Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Intimate Wedding Party


__ADS_3

Wedding Intimate Party seperti yang Elkan minta, benar-benar diwujudkan oleh kedua orang tua. Taman di Villa yang berada di area Bogor itu dihiasi dengan aneka bunga mawar putih dan juga lampu-lampu taman yang indah. Selain itu, ada meja putih yang panjang lengkap dengan peralatan makan dan juga lilin. Semua tamu undangan akan disuguhkan dengan fine dining petang ini.


"Puluhan tahun yang lalu, kita merayakan pernikahan kita di tempat ini. Bunga mawar putih, baby breath yang melambangkan cinta yang suci semuanya dipasang di sini. Mempercantik venue pernikahan ini. Seakan memori di masa lalu terulang," ucap Mama Sara kepada Papa Belva.


"Benar banget ... bagaimana lagi kalau memang Elkan menginginkan pernikahan di tempat ini. Seleranya sama seperti Papanya," balas Papa Belva.


"Ketiga anak-anak kita memiliki selera seperti Papanya. Evan, Elkan, dan Eiffel. Semuanya seperti kamu," balas Mama Sara.


Hingga akhirnya, kedua pengantin yang hanya sekadar merayakan ceremony itu berjalan bersama menuju pelaminan. Wajah keduanya masih muda, tapi sudah terikat dalam ikatan pernikahan. Tak jarang, para undangan pun berbisik. Terutama beberapa kolega bisnis dari Papa Belva.


"Masih muda banget kok anaknya Pak Belva sudah menikah sih?"


"Kecil-kecil jadi manten, semoga rumah tangganya awet."


"Pengantinnya masih muda banget sih. Melangkahi kakak sulungnya."


Ya, tidak dipungkiri banyak pro dan kontra dari tamu undangan, secara khusus dari rekan bisnis Papa Belva. Namun, walau suara itu kebanyakan bernada negatif. Akan tetapi, pesta pernikahan itu tetap berjalan lancar.


Sementara sekarang di pelaminan, Elkan dan Mira tampak berdiri, senyuman mereka begitu mengembang. Setidaknya, statusnya sudah berubah sekarang. Jika dulu akad, keduanya mungkin masih belum yakin dan terlalu ragu karena kala itu akad dilakukan secara dadakan. Sekarang, keduanya tampak bahagia. Berbeda dengan pengantin wanita yang tampil menawan dengan mengenakan heels, Mira justru mengenakan sepatu kets. Tampil muda sesuai usianya.


Kala itu, pesta pernikahan memang hanya selebrasi saja. Tidak ada acara khusus. Juga sesi foto bersama saja. Sampai kedatangan Jerome yang terkejut. Dia benar-benar tidak menyangka bahwa Elkan dan Mira menikah ketika mereka baru sebulan lulus dari SMA. Tidak mudah bagi Jerome untuk menghadiri resepsi pernikahan itu. Akan tetapi, dia berusaha untuk menguatkan hatinya sendiri.


"Aku tidak menyangka, kamu memutuskan menikah sedini ini. Baru lulus SMA, Ra," ucap Jerome.


Elkan tidak menyela. Akan tetapi, dia memberikan waktu untuk Jerome. Bagaimana pun Elkan sangat tahu bahwa sepupunya itu masih saja masih patah hati perihal cintanya yang tidak terbalas. Akan tetapi, bagaimana pun cinta berhak memilih.

__ADS_1


"Iya, Kak Jerome ... kami memutuskan untuk menikah," balas Mira.


"Apa pun itu, aku berharap kamu dan Elkan akan selalu bahagia. El, jaga Mira yah ... jangan kamu sakiti dia," ucap Jerome kepada Elkan.


Elkan tampak memeluk sepupunya itu sembari menganggukkkan kepalanya. "Pasti, Bro ... aku akan selalu menjaga Mira," balas Elkan.


Jerome pun kemudian turun dari pelaminan, setitik air mata menetes begitu saja. Tidak mudah menghadiri pernikahan sepupu dengan gadis yang dicintai. Namun, cinta akan menemukan jalannya, dan cinta dari Mira adalah untuk Elkan saja. Jerome tidak bisa berbuat apa pun, selain mengikhlaskan Mira.


