
Sama seperti biasa, Mira menjadi orang yang lebih dahulu mengajukan skripsi. Bahkan dia sudah mendapatkan pembimbing untuk Skripsinya. Berbeda dengan Elkan yang masih bingung harus mengambil apa untuk skripsinya. Bahkan menentukan masalah yang akan dia teliti saja rasanya sukar.
"Kenapa, Kak?" tanya Mira kepada suaminya yang terlihat sedang memikirkan sesuatu.
"Kamu berapa variabel, Honey?" tanya Elkan.
"Dua saja. Kan cukup satu variabel X dan variabel Y. Gak usah berpikir sulit, Kak. Penting kita lulus semester ini," kata Mira.
Elkan menganggukkan kepalanya. Dia berusaha mencari dan menentukan variabel X dan variabel Y seperti yang sudah dijelaskan Mira sebelumnya. Untung saja, Mira itu cerdas dan Elkan bisa belajar banyak dari istrinya itu. Tidak ada rasa sungkan, pria pun bisa belajar dari istrinya. Cewek lebih unggul di bidang akademik adalah hal yang biasa.
"Bimbing aku ya, Honey," pinta Elkan.
Mira tertawa di sana. "Bimbingan sama aku bayarannya lebih mahal loh, Kak," jawab Mira.
"Hm, bayarannya apa?" tanya Elkan.
"Bayarannya kamu harus membahagiakan aku setiap waktu, mencintaiku setiap hari sepanjang hidupmu. Mahal kan?" tanya Mira.
Elkan justru tertawa mendengar jawaban dari Mira. Pria itu menggelengkan kepalanya dengan terkekeh geli.
"Kamu ini, sejak kapan kamu merayu-rayu gini sih? Kan harusnya merayu kamu itu tugasku," balas Elkan.
__ADS_1
"Apaan, Kak ... aku kan jawabnya serius. Kita bahagia bersama dalam pernikahan kita yang akan berlangsung lama seumur hidup kita," balas Mira.
Mendengarkan apa yang Mira katakan, Elkan sejenak berdiri. Kemudian dia memeluk istrinya itu. Hatinya menghangat ketika Mira mengatakan semuanya itu. Pria itu segera memeluk Mira dengan begitu erat.
"Sweet banget sih kamu, Honey. Skrip sweet yah nanti. Bimbing aku, apalagi kamu kan lebih pinter. Aku gak malu kok belajar sama istri sendiri. Justru harus bisa memanfaatkan istri yang sepinter inu," balas Elkan.
Mira tersenyum kedua tangannya melingkari tubuh suaminya, wajahnya menceruk di dada suaminya sembari menghirupi aroma parfum suaminya yang sudah menjadi favoritnya itu. Lantas, Mira menengadahkan wajahnya.
"Ya sudah, dikerjakan aja, Kak. Yuk, dikerjakan dulu biar dapat pembimbing skripsi," ajak Mira.
Memilih mengikuti saran dari Mira, akhirnya Elkan mencoba memikirkan dulu apa yang ingin dia teliti dan kaji. Dibantu oleh Mira, dia menentukan mana variabel x dan variabel y. Selain itu, Mira juga membantu Elkan menentukan kerangka berpikir dan sebagainya.
"Tinggal diprint, Kak. Pastikan lagi, bahasa Inggrisnya gak ada yang salah," kata Mira.
"Semangat, Kak. Ini semester terakhir. Jangan menyerah sekarang," balas Mira.
"Senengnya dibimbing, disemangatin, disayangi. Seneng banget, Honey," balas Elkan.
"Ya, pasti, Kak ... kita di Sydney kan hanya berdua. Jadi, kita saling mendukung dan saling memiliki satu sama lain."
Ada beberapa kasus khusus di mana pasangan suami dan istri harus saling memiliki dan mendukung satu sama lain. Terlebih ketika mereka tinggal di negeri asing dan tidak ada saudara dan keluarga. Praktis, mereka hanya akan bergantung kepada pasangannya.
__ADS_1
...🍀🍀🍀...
Beberapa Hari Setelahnya ....
Akhirnya, Elkan mengajukan ke Biro Skripsi. Walau jatuh bangun diawal. Sebenarnya, Elkan bukannya tidak bisa, tetapi Elkan terlalu berpikir luas dan terlalu banyak pilihan, sampai akhirnya membuat Elkan tidak fokus. Untung saja ada Mira yang bisa membantu Elkan. Oleh karena itu, Mira dengan pelan-pelan membimbing suaminya.
Sekarang, Elkan sudah menemui Biro Skripsi dengan membawa Bab 1 miliknya. Selain itu, Elkan juga sudah mempersiapkan baik-baik. Dia ingat pesan dari Mira untuk tenang dan juga menguasai latar belakang masalah. Sebab, semuanya akan digali dari latar belakang masalah.
Mengunjungi Biro Skripsi, akhirnya hampir satu setengah jam, Elkan sudah kembali pulang dengan wajah full senyum. Mira saja sampai heran melihat suaminya itu.
"I am coming home, Honey," kata Elkan.
Mira pun membukakan pintu dengan menatap suaminya. Senyuman terbit di wajah Mira.
"Gimana hasilnya, Kak?" tanya Mira.
"Sudah kok. Sudah dapat Dosen Pembimbing. Langsung disuruh mulai Bab 1 dan Bab 2. Kayaknya kita harus sering-sering ke perpustakaan ini, Honey. Membuat kajian teori," kata Elkan.
"Iya, besok aja kita ke perpustakaan. Makan dulu ya, Kak. Aku masak Ikan Kuah Asam Pedas nih," kata Mira.
Ya, ketika Elkan berangkat ke kampus, Mira memasak di unit. Terlebih mereka juga usai berbelanja di market terdekat. Mira tahu bahwa suaminya menyukai olahan seafood. Oleh karena itu, Mira membuat masakan itu khusus untuk Elkan.
__ADS_1
"Makasih, Honey. Kamu ngertiin aku banget deh."
Pulang dengan sambutan senyuman istri dan masakan lezat favoritnya membuat Elkan bahagia. Ya, dia harus bersemangat untuk menyelesaikan semester terakhir ini. Banyak mimpi dan rencana yang ingin dia gapai bersama Mira. Oleh karena itu, Elkan akan berusaha maksimal untuk segera lulus dan melanjutkan mimpi bersama istrinya.