan untuk membersihkan apartemen bersama. Biasanya keduanya akan berbagi tugas, Elkan yang akan mengepel lantai, Mira akan membersihkan lemari es, kamar mandi, bahkan pasangan muda itu memiliki kebiasaan mengganti sprei dan bed cover seminggu sekali. Sudah menjadi kebiasaan Mira sejak menjadi gadis di rumah. Dia gemar menjaga kebersihan kamarnya sendiri. Terkadang dia menata meja belajar, membersihkan koleksi bukunya, atau mencuci bonekanya sendiri. Itu juga terbawa sangat sekarang, dia pun mengganti sprei dan bed cover setiap satu minggu sekali.


Jelang jam empat sore waktu Sydney, keduanya bangun dan kemudian Mira segera menuju ke sudut unitnya untuk mencuci baju mereka. Dia memasukkan baju kotor di mesin cuci, dan kemudian menuangkan detergen cair dan juga pewangi. Tinggal menunggu sampai durasi mencuci selesai. Usai itu, Mira membersihkan dan menata rak sepatu mereka. Di Sydney, memang Mira dan Elkan hidup dengan tidak banyak barang. Terlebih juga, di Sydney hanya sewaktu kuliah saja. Hidup dengan sedikit barang tentu lebih baik.


"Dibantuin apa, Honey?" tanya Elkan yang baru saja bangun.


"Bersihin bagian sofa, Kak ... bisa enggan? Bagian bawahnya disapu, takutnya ada debu di sana," ucap Mira.


Elkan menganggukkan kepalanya. Pria itu segera menggeser sofa, dan kemudian membersihkan bagian bawahnya. Rupanya tebakan Mira benar, bahwa ada debu yang bersarang di bawah sofa. Memang sudah waktunya untuk dibersihkan.


"Minta tolong vacum cleaner dong, Honey ... sini aku bersihin debunya sekalian. Biar kita sehat dan enggak kena flu," ucap Elkan.


Mira pun segera mengambilnya vacum miliknya dan kemudian memberikannya kepada suaminya. Dia tersenyum melihat Elkan yang rajin bersih-bersih. Walau anak orang kaya, tapi Elkan termasuk anak yang rajin, dan mau bersih-bersih. Berbeda dengan image anak orang kaya yang hanya menggenggam tangannya sendiri.


"Biasa bersih-bersih Kak?" tanya Mira kemudian kepada suaminya itu.


"Terbiasa sih, kan di Singapura hidup sendiri. Sudah mandiri sejak SMP," balas Elkan.

__ADS_1


Mira menganggukkan kepalanya. Kebiasaan mandiri dan suka bersih-bersih rupanya karena Elkan sudah terbiasa tinggal sendiri di Singapura. Untuk apartemen yang dia tempati, harus dibersihkan sendiri. Bukannya Mama Sara dan Papa Belva tidak memberikan ART, tapi Elkan menolak dan dia berkata ingin mandiri.


"Inti kamu dapat aku itu paket komplit, Honey ... cakep iya, pinter ya lumayan, walau gak sepinter kamu. Bisa cari uang sejak muda juga iya, mau bagi-bagi bersih-bersih rumah. Tenang saja, nanti kalau kamu hamil dan memiliki baby, aku akan membantu kamu untuk mengasuh anak kita," balas Elkan.


Mira terkekeh geli mendengarkan perkataan suaminya itu. "Papaable banget dong kamu, Kak ... serba bisa," balas Mira.


"Harus dong ... walau bekerja dan memakai dasi, seorang pria adalah suami, teman, penolong, dan Papa saat di rumah. Yang pasti, kita akan selalu bekerja sama. Itu yang dilakukan Papaku, Sayang. Siapa yang gak kenal Belva Agastya? CEO Agastya Properti dengan aset selangit, tapi lihatlah di rumah Papa sangat bersahaja. Dia hanya suka masakan buatan Mama. Dia mau mengasuh anak dan membantu Mama untuk mengasuh kami waktu masih bayi. So, aku juga meneladani Papa. Kerja boleh berkemeja rapi dan berdasi. Di rumah, kamu bisa memanfaatkanku untuk apa pun," ucap Elkan.


