Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Efek Kehamilan yang Aneh


__ADS_3

Pulang dari Rumah Sakit, wajah Mira sangat cerah. Senang rasanya benar-benar mendapatkan bayi yang berjenis kelamin cowok dan cewek. Walau itu adalah inseminasi di luar, tetap saja ketika mendengarkan penjelasan Dokter Indri bahwa babynya berjenis kelamin cowok dan cewek, Mira merasakan sangat senang.


"Biasanya para pasangan menginginkan anak sulung itu cowok, dan nanti adiknya cewek. Akan tetapi, sekarang kita justru mendapatkan berkah berlebih dari Allah ya, Kak ... di dalam sini ada baby cowok dan cewek sekaligus," cerita Mira dengan mengusapi perutnya.


"Benar banget, Honey. Walau sudah tahu kalau embrio yang ditransfer memang berbeda, tapi melihat sendiri babynya satu boy dan satu girl rasanya membuat senang banget yah."


Elkan memiliki pendapat serupa karena memang dia merasa sangat senang. Sebenarnya dulu waktu transfer embrio jenis kelaminnya sudah dijelaskan. Akan tetapi, sekarang melihat sendiri hasil pemeriksaan USG rasanya jauh lebih senang.


"Dijaga baik-baik ya, Honey. Aku juga lebih sehat, gak begitu morning sickness. Mungkin karena kamu sudah memasuki Trimester dua juga. Giliran aku yang akan lebih jagain kamu," kata Elkan.


Usai itu, keduanya memasuki mobil bersama-sama, dan segera pulang ke rumah. Sudah malam, waktunya untuk beristirahat malam. Sehingga, Elkan pun segera melajukan mobilnya untuk bisa segera tiba di rumah.


Begitu tiba di rumah, Elkan memilih untuk mandi terlebih dahulu karena memang tadi dia baru pulang dari kantor dan langsung mengantar istrinya ke rumah sakit. Sekarang, Elkan sudah mandi dan bersih. Sementara, Mira berada di kamar rebahan dengan sesekali miring ke kanan atau ke kiri. Punggungnya yang terkena ranjang yang empuk, rasanya sungguh enak sekali.


"Ngapain, Honey?" tanya Elkan menyusul istrinya yang sudah berada di ranjang.


"Nungguin kamu saja, Kak. Kangen," balas Mira.


Elkan tertawa geli dengan tangan yang mengusapi rambut istrinya itu. Mira kemudian memberanikan diri untuk bertanya kepada suaminya.


"Kak, Kakak ... capek engga?" tanyanya.


Tak pernah sebelumnya Mira bertanya seperti ini. Namun, malam ini rasanya berbeda. Terlebih dengan serangkaian gejolak hormonal yang berpengaruh terhadap si ibu hamil. Ada gejolak sendiri yang Mira rasakan dan itu memang hadir sendiri dengan tiba-tiba.


"Hm, enggak capek kok. Kenapa?" tanya Elkan.

__ADS_1


"Sorry, Kak ... aku pengen."


Ucapan Mira itu terdengar ambigu. Akan tetapi, Elkan tahu apa yang diinginkan istrinya. Tak pernah sebelumnya Mira seperti ini. Elkan yakin ini adalah dampak kehamilan yang membuat Ibu hamil lebih berhasrat.


"Pengen apa?" tanya Elkan menggoda istrinya.


"Ya, pengen aja," balas Mira.


Elkan sedikit beringsut. Dia membawa Mira duduk di pangkuannya, sementara Elkan sendiri bersandar di headboard. Dengan posisi inilah, Elkan tidak akan menindih perut Mira yang sudah terlihat begitu membesar.


Dengan begitu pelan, Elkan membawa kedua tangan Mira melingkar di lehernya, sedikit menarik maju pinggul Mira untuk memangkas jarak mereka yang tak seberapa, lantas Elkan mulai melabuhkan kecupan yang hangat dan basah di bibir istrinya. Dengan mata yang terpejam, Elkan mengecupi bibir itu. Rasa hangat dan juga manis seketika menyapa Elkan. Oh, sebenarnya sudah lama juga Elkan mendamba hubungan seperti ini. Sudah begitu lama dia tidak merasakan nikmatnya peraduan malam seperti ini.


Tangan Elkan bergerak perlahan membelai sisi wajah Mira dengan satu tangan yang lain membelai di punggung dengan gerakan naik turun. Elkan kian memiringkan wajahnya, dia tak segan untuk mengecup, memagut, dan mengisap dua belah lipatan bibir Mira. Lebih memburu karena Elkan sendiri begitu rindu dengan istrinya.


Tangannya pun sekarang menyusup di balik kaos yang Mira kenakan, meraba epidermis kulit punggung Mira yang halus. Lebih nakal, tangan Elkan melepaskan pengait-pengait besi yang ada di punggung Mira. Sementara Mira sendiri kian memejamkan matanya, dia mengikuti ritme ciuman suaminya. Tangannya terkadang membelai dan meremas perlahan helai demi helai rambut suaminya yang basah. Ini yang Mira inginkan. Entah, tapi rasanya Mira sendiri merasa dahaga rasanya.


