Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Rivalitas Bisnis


__ADS_3

Selang satu bulan kemudian ....


Kedai kopi milik Bagas sudah berdiri. Kedai kopi yang berhadap-hadapan langsung dengan Coffee Bay seakan Bagas sendiri menabuh genderang perang dengan Elkan. Adanya bisnis baru di depan mata memang mengisyaratkan kedua kedai kopi itu adalah rival. Apple to Apple.


Selain itu, selama masa opening, kedai kopi milik Bagas memberikan diskon buy one get one. Juga ada beberapa series yang dijual dengan potongan diskon 30%. Tentu ini promo menarik untuk pelanggan. Selain itu, banyak banner yang dipasang kedai kopi milik Bagas.


"Pak Elkan, ada kedai kopi baru di depan kita," kata Anton, seorang pekerja di Coffee Bay.


"Iya, benar. Tidak usah khawatir. Paling ini hanya berlangsung selama mereka masa Soft launching," kata Elkan.


"Kenapa seperti mengadu kedai kopi dengan kedai kopi yah Pak Elkan?" tanya Anton lagi.


Sebagai pekerja yang sudah lama bekerja di Coffee Bay, Anton merasa bahwa kedai kopi baru bernama Say to Coffee itu seakan memang mengadu keduanya. Berhadap-hadapan dan barang yang dijual juga sama yaitu Coffee. Orang awam pun mengira bahwa kedua kedai kopi ini bersaing ketat.

__ADS_1


"Sudah, tidak apa-apa. Kita biarkan saja mereka. Kita tetap perlakukan pelanggan dengan baik. Semua hasilnya serahkan kepada Tuhan."


Untuk hari pertama ini Elkan tidak ingin ambil pusing. Dia memilih untuk tetap melakukan yang terbaik. Melayani setiap pembeli dengan baik. Hasil akhirnya serahkan kepada Tuhan saja.


Mulai penjualan jam sepuluh pagi, terlihat antrian di Say to Coffee. Maklum, banyak diskon dan promosi di kedai kopi itu sehingga membuat konsumen pun penasaran. Terlebih promosi buy one get one yang menarik banyak pembeli.


Hasilnya juga terasa pembeli Coffee Bay menjadi tak seramai biasanya. Walau begitu Elkan masih bersyukur karena ada pembeli yang tetap memilih Coffee Bay. Mempercayakan cita rasanya dengan membeli minuman dari Coffee Bay.


"Terasa Pak Elkan jumlah pembeli yang berkurang," kata Anton lagi.


"Sudah ada berapa orderan yang masuk, Ton?" tanya Elkan.


"Sampai sekarang baru 70, Pak," balas Anton.

__ADS_1


Ini adalah jumlah yang menurun dibanding biasanya. Namun, Elkan masih optimis bahwa jumlah orderan masih bertambah. Terlalu dini untuk menganggap bahwa orderan di Coffee Bay menjadi sepi.


...🍀🍀🍀...


Satu Hari Kemudian ....


Rivalitas Coffee Bay dan Say to Coffee masih berlanjut dengan promosi besar-besaran dari Say to Coffee. Kali ini ada kabar yang kurang baik yang disampaikan oleh Anton.


"Pak Elkan, ada mantan staf Coffee Bay dulu yang sekarang bekerja untuk kedai kopi sebelah," kata Anton.


Elkan sudah berfirasat tidak baik. Bisa saja hanya merekrut mantan staff atau mencuri resep dari Coffee Bay. Sebab, bisa saja bahwa mantan staf akan membocorkan resep dari Coffee Bay. Sejauh ini Elkan menilai bahwa persaingan ini sudah tidak sehat.


"Kita lihat saja nanti, Ton. Tenang saja, Coffee Bay sudah berdiri sangat lama. Sehingga kita sudah tahu bagaimana sepak terjangnya. Sekarang kita fokus ke bisnis kita saja."

__ADS_1


"Ini sudah tidak sehat, Pak Elkan," kata Anton.


Ya, memang Elkan merasa bahwa bisnis ini sudah tidak sehat. Persaingan pun rasanya Bagas terlalu memakai cara yang tidak sehat. Akan tetapi, Elkan masih percaya bahwa tidak akan mudah menumbangkan Coffee Bay begitu saja.


__ADS_2