Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Memantik Api


__ADS_3

Rosaline benar-benar mengatakan dengan jujur bahwa kembali bertemu dengan Elkan seolah kembali memantik api yang begitu lama sudah padam. Jika Mira terlihat panik, Elkan berusaha tenang. Elkan tidak ingin terintimidasi sama sekali. Ketika dia terintimidasi, maka yang ada hanya rasa panik dan khawatir yang melingkupi hati.


"Jangan gegabah, Line. Semua video, bahkan bukti penyerangan kamu kepada Mira masih ku simpan. Sangat mudah untuk melaporkan ke pihak berwajib. Bahkan kamu di sini hanya warga negara asing," balas Elkan.


Elkan sendiri bukan sosok yang bodoh. Dia sejak jauh-jauh hari masih menyimpan rekaman CCTV, bahkan pisau dengan sidik jari Rosaline juga masih dia simpan. Selain itu, beberapa dokumen dari kampus juga masih Elkan simpan.


"Kamu mengancamku, Elkan?" tanya Rosaline.


"Tidak mengancam, aku mengatakan fakta. Lebih baik berjaga-jaga karena kita tidak pernah tahu kapan ada serangan dadakan. Kamu pernah dikeluarkan dari kampus dan dideportasi dari Australia. Silakan ulangi lagi, dan kamu bisa mendekam selamanya di penjara," kata Elkan.


Elkan benar-benar tidak main-main sekarang. Cerdiknya Elkan juga yang tidak membuang semua bukti fisik kejahatan Rosaline dulu di Australia. Keputusan Elkan untuk menyimpan semua bukti itu begitu tepat karena ancaman bisa kembali datang.


"Sialan kamu, Elkan," balas Rosaline.

__ADS_1


"Whatever," balas Elkan.


Usai itu, Rosaline berlalu pergi. Dia tidak ingin bersinggungan dengan hukum di negara di mana dia tinggal sebagai warga asing. Lebih baik sekarang menjauhi Elkan terlebih dahulu. Ketika Elkan berbicara sungguh-sungguh, Rosaline tampaknya yakin bahwa memang saja semua bukti kejahatannya dulu di Australia masih Elkan simpan.


Begitu Rosaline sudah pergi, Mira kemudian bertanya kepada Elkan. "Kamu seriusan masih menyimpan semuanya?" tanya Mira.


Dengan cepat Elkan menganggukkan kepalanya. "Ya, aku masih menyimpannya. Semua, rekaman CCTV, pisau lipat dengan sidik jari Rosaline, bahkan surat keterangan dari kampus. Semuanya masih ku simpan," kata Elkan.


"Seriusan?"


Mira merasa tenang, jadi apa yang disampaikan oleh suaminya bukan sekadar gertakan. Akan tetapi, memang Elkan berjaga-jaga dan siap sedia. Benar yang Elkan katakan bahwa tidak pernah tahu musuh itu datang dari mana, tapi ketika sudah siap, maka lebih merasa aman dan tenang.


"Jangan terintimidasi, Honey. Ini negeri kita, selain itu negeri kita ini adalah negara hukum. Warga Indonesia beroleh perlindungan hukum, tenang saja. Kamu tentu tahu apa yang terjadi kepada Bagas sekarang. Itu bukti bahwa hukum di negara kita masih bisa dipercaya," kata Elkan.

__ADS_1


Mira kemudian menganggukkan kepalanya. Dia memilih percaya kepada suaminya. Benar yang Elkan katakan untuk tidak terintimidasi. Setelahnya, Mira mengajak Elkan untuk pulang. Sebelumnya mereka mengambil terlebih dahulu barang belanjaan mereka di supermarket, lalu bergegas pulang. Saat pulang, Mira juga memperhatikan dari kaca spion mobilnya. Hanya sekadar berjaga-jaga siapa tahu ada mobil yang membuntutinya. Mira seakan teringat dengan bagaimana Rosaline dengan kegilaannya dulu.


"Tidak ada yang membuntuti kita kok, Honey," kata Elkan.


"Aku hanya berjaga-jaga kok, Kak. Mengingat bagaimana gilanya Rosaline dulu, aku menjadi takut. Seperti katamu, berjaga-jaga itu jauh lebih baik," balas Mira.


"Ya, benar banget, Honey. Jangan khawatir yah. Berjaga-jaga boleh, tapi jangan khawatir," balas Elkan.


"Iya, Kak."


Sementara di tempat yang berbeda, Rosaline sudah tiba di unit yang sekarang dia tempati. Rosaline kemudian membuka dompetnya dengan foto Elkan yang masih tersimpan di dalam dompetnya. Foto ketika Elkan masih menempuh pendidikan di Singapura dulu.


"Aku pun tidak menyangka bahwa kita bertemu lagi, Elkan. Setelah hampir empat tahun. Ku kira, kita tidak akan bertemu lagi, tapi kita bertemu lagi, Elkan. Jujur, bertemu denganmu memantik api yang sudah lama padam. Membuatku ingin memilikimu lagi, Elkan. Namun, aku juga takut kalau kamu benar-benar akan menjebloskan aku ke dalam penjara. Aku tidak ingin menderita lagi. Lagipula, apa kamu tidak bisa sekali saja melihatku, Elkan?" tanya Rosaline dengan bergumam seorang diri.

__ADS_1


Walau ada hasrat untuk bisa kembali memiliki Elkan, tapi Rosaline juga merasa takut kalau-kalau nanti Elkan serius dengan ucapannya. Dulu saja di Australia, Elkan bergerak begitu cepat, Rosaline bahkan pernah merasakan dinginnya menginap di penjara kota Sydney untuk beberapa hari hingga akhirnya dia dideportasi ke Singapura.


Rosaline masih ingat bahwa dia tidak memiliki siapa-siapa di Australia, dan pulang ke Singapura pun dia hanya seorang diri. Walau sudah beberapa tahun berlalu, paspornya tetap tidak bisa membawa Rosaline masuk lagi ke negeri Kangguru itu. Begitu juga di Singapura, Rosaline nyaris gila. Cintanya kepada Elkan membuat Rosaline gila dan juga begitu terobsesi dengan Elkan. Sayangnya cinta itu tak pernah terbalas, tak bersambut. Sebab, satu-satunya yang Elkan cintai hanya Mira. Tidak pernah ada wanita lain yang bisa membuat Elkan jatuh cinta selain Mira.


__ADS_2