Lenguhan Mira terdengar. Itu adalah suara yang indah di telinga Elkan. Dengan napas yang seakan terengah-engah, Mira menyulut Elkan untuk melakukan lebih. Maka, tak ada yang Elkan tunggu. Pria itu menarik ke atas kaos yang Mira kenakan, lantaran pengait di punggung juga sudah terlepas, maka ketika kaos dilepaskan, seluruhnya ikut terlepas. Polos, itu yang Elkan lihat sekarang. Tak ragu, Elkan mengecup inci demi inci kulit Mira dari leher, ke tulang belikat, dan ke tulang selangkanya. Tangannya juga mengusap perlahan perut Mira yang sudah membuncit, sekadar untuk menyadarkan Elkan bahwa sekarang istrinya sedang hamil, jadi Elkan sendiri harus berhati-hati.


Tak ingin kalah, Mira juga menarik ke atas kaos yang suaminya kenakan. Membuat sang suami tampil shirtless, tangan Mira pun bergerak perlahan, memberikan sapuan hanya dengan ujung jemarinya di dada suaminya. Membelai perlahan bulatan cokelat di dada suaminya. Elkan terengah dan menghela napas panjang. Sekadar ujung jari jemari istrinya saja berhasil menghantarkan gelenyar asing dalam dirinya.


Pun dengan Elkan dengan menundukkan wajahnya dan membuai perlahan bulatan indah yang kini sudah ada di depan mata. Hanya sisi-sisinya saja, tidak di puncaknya. Sebab, Elkan tahu pesan dari Dokter tidak boleh mengeksplorasi area dada. Namun, Mira seperti merengek di sana. Sebab, rasanya seperti ada yang kurang.


"Kakak," ucap Mira.


"Ya, Honey. Tidak boleh ini," balas Elkan dengan mengusap puncak yang sudah sepenuhnya menegang itu.

__ADS_1


"Hm, sayang banget. Kurang," rengek Mira.


Elkan tersenyum tipis, dia tahu apa yang minta istrinya. Akan tetapi, Elkan tak akan melakukannya untuk keselamatan dan kenyamanan bersama. Bukannya Elkan tidak mau, tapi memang Elkan pun menahan.


Beralih ke tempat yang lain, Elkan melepas sisa-sisa busana mereka. Pria itu meminta istrinya untuk rebah. Tak ragu memberikan sensasi paling mengenakan untuk Mira.


Dia sapa dan sisir lembah di bawah sana dengan ujung lidahnya. Tak ada yang terlewati. Ada dorongan, ada usapan, ada tusukan. Semuanya menjadi kombinasi yang luar biasa nikmat membuat Mira merengek dan mende-sah beberapa kali.


Itu rasa yang sangat indah, membuat Mira terbang dan melayang. Begitu lihainya suaminya itu memuja dirinya. Akan tetapi, dalam sebuah hubungan harus ada saling memberi dan saling menerima. Mira giliran memberi untuk suaminya. Dia lakukan yang terbaik. Bukan sekadar membasahi, tapi benar-benar memberikan service terbaik untuk suaminya.


Elkan pun sama halnya dengan Mira. Terbang, melayang, membumbung tinggi di angkasa. Namun, Elkan tak mau berlama-lama, kasihan jika itu menekan perut istrinya.


Kembali ke posisi semula dengan membawa Mira duduk di pangkuannya. Sekarang, ada pusaka yang bersarang di cawan surgawi Mira. Oh, seketika Mira merasa penuh. Tangan-tangannya mencengkram bahu suaminya. Pun Elkan yang tersenyum dengan tatapan memuja sembari merapikan anakan rambut Mira.


Dia dekap tubuh istrinya, berbagi peluh bersama. Merasakan gerakan tak beraturan yang nyatanya justru membuat Elkan merasakan kenikmatan tiada tara. Oh, istrinya itu seakan memantik api hasrat dalam dirinya. Tangan Elkan pun menyentuh perlahan perut istrinya, berharap tak menyakiti baby twins yang ada di sana.


"Honey, kamu cantik banget," kata Elkan dengan mencuri sebuah kecupan di bibir Mira.


Akan tetapi, Mira tak menjawab. Dia membalas dengan gerakan yang membuat adrenalin Elkan berdesir laksana menaiki roller coaster. Tubuhnya merasakan sinyal-sinyal laksana sengatan listrik. Sangat indah rasanya.


"Cantik banget," puji Elkan lagi.


"Hubby," balas Mira dengan terengah-engah.


Berapa lama mereka memacu, hingga Mira merasakan tubuhnya meringan. Sekujur tubuh meremang dan Mira benar-benar merasakan pelepasan yang indah. Diikuti Elkan sekian detik berikutnya.

__ADS_1


Keduanya hancur dan menyentuh tangannya hingga ke busur pelangi. Luar biasa indahnya. Ini adalah efek kehamilan yang aneh untuk Mira. Akan tetapi, ketika mendapatkan semuanya, rasanya terjadi ledakan dahsyat yang tentunya hanya bisa rasakan berdua. 🥰


__ADS_2