
Sudah dua hari berlalu, dan hari ini Sonya masih bisa melihat Mira yang datang ke sekolah bersama dengan Elkan. Jika sebelumnya, Sonya menuduh Mira sendirian. Sekarang, Sonya menuduh Mira terang-terangan di hadapan Elkan.
"Oh, jadi sekarang barengan lagi ... kalian ini sebenarnya ngapain sih? Di kelas duduk satu bangku, dan sekarang barengan ke sekolah."
Mungkin kini Sonya menjadi spionase untuk Elkan dan Mira. Buktinya sekarang Sonya bisa tahu bahwa Elkan dan Mira sama-sama berangkat ke sekolah. Bahkan Sonya mengatakan semuanya itu dengan menatap tajam kepada Mira.
"Gak usah ikut campur, Sonya," balas Elkan.
"Oh, jadi sekarang dibelain yah ... El, harusnya loe itu sadar, cewek cupu kayak gini gak pantes sama loe yang setampan pangeran. Iya, emang pinter sih ... tapi, penampilannya enggak banget," balas Sonya.
Elkan mendengus kesal di sana dan kemudian menatap tajam pada Sonya. "Buat gue, Mira itu enggak culun kok. Dia cantik, dan apa adanya," balas Elkan.
Ketika Elkan menjawab itu, terlihat sekali Sonya yang merotasi bola matanya dengan malas. Sementara Mira sebenarnya tersenyum dalam hati. Dulu, ketika Elkan pulang dari Singapura, Mira pikir bahwa Elkan akan menilainya tidak menarik karena dia mengenakan kacamata dan menguncir rambutnya. Rupanya sekarang, Mira mendengar sendiri bahwa di mata Elkan, Mira terlihat cantik dan apa adanya.
"Gak usah muji-muji cewek gue, El," sergah Bagas yang kini turut bergabung.
"Cewek mana?" tanya El dengan menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Elkan sangat percaya dengan cerita dari Mira bahwa Bagas hanya mengaku-aku sebagai seorang pacar. Tentu semua ini ada campur tangan Sonya. Tidak mungkin Bagas akan melakukan semuanya, jika tidak karena Sonya.
"Mira itu cewek gue," balas Bagas dengan memincingkan matanya.
Akan tetapi, Mira menggelengkan kepalanya. "Gak ada ya Bagas. Gue gak ngerasa jadi cewek loe," balas Mira.
Kemudian Elkan menatap Mira yang berdiri di sampingnya. "Ayo, Ra ... kita masuk aja ke dalam kelas. Jam pertama ada ujian Fisika. Gak usah diladenin," balas Elkan.
Mira menganggukkan kepalanya dan kemudian dia berlalu begitu saja melewati Bagas dan Sonya. Yang penting Mira sendiri sudah menegaskan bahwa dia bukan pacarnya Bagas. Semua hanya akal-akalan Bagas saja yang mengaku-aku sebagai pacarnya.
"Jangan takut, Ra," ucap Elkan dengan pandangan yang lurus ke depan dan tidak menatap Mira yang berjalan di sampingnya.
Setelah mereka sampai di kelas, dan Elkan yang memiliki kebiasaan untuk keluar dari kelas terlebih dahulu. Sonya dan Bagas kemudian berdiri di hadapan Mira, di depan meja Mira dan menatap Mira yang ada di sana.
"Ra, gue udah peringatkan loe berkali-kali yah, bahwa Elkan itu milik gue. Cewek dengan tampang kayak loe ini gak pantes sama sekali buat Elkan," ucap Sonya dengan menuding-nuding Mira.
"Gue ini cowok loe, Ra ... kenapa loe selalu ngrendahin gue dan menganggap gue tidak ada. Jawab Ra!"
__ADS_1
Bagas pun ikut-ikutan untuk mengintimidasi Mira di sana, dan kemudian Mira berusaha menghadapi keduanya. Rasanya menyebalkan sekali dituduh yang tidak-tidak. Apalagi jika Sonya tahu hubungan apa yang terjalin antara dirinya dengan Elkan, sudah pasti Sonya akan tercekat bahkan bisa guling-guling di lapangan.
"Gas, please ... dulu kita teman, Gas. Kenapa kamu ngerusak persahabatan di antara kita dan bermain murahan kayak gini? Dulu kamu baik, Bagas ... tapi sekarang tidak," balas Mira.
Mendengar perkataan Mira, Bagas tampak menundukkan wajahnya. Dia sepenuhnya tahu bahwa dirinya telah berubah. Namun, Bagas tak bisa memungkiri bahwa dia ada rasa dengan Mira.
"Setelah loe ngrendahin Bagas, dan terus sok deket gitu ya sama Elkan?" tanya Sonya.
Mira tersenyum di sana. Berpenampilan culun, bukan berarti dia harus takut dan harus selalu dibully. Tidak. Mira berani membela dirinya sendiri. "Enggak, buktinya Elkan sendiri yang pengen duduk di sini, samping gue. Kalau dia tertarik sama loe, seharunya sejak dia menjadi siswa baru dulu, dia duduk di dekat loe," balas Mira.
"Jadi, loe sekarang berani Ra?" Sonya kian memincingkan matanya dan kian tidak sabar dengan Mira.
"Selama gue gak salah, gue berani," jawab Mira.
"Cari mati ya loe sama gue. Inget kalau loe macam-macam sama gue, habis loe," balas Sonya.
Sementara Mira menggelengkan kepalanya, "Fokus sekolah, Sonya ... tinggal beberapa bulan lagi ujian nasional sudah di depan mata," balas Mira.
__ADS_1
Sungguh, dia tidak mau mencari masalah dengan Sonya. Toh, sekolah dengan seragam putih abu-abu hanya tinggal beberapa hari lagi. Oleh karena itu, lebih baik untuk fokus dengan ujian yang kian ada di depan mata.