Di hari yang berbahagia ini, Elkan dan Mira juga kedatangan tamu spesial. Tentu adalah Eiffel yang pulang dari Singapura khusus untuk menghindari pernikahan kakaknya.


"Happy Wedding Kak Elkan dan Kak Mira," ucap Eiffel dengan memeluk Elkan dan Mira bergantian.


Gadis cantik berambut panjang itu tampak begitu senang. Tidak mengira juga, Kakaknya yang selisih empat tahun darinya hari ini menikah. Lebih mengejutkan, yang Elkan nikahi adalah teman masa kecil Kakaknya sendiri yaitu Mira.


"I am so surprised ... but, i am happy for you both," ucap Eiffel lagi.


"Sama-sama Kakak Ipar. Tidak menyangka sekali, Kakak Mira yang dulu nemenin aku main kini menjadi kakak iparku," balas Eiffel dengan tertawa.


"Kamu tidak ingin sekolah di Jakarta?" tanya Mira kemudian.


"Tidak Kak ... usai Junior College nanti, aku ingin kuliah di Paris. Kak Mira kalau bisa kunjungi aku di Paris nanti yah," balasnya.


Mira tertawa. Tidak pernah dirinya bermimpi untuk menginjakkan kakinya di Benua Eropa. Namun, mungkin nanti dia bisa bekerja dan mengumpulkan uang untuk mengunjungi adik iparnya itu.


"Aku punya spesial guest untuk kalian," ucap Eiffel.

__ADS_1


Mira dan Elkan tampak mengernyitkan kepalanya. Siapa tamu spesial yang dimaksudkan oleh Eiffel. Hingga seorang pemuda tampan yang datang mengenakan Jas berwarna Navy. Garis wajahnya tegas, dengan alisnya yang simetris. Pemuda itu begitu tenang dan pembawaannya begitu cool. Sang pemuda tampan itu berjalan menuju ke pelaminan.


"Happy Wedding."


Suara bariton pria dewasa yang kini menyapa Elkan dan Mira. Jika Elkan langsung memeluk pria itu, Mira tersenyum sembari menggelengkan kepalanya. Ya, Evan Agastya yang datang. Putra sulung, keluarga Agastya yang sekarang masih menempuh pendidikan Bisnis di London, Inggris. Untuk Intimate Wedding adiknya, Evan pun memberikan kejutan dengan datang tanpa memberikan kabar terlebih dahulu.


"My Brother ... makasih sudah datang, Kak," ucap Elkan.


Bukan tertawa, Evan justru menjewer telinga adiknya yang usianya selisih empat tahun darinya itu. "Kamu ini ... masih kecil sudah married aja," ucapnya tanpa tersenyum sama sekali.


"Niat yang tulus itu diperhitungkan sebagai ibadah, Kak ...."


Elkan menjawab dan tergelak dalam tawa. Setelahnya Evan memeluk Elkan. Setelahnya, Evan membuka tangannya, dan Mira pun memeluk Evan. Memang ketiganya sudah biasa. Sebab, dulu sewaktu kecil mereka sama-sama bermain bersama. Walau sifat dan karakter Evan lebih pendiam.


"Adik ipar," sapa Evan.


"Makasih sudah datang, Kak Ev," balas Mira.


"Welcome to my family. Aku sudah tahu kalau sejak kecil Mama dan Papa sudah memilih kamu untuk menjadi pengantinnya Elkan. Hari ini datang juga. Happy Wedding," ucap Evan.


Mira mengurai pelukannya dan menganggukkan kepalanya. "Makasih Kakak Iparku yang super keren," balasnya.


Evan pun tersenyum dan mengusapi puncak kepala Mira. "Selamat yah ... bahagia selalu. Aku nyamperin Mama dan Papa dulu," sapanya.


Sebelum Eiffel dan Evan menghampiri Mama dan Papa mereka, mereka berfoto bersama. Ada Marvel yang turut berfoto. Anak-anak Agastya dan Narawangsa yang berkumpul bersama.

__ADS_1


Sungguh, ini pesta pernikahan yang sangat indah. Kesan kekeluarga pun semakin kental dengan datangnya Eiffel dari Singapura dan Evan dari London. Hari yang sangat berbahagia untuk Elkan dan juga Mira.


__ADS_2