
Berada di Rumah Sakit memang rasanya tidak nyaman, tapi memang Mira masih harus dirawat di Rumah Sakit terlebih dahulu. Sementara, Elkan juga siaga untuk menjaga Mira. Walau panik, dan juga masih merasa bersalah, tapi Elkan sekarang fokus untuk merawat Mira terlebih dahulu.
"Aku perlu memberi kabar Mama dan Papa kita enggak, Honey?" tanya Elkan.
Sebagaimana pemikiran Elkan tadi ketika Mira belum sadar, Elkan akan bertanya dan meminta pertimbangan Mira untuk memberitahu orang tua dan mertuanya tidak. Walau kasus ini serius, tapi Elkan tahu bahwa Mira memiliki pertimbangan sendiri.
"Sekarang, gak perlu, Kak. Lihat perkembangan kasusnya Rosaline dulu," balas Mira.
Pikir Mira, jika Rosaline memang mendapatkan hukuman dan juga hukuman dari kampus karena kejadiannya berada di dalam kampus, Mira mungkin tidak perlu memberitahu Mama dan Papanya dulu. Sementara, jika Rosaline tidak mendapatkan hukuman sesuai tindakannya dan membahayakan dirinya, Mira baru akan mengabari orang tua dan mertuanya.
"Kamu yakin?" tanya Elkan.
"Ya, aku yakin," balas Mira.
Elkan akhirnya menganggukkan kepalanya. Dia menyetujui apa yang dipikirkan oleh Mira. Namun, memang jika Rosaline kembali membahayakan nyawa dan keselamatannya, maka Mira akan menghubungi orang tua dan mertuanya.
"Baiklah, besok aku akan ke kampus dulu ya, Honey. Aku harus melaporkan ke Komisi Disiplin, bagaimana pun kejadian ini terjadi di kampus. Jadi, pihak kampus harus memberikan hukuman kepada Rosaline," balas Elkan.
__ADS_1
"Iya, Kak. Aku boleh pulang kapan Kak?" tanya Mira kemudian.
"Kurang tahu, Sayang. Sabar saja. Yang penting kamu sehat dan pulih dulu. Ya sudah, bobok yah. Istirahat dulu," ucap Elkan.
Sebenarnya terbiasa tidur bersama Elkan dalam satu ranjang, dan sekarang di dalam kamar itu hanya ada satu brankar dan sofa, sehingga mau tidak mau keduanya harus pisah ranjang terlebih dahulu. Akan tetapi, sekarang mau tidak mau harus dilakukan. Namun, Elkan tidak langsung tidur. Pria muda itu berusaha untuk mengusapi kepala Mira terlebih dahulu. Menunggu sampai Mira terlelap, barulah dia mulai tidur di sofa yang ada di dalam kamar rawat inap.
Namun, Elkan pun juga tidak bisa tidur nyenyak. Dia hanya bisa tidur ayam. Selain itu, ketika memejamkan matanya, seolah bayangan kala Mira terkena pisau dan pandangannya mengabur membuat Elkan terbangun. Bayang itu akan selalu ada di otaknya. Elkan sampai dini hari itu terjaga dan duduk di sofa.
"Bagaimana pun, aku tetap menyesal, Honey. Kamu bilang karena kamu ingin berdiri di sisiku. Namun, itu jadi bukti bahwa aku tidak bisa melindungi kamu."
Akhirnya, Elkan memilih untuk menuju ke kamar mandi. Setelah itu, dia membasuh wajahnya. Sembari terus berkata dalam hatinya supaya mendapatkan ketenangan. Setelah, Elkan kembali terjaga, dia justru berusaha mencari tahu dan menemukan rekaman CCTV di kampus. Itu semua karena Elkan ingin membuat Rosaline merasakan hukuman yang berat karena telah berani melukai Mira.
Hampir satu setengah jam, Elkan sudah bisa mendapatkan semua yang dia mau. Namun, untuk peretas yang dia sewa tak mau dibayar karena itu adalah temannya Elkan di Singapura dulu. Sehingga Elkan cukup berterima kasih kepada temannya. Setelah, semua data ada di tangan, esok Elkan akan menuju ke kampus dan mengurus semuanya.
"Usai ini, kamu tak akan bisa mengelak, Line. Aku akan membalas semua. Akan akan melupakan hubungan pertemanan di antara kita berdua," gumam Elkan seorang diri.
***
__ADS_1
Keesokan Harinya ....
Usai diperiksa lagi oleh Dokter, Mira diperbolehkan pulang. Namun, luka di perutnya tidak boleh terkena air dulu sampai jahitannya kering.
"Hanya perlu menjaga jahitannya agar tetap kering. Selain itu, obat dan antibiotik yang diberikan harus diminum sampai habis. Dua hari lagi, bisa ke Rumah Sakit untuk mengecek jahitan dan mengganti perban."
Usai itu, memang Mira memilih rawat jalan. Sebisa mungkin bisa di unitnya. Walau, nanti di unit, aktivitas Mira juga masih terbatas.
"Offcourse, Doc," balas Mira.
Sekarang, Elkan dengan hati-hati mengajak Mira untuk pulang ke unitnya. Walau sebenarnya, Elkan lebih nyaman ketika Mira berada di Rumah Sakit dulu. Memastikan lukanya sembuh.
"Padahal, stay di hospital dulu tidak masalah loh, Honey," ucap Elkan kepada Mira.
Namun, Mira justru menggelengkan kepalanya. "Enggak, kalau di Rumah Sakit nanti aku malahan gak sembuh-sembuh. Di unit saja, Kak," balasnya.
"Di unit gak boleh banyak aktivitas loh. Harus sembuh dulu," balas Elkan.
__ADS_1
Mira pun kemudian menganggukkan kepalanya. "Iya-iya, siap," balas Mira.
Tidak apa-apa mengikuti apa yang Elkan mau. Setidaknya berada di unit, rasanya lebih nyaman. Selain itu, unit apartemen menjadi tempat terbaik untuk beristirahat dan menghabiskan hari.