Rasanya Mira bangga dengan suaminya. Meneladani sosok yang baik dan hebat, rupanya membuat Elkan juga hebat. Namun, yang dikatakan Elkan memang benar adanya. Papa Belva adalah pria hebat yang bersahaja saat di rumah. Pengusaha kaya raya itu bahkan satu waktu pernah dikalahkan untuk jumlah pendapatan satu tahun oleh istrinya sendiri melalui bisnis kopi dan skincare. Namun, keduanya tidak pernah cek-cok, justru rumah tangganya selalu kokoh.


"Jadi, anaknya Papa Belva ini boleh dimanfaatkan dong?" tanya Mira lagi.


"Cowok kan biasanya gak suka disuruh-suruh istrinya, Kak. Daripada disuruh-suruh istri dan jagain anak mending kerja aja di luar rumah," balas Mira.


Elkan dengan cepat menggelengkan kepalanya. "Aku gak begitu dong. Bantu kamu jagain baby, juga aku mau. Itu tipe cowok curang yang maunya enaknya aja. Ketika memasuki pernikahan dan memiliki bayi, dunia rumah tangga itu seakan jungkir-balik, Honey. Yang semula enak, berubah tidak enak. Makanya, kita punya waktu untuk menyesuaikan. Empat tahun menjadi waktu menuju masa menuju punya baby, di mana kehidupan rumah tangga akan berubah," ucap Elkan.


Akan tetapi, apa yang dikatakan Elkan benar bahwa manisnya masa-masa pacaran terkadang tak sebanding ketika sudah memasuki dunia rumah tangga. Rasanya benar-benar dijungkir balikkan. Bisa cek-cok karena cucian menumpuk. Bisa bertengkar karena kebiasaan kecil di rumah. Lebih-lebih saat memiliki anak, di mana waktu untuk romantisme bersama pasangan akan berkurang. Untuk itu, Elkan menganggap baik waktu empat tahun kuliah ini sebagai masa untuk saling menyesuaikan diri. Masa pacaran halal sebelum nanti masuk ke dunia dengan level yang berbeda yaitu memiliki anak.


"Iya ya, Kak ... lebih-lebih nikah muda banyak yang tidak berhasil. Banyak yang berakhir di tengah jalan. Duh, takut," aku Mira.

__ADS_1


"Gak usah takut. Kita jalani saja berdua. Bersihin apa lagi, Honey?" tanya Elkan kemudian.


"Uhm, udah sih, Kak. Tinggal nunggu baju yang dicuci selesai terus dijemur saja. Apa kita ke laundryan dulu Kak? Mau laundry sprei dan sambil beli makan malam gimana?" tanya Mira kemudian.


Akhirnya, sembari menunggu baju mereka selesai dicuci di mesin cuci. Elkan dan Mira keluar bersama untuk memasukkan sprei mereka ke tempat laundry. Sebab, di unit yang terbatas dan ingin menjemur sprei juga tidak ada tempat. Selain itu, Mira mengakui bahwa menstrika sprei itu susah, dan dia belum bisa. Jadi, jalan tengahnya hanya melaundry sprei saja. Selebihnya dicuci, jemur, dan distrika oleh Mira sendiri seperti pakaian mereka.


"Biar aku yang bawa kantongnya," ucap Elkan.


"Makasih, Kak ... padahal itu besar, tapi gak berat dan aku bisa bawanya," balas Mira.


"Tidak apa-apa. Dekat juga kan, di depan unit kita. Malam mau makan apa, Honey?" tanya Elkan lagi.


"Beli nasi bento-bento di minimarket itu nanti dihangatin gimana Kak? atau mau aku masakkan yang simple," balas Mira.


"Pengen Nasi Goreng, Honey. Mau enggak buatin?"


Rupanya Elkan menginginkan nasi goreng. Dia bahkan bertanya kepada Mira mau enggak untuk memasakkan Nasi Goreng untuknya. Mira pun menganggukkan kepalanya.


"Boleh, bahannya ada di rumah. Habis ini aku masak nasi dulu yah," jawab Mira.

__ADS_1


Tentu Elkan sangat senang karena akan dimasakkan oleh istrinya. Selain itu juga menurut Elkan, masakan Mira itu selalu enak. Cocok di lidahnya. Cukup beberapa menit saja memasukkan laundry dan kemudian mereka kembali pulang ke unitnya, Mira akan memasak nasi terlebih dahulu. Nanti malam siap membuatkan nasi goreng spesial untuk suaminya.


__ADS_2