Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Bahasa Indonesia


__ADS_3

Sepulang sekolah, Elkan rupanya mengajak Mira untuk mampir ke Coffee Bay terlebih dahulu. Sebenarnya, Mira sudah berkata sebaiknya Drive Thru saja supaya lebih praktis. Selain itu, dia juga harus belajar untuk latihan ujian besok. Rupanya, begitu sampai di sana, Elkan justru memilih turun dan mengajak Mira untuk masuk ke dalam.


"Silakan mau di sini atau dibawa pulang?" sapa formalitas dari karyawan Coffee Bay di sana.


"Take away aja, Mbak," balas Elkan.


Mira melirik sekilas kepada Elkan ketika rupanya Elkan juga memilih hanya take away. Sama-sama membeli take away kan bisa Drive Thru saja. Apa bedanya coba?


"Loh, Mas Elkan kan yah? Baru saja Bu Sara dari sini," ucap karyawan di sana.


Elkan juga menganggukkan kepalanya. "Oh, iya yah ... hampir barengan sama Mama berarti," balas Elkan.


Karyawan itu kemudian menanyai apa yang ingin Elkan pesan. "Silakan pesanannya Mas Elkan."


"Frappuccino Float, dan kamu apa?" tanya Elkan kepada Mira.


"Coffee Latte, aja," balasnya.


"Oke, sama Coffee Latte, Mbak," balas Elkan.


Elkan kemudian mengeluarkan dompetnya dan membayar tagihan keduanya. Sembari menunggu minuman mereka dibuat. Karyawan itu kembali bertanya kepada Elkan.


"Pacarnya ya Mas Elkan? Cantik loh," ucapnya.


Tidak langsung menjawab, Elkan melirik ke Mira yang menunduk malu. Selain itu, tepat ucapan Elkan dulu, sudah pasti tidak akan ada yang mengira bahwa mereka adalah pasangan pengantin SMA, melainkan hanya sepasang kekasih di putih Abu-Abu.

__ADS_1


"Cantik kan Mbak?" tanya Elkan.


"Iya, Mas ... cantik. Cantik banget malahan. Sama seperti brand ambassador Sava Beauty, yang Model itu Bu Marsha Valentina. Mirip banget," ucap karyawan itu.


Ya, setelah bertahun-tahun lamanya memang Mama Sara masih menggunakan Mama Marsha sebagai Brand Ambassador untuk SaVa Beauty Care. Terlebih untuk produk anti aging yang mencegah penuaan dini di wajah. Mama Sara tetap mempertahankan kepada Mama Marsha sebagai Brand Ambassadornya.


Elkan tersenyum dalam hati mendengar ucapan karyawannya itu. Dia juga membenarkan karena memang Mira adalah putrinya Mama Marsha, BA SaVa Beauty Care. Namun, memang di mata Elkan sendiri Mira adalah gadis yang cantik.


Hampir lima menitan, pesanan keduanya pun sudah jadi. Kemudian keduanya keluar dari Coffee Bay dan pulang ke rumah. Oleh karena, latihan ujian sehingga masih siang mereka sudah berada di rumah.


Sekarang, Elkan dan Mira memilih untuk belajar bersama di dekat kolam renang. Sembari menatap langit biru dan angin yang semilir di sekitaran kolam renang miliknya. Duduk saling berhadap-hadapan dengan meja dan bangku kayu yang sekarang mereka tempati.


"Frasa itu apa, Ra?" tanya Elkan kepada Mira.


"Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang membentuk satu kesatuan," balas Mira.


"Frasa Apositif apa, Ra? Kasih contohnya dong. Tuh, Bahasa Indonesia itu tidak mudah kan? Hanya Frasa saja jenisnya banyak banget, dan harus dimengerti," balas Elkan.


Mira menunjukkan buku catatannya dan membacakannya sekilas. "Frasa Apositif itu frasa yang salah satu katanya sebagai unsur keterangan. Contohnya, Bu Tika adalah guru baru di Sekolah ini. Nah, mana yang menunjukkan kata keterangannya?" tanya Mira.


Elkan tampak berpikir terlebih dahulu sebelum menjawab, kemudian memperhatikan ucapan Mira. "Di sekolah itu kan keterangan tempat kan, Ra? Bener enggak?" tanya Elkan.


Rupanya Mira menggelengkan kepalanya. "Tidak tepat, yang menunjukkan keterangan itu adalah kata 'baru' karena kata baru adalah frasa yang menunjukkan keterangan identitas Bu Tika," jelas Mira.


"Oh, begitu ya, Ra ... oke, aku paham. Memahami bahasaku sendiri aja susah loh. Apalagi dengan bahasa asing," balas Elkan.

__ADS_1


"Iya Kak, kita amati itu jenis frasa apa dan apa fungsinya. Pelan-pelan nanti bisa kok, Kak," balas Mira.


Elkan pun menganggukkan kepalanya. "Iya, kan ada kamu juga bisa ditanyain. Jadinya aku lebih mudah belajarnya," balasnya.


"Cuma kan kalau ujian harus mengerjakan sendiri Kak. Sama belajar itu jangan menjelang ujian Kak, tapi setiap hari. Sehingga otak kita itu mengingatnya," ucap Mira.


"Iya, Ra ... aku juga belajar setiap hari kok. Cuma memang Bahasa Indonesia itu susah buatku. Bahasa Indonesia itu sukar, apalagi mau menguasai Bahasa Kalbu," balasnya.


Mira tersenyum perlahan. Kadang Elkan memang begitu absurd. Namun, lucu. Gadis itu menundukkan wajahnya dengan mengulum senyuman di sudut bibirnya.


"Ada-ada aja sih Kak," balas Mira.


Elkan pun tertawa. "Biar enggak pusing, Ra. Tidak apa-apa gak jago Bahasa Indonesia, penting sih aku bisa memahami kamu," balas Elkan.


Mira yang kala itu sedang meminum Coffee Latte miliknya sampai tersedak dan terbatuk-batuk di sana. Kenapa pemuda itu suka berbicara asal dan di waktu yang tidak tepat.


Uhuk!


Refleks, Elkan pun mengambilkan tissue untuk Mira. "Segrogi itu kamu sama aku ya, Ra?" tanya Elkan.


Mira menyeka bibir dan hidungnya, rasanya tidak nyaman di sana. Kemudian barulah dia berbicara. "Belajar, Kak ... jangan aneh-aneh," balas Mira.


"Ra, kalau nanti latihan ujian ini Nilai ujianku bagus, minta hadiah dong," ucap Elkan dengan tiba-tiba.


"Hmm, hadiah apa?" tanyanya.

__ADS_1


"Ngedate berdua yuk, Ra. Cuma aku dan kamu, tidak ada Jerome atau yang lainnya di antara kita berdua," balas Elkan.


Bahkan Elkan menegaskan supaya tidak ada orang lain di antara keduanya. Benar-benar hanya mereka berdua saja, Elkan dan Mira. Tidak ada orang ketiga.


__ADS_2