Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Awal Semester Baru


__ADS_3

Usai Mira benar-benar sembuh, sekarang bersiap untuk memulai semester baru. Kali ini, Mira dan Elkan juga mengambil SKS berlebih, tujuannya adalah ingin menyelesaikan kuliah S1 setidaknya untuk 3,5 tahun saja. Elkan mengakui bahwa istrinya itu lebih cerdas daripada dirinya. Akan tetapi, Elkan akan berusaha menyesuaikan diri dan juga berusaha keras untuk bisa lulus lebih cepat. Dia ingin ketika masuk ke university bersama-sama, maka kala lulus pun akan bersama-sama.


"Sudah mulai kuliah lagi," ucap Elkan dengan memasuki universitas bersama dengan Mira.


"Iya, semester kedua. Harus lebih semangat," balas Mira.


"Iya, gak kerasa. Rasanya kayak kemarin baru tiba di Sydney, tiba-tiba sudah semester dua. Nanti lama-lama sudah semester akhir," balas Elkan.


Memang kalau menikmati semua proses yang ada. Bulan berganti bulan itu tidak terasa. Sama seperti sekarang, di mana mereka sudah memasuki semester dua. Nanti pelan-pelan, mereka akan sampai pada semester akhir dan sampai pada akhirnya akan lulus nantinya.


"Nanti usai kuliah, kita sapa teman-teman dari Indonesia ya, Honey. Mereka yang sudah membantu kita menaikkan kasusnya Rosaline dulu," ucap Elkan.


"Ya, boleh, Kak ... usai kelas saja," balas Mira.


Sekarang, mereka fokus mengikuti beberapa mata kuliah hari itu. Lantaran, banyak SKS yang diambil membuat keduanya kuliah seharian, sampai sore hari. Setelahnya, mereka menemui perkumpulan mahasiswa Indonesia di Sydney University. Elkan mengajak Mira untuk menyapa dan juga berterima kasih, karena banyak orang-orang Indonesia di kampus yang mendukung Elkan dan meminta kampus memberikan sanksi untuk Rosaline kala itu.


"Sore semuanya," sapa Elkan dengan mengajak Mira ke salah satu kafe yang ada di depan kampus.

__ADS_1


"Wah, halo ... halo," balas mahasiswa di sana yang ada kurang lebih 15 orang itu.


"Sorry baru bisa menyapa lagi. Perkenalkan ini, Mira," balas Elkan.


Memang usai menghadap pihak kampus kala itu, Elkan belum bertemu lagi dengan perkumpulan mahasiswa dari Indonesia. Elkan memilih untuk fokus menemani Mira sampai sembuh. Sekarang, karena Mira sudah sembuh dan juga semester baru sudah dimulai, Elkan pikir adalah saat yang tepat untuk menyapa mereka.


"Halo," sapa Mira dengan menundukkan kepalanya.


"Ceweknya yah Bro?" tanya salah satu mahasiswa di sana yang bernama Tomo.


"Palingan begitu. Biasa kan, pacaran," balas mahasiswi lainnya yang bernama Tina.


Wah, betapa terkejutnya anak-anak di sana ketika Elkan dengan jujur mengatakan bahwa Mira adalah istrinya. Bukan hanya sekadar pacar, tapi Mira adalah istrinya, pendamping hidupnya. Elkan tidak segan untuk mengungkap hubungan di antara keduanya.


"Serius? Menikah? Di usia semuda ini?" tanya mahasiswa yang lain.


Jika menaksir usia keduanya yang baru sembilan belasan atau mungkin dua puluh tahun, tapi sudah berani untuk menikah. Lagipula, anak zaman sekarang berani untuk menikah muda itu terlalu berisiko.

__ADS_1


"Ya, kami sudah menikah," jawab Elkan.


"Aku mau berterima kasih kepada kalian semua yah. Makasih, kemarin sudah nolongin," ucap Mira sekarang yang berterima kasih.


"Sama-sama, Mira. Lagian ada anak-anak di sini yang melihat sekarang langsung, cewek itu nusuk loe," jawab Tina.


Kala itu Mira hanya tahu bahwa di luar auditorium itu memang ada beberapa anak-anak yang menikmati musik festival kala itu. Jadi, mungkin saja ada satu dari banyak mehasiswa Indonesia yang melihat tragedi itu. Namun, bagaimana pun Mira tetap berterima kasih.


"Kita minum-minum? Peralihan musim dingin sangat menusuk dinginnya. Mau minum bersama?" ajak Tomo di sana.


Akan tetapi, Mira dan Elkan sama-sama menggelengkan kepalanya. Walau hanya bir, mereka tidak ingin mencicipi minuman dengan kadar alkohol yang ringan itu. Lebih memilih untuk tidak mau. Mereka ingat dengan pesan dari orang tua mereka, tidak akan mencoba minuman seperti itu.


"Sorry, kami tidak minum begituan," balas Elkan.


"Ayolah, satu gelas aja. Kadar alkoholnya juga ringan. Tidak akan membuat mabuk," balas Tomo lagi.


"Sorry, tidak. Aku tidak akan meminum kayak gitu," balas Elkan.

__ADS_1


Berada di sana kurang lebih lima belas menit, akhirnya Elkan dan Mira memilih berpamitan untuk pulang. Yang pasti mereka sudah menyapa dan berterima kasih. Sekarang, lebih baik untuk menjauh, sebelum nanti kian terjebak dalam pergaulan yang melibat bir di tangannya. Menjaga diri jauh lebih baik, daripada mencoba sesuatu yang demikian.


__ADS_2