
Menjelang ujian akhir skripsi, Mira dan Elkan benar-benar fokus dan bekerja keras untuk menyelesaikan skripsinya. Seolah, tiada hari tanpa bergulat dengan skripsi. Beberapa kertas bekas print out pun ada di meja belajar mereka.
"Meja belajar kita udah terlalu kotor deh, Kak ... banyak kertas sisa print out yang berserakan. Kita bersihin dulu yuk. Aku hari ini mau lembur loh," kata Mira.
"Ah, iya ... benar. Ya sudah, kita bersihkan dulu. Aku juga mau lembur lagi, Honey. Tinggal print semua Bab dan bikin abstraksi."
Usai itu, keduanya sama-sama membersihkan meja belajar mereka. Terutama sisa-sisa kertas yang tidak dipakai lagi, mereka sortir bersama, dan kemudian Mira menyapu sekalian unit mereka.
Sementara Elkan juga mengepel lantai, tidak lupa mengganti pewangi ruangan di dalam kamar dengan Blue Ocean kesukaan mereka berdua. Sekarang dengan ruangan yang lebih bersih, lembur lebih enak dan nyaman.
"Aku lanjut ngerjain ya, Kak," kata Mira.
"Iya, semoga gak sampai terlalu malam," balas Elkan.
Sebenarnya beberapa pekan ini keduanya selalu lembur. Secara khusus Elkan, tapi ada kalanya Mira menemani suaminya itu untuk lembur. Kasihan melihat suaminya yang harus terjaga sampai dini hari seorang diri. Oleh karena itu, Mira lebih memilih untuk menemani Elkan.
Sementara Elkan sendiri sangat senang ditemani Mira. Dia bisa sesekali mengobrol, atau bercanda sebentar dengan istrinya. Di saat sama-sama berjuang seperti ini, begitu terasa kebersamaannya.
"Honey, abstraksi ini bagaimana?" tanya Elkan kemudian.
"Abstraksi adalah penjelasan singkat seluruh penelitian, Kak. Abstrak tidak hanya sebagai sebuah ringkasan, tetapi juga dapat membantu penulis agar tetap sesuai dengan rencana penelitiannya."
Mendengar penjelasan Mira, Elkan menganggukkan kepalanya. Memang benar dibantu dan dijelaskan oleh Mira rasanya lebih enak. Bisa lebih memahami dan setelah itu, dia bisa mengerjakan sendiri.
"Jadi, aku ringkas dari latar belakang masalah, metode penelitian, sampai hasilnya yah?" tanya Elkan.
__ADS_1
"Simpulan juga. Jadi, ketika orang lain melihat skripsi kita gak usah melihat seluruh lembar demi lembar yang jumlahnya ratusan halaman. Cukup aja, baca satu lembar abstraksi ini," jawab Mira.
"Oh, begitu yah ... oke-oke. Aku sudah paham. Thanks yah, selalu menjelaskan dengan lebih sederhana jadi aku bisa memahaminya," balas Elkan.
Pria itu membelai sisi wajah Mira sejenak. Tanpa permisi, Elkan mendekat dan mendaratkan sebuah kecupan di pipi Mira. Seketika Mira tersenyum dan salah tingkah jadinya.
"Makasih, Honey. Kalau tidak ada kamu yang menjelaskan semua mustahil aku bisa di sini," kata Elkan.
"Sama-sama, Kak. Jangan cium-cium dulu, takut enggak fokus," balas Mira.
Jujur saja usai lembur dan dikejar target, keduanya mengesampingkan bercinta dulu. Fokus untuk menyelesaikan semuanya. Harus segera lulus, itu adalah intinya.
"Iya-iya ... aku gak akan nakal dulu kok," balas Elkan.
Setelahnya Mira kembali ke depan laptopnya. Dia menyelesaikan miliknya sendiri. Mira sudah selesai. Dia tinggal mengeprint semua dan kemudian akan menyerahkannya kepada Dosen Pembimbingnya. Usai itu, Mira akan mendaftar untuk ujian skripsi.
"Honey, kalau memang sudah tidur bobok dulu aja," kata Elkan.
"Nanti aja, Kak ... aku gak bisa tidur kalau enggak ada kamu," balas Mira.
Kemudian Elkan pun terkekeh geli karenanya. "Waktu dulu aku pulang ke Jakarta, kamu bisa bobok sendiri loh. Seminggu bobok sendiri."
"Keadaan yang memaksa, Kak. Sekarang gak bisa," balas Mira dengan mengedikkan bahunya.
Elkan terkekeh perlahan. Memang ada kalanya keadaan lah yang memaksa. Akan tetapi, ketika sudah kembali bersama, rasanya akan kembali tergantung satu sama lain. Itu juga yang Elkan rasakan sekarang. Seperti saat mengerjakan skripsi ini, dia tergantung dengan Mira.
__ADS_1
"Jadi, kamu yang daftar ujian duluan yah, Honey?" tanya Elkan.
"Iya, deh. Lusa aku sudah mendaftarkan untuk ujian. Sekarang aku baca-baca dulu biar tahu dan menguasai penelitianku sendiri," balas Mira.
"Top kamu, Honey. Aku menyusul. Sama sekalian biar bisa kamu ceritain nanti ujiannya seperti apa dan pertanyaan yang akan diberikan seperti apa. Jadi aku bisa menerka-nerka dulu," balas Elkan.
Sedikit tertinggal dari istrinya justru membuat Elkan bisa menerka situasi dan keadaan. Nanti akan seperti apa, pertanyaan yang diberikan, suasana ujian, dan sebagainya. Untuk Elkan, kadang tertinggal satu langkah itu terasa lebih menguntungkan.
"Pasti deh," balas Mira dengan memanyunkan bibirnya.
"Ya, biasa saja. Cek ombak dulu kan bagaimana? Biar aku bisa berlayar," balasnya.
"Kebiasaan deh, Kak. Padahal sesekali kamu yang duluan tidak masalah," balas Mira.
"Kamu saja yang duluan. Lady first, pria mengikuti selanjutnya," balas Elkan lagi.
Hingga akhirnya, tepat tengah malam barulah Elkan menyelesaikan pekerjaannya. Semoga tidak ada revisi lagi nanti dan dia juga bisa mendaftarkan diri untuk ujian skripsi. Sebab, Elkan selalu ingin membersamai semua proses dengan Mira.
"Ngantuk, Honey?" tanya Elkan sekarang.
"Lumayan, Kak," balas Mira.
Elkan tersenyum dan sekarang berdiri di hadapan Mira. "Time break sejenak yuk ... pusing dan butuh relaksasi," kata Elkan.
Sejujurnya itu hanya sekadar kode. Sudah rindu ingin melakukan kegiatan panas dan menyenangkan dengan Mira. Terlepas dari jeda cukup lama ketika mereka benar-benar sibuk dengan skripsi. Tidak ada salahnya cooling down bersama dan juga memenangkan diri dengan sama-sama menceburkan diri ke samudra cinta.
__ADS_1
Berlanjut nanti malam. 😉