
Sekarang, brankar Mira dengan tiang infus siap untuk dipindahkan ke kamar perawatan. Keluar dari ruang bersalin, Elkan melihat wajah orang tua dan mertua. Ada Papa Belva yang maju dan kemudian memeluk Elkan.
"Kamu sudah melakukan yang terbaik, El," katanya.
"Mira masih dalam pengaruh obat, Pa. Elkan masih harus memantau kondisinya dalam enam jam ini," kata Elkan.
Usai itu, Papa Abraham yang memeluk Elkan. Hatinya pedih melihat Mira yang terbaring di brankar. Sementara, Elkan memang butuh support dan dukungan sekarang.
"Kuat, El. Pasti Mira akan segera sadar. Banyak berdoa kepada Allah," kata Papa Abraham.
"Iya, Pa ... mohon doanya juga," balas Elkan.
"Pasti, El ... pasti," jawab Papa Abraham.
Usai itu, Elkan, Papa Abraham dan Papa Belva turut mendorong brankar Mira menuju ke dalam kamar rawat inap. Di sana, Mama Sara dan Mama Marsha yang masuk saja ke dalam kamar. Sementara Elkan beranjak dari sisi brankar istrinya pun tidak. Elkan memilih diam dan terus berdoa di dalam hatinya.
"Sudah, satu jam berlalu, Honey. Ayo, bangun ... aku, Mama, dan Papa semuanya di sini. Selain itu, Twins juga pasti menunggu Mommy nya. Kalahkan rasa sakitnya, Honey. Aku menunggu kamu."
Saking serius dan cemas, semua yang ada di dalam kamar terdiam. Mama Sara dan Mama Marsha juga terdiam. Lebih baik banyak berdoa untuk Mira supaya segera sadarkan diri.
Sementara di luar Papa Belva menguatkan besannya yaitu Papa Abraham. Sebab, Papa Abraham terlihat begitu sangat cemas.
"Kita berdoa. Semoga Mira segera sadar. Kiranya doa kita semua sampai kepada Allah. Kiranya Allah berbelas kasihan yah untuk menjawab doa kita," kata Papa Belva sembari menepuk bahu Besannya.
Dalam masa genting, seorang pria yang terbiasa terlihat kuat dan kokoh pun sekarang hanya bisa menundukkan wajahnya. Ya, itu adalah Papa Abraham. Dia benar-benar khawatir dengan kondisi Mira. Selain itu, situasi ini sangat kontras dengan Mama Marsha kala melahirkan dulu. Walau pembukaan dua menuju ke pembukaan selanjutnya sampai seminggu, tapi usai bersalin, Mama Marsha begitu sehat. Bahkan Mama Marsha mengaku bahwa sakitnya sudah hilang ketika melihat Baby Mira waktu itu.
"Iya, walau begitu ... aku belum tenang jika Mira belum bangun. Seumur hidup aku menjadi Papanya, tak pernah aku melihatnya kesakitan seperti ini," kata Papa Abraham.
__ADS_1
"Iya, aku tahu, Besan. Ada campur tangan Allah di sini. Kita percaya kepada kuasa Allah," balas Papa Belva.
Kembali ke dalam ruangan, Elkan menatap istrinya itu. Dia teringat pernah menjalani masa seperti ini, masa ketika Mira mengalami luka tusukan di perutnya kala di Sydney dulu. Walau begitu, tetap saja kali ini rasanya lebih dramatis dan lebih mendebarkan.
Seketika Elkan teringat bagaimana dulu Mira pernah bercanda bahwa nanti ketika dia melahirkan secara Caesar akan ada dua sayatan di perutnya. Mengingat itu, air mata Elkan mengalir begitu saja.
Berarti besok kalau aku melahirkan secara Caesar, akan ada dua sayatan di perutku dong Kak. Sayatan melintang dan sayatan vertikal. Belum pernah operasi caesar, luka bekas sayatan ini sudah seperti bekas operasi caesar.
Kata-kata Mira dulu seakan terngiang-ngiang di telinga Elkan. Sehingga Elkan kembali berbicara dalam hati. "Sekarang, sudah benar-benar ada dua sayatan di perutmu, Honey. Sayatan horizontal dan sayatan vertikal. Kamu hebat, Honey. Akan tetapi, sekarang aku mohon, sadarlah ... aku kangen kamu, Honey. Hampir dua jam berlalu," kata Elkan dalam hatinya.
Hingga akhirnya, tidak berselang lama kelopak mata Mira bergerak-gerak. Dengan jari telunjuknya yang bergerak perlahan. Elkan tentu mengetahui pergerakan samar istrinya itu. Elkan menghela napas panjang, dan berharap banyak bahwa Mira akan segera bangun.
Kedua mata Mira yang terpejam pun tiba-tiba berlinang air mata, dan perlahan terbuka. Mira pun bisa berbicara lirih kepada suaminya.
"Kak ... Kak El, Twins kita," suara Mira lirih.
"Honey ...."
Elkan beringsut, dia memeluk Mira dengan sangat erat. Setiap detik, setiap menit yang Elkan lalui terasa sangat berat. Sekarang, akhirnya Mira sudah sadar. Elkan sangat bahagia rasanya.
"Kak, Twins bagaimana? Mereka selamat?" tanya Mira.
"Our Twins selamat ... baby boy dan baby girl. Mereka sudah menunggu dan berdoa untuk Mommynya," balas Elkan.
Maka Elkan pun, menundukkan wajahnya dan mengecup kening Mira. Sungguh, dia bersyukur. Hatinya penuh syukur sekarang ini.
Hingga akhirnya, Mama Sara dan Mama Marsha pun berdiri mendekati brankar Mira. Keduanya berlinang air mata, dan bergantian memeluk Mira.
__ADS_1
"Alhamdulillah, Ya Allah ..., akhirnya kamu sadar," kata Mama Sara.
Sementara Mama Marsha tidak bisa berkata apa-apa. Terlalu sedih hatinya mengingat semuanya. Yang penting sekarang, Mira sudah sadar. Usai itu, Elkan keluar dan memberitahu Papa Belva dan Papa Abraham bahwa Mira sudah sadar.
"Mira sudah sadar, Pa," kata Elkan.
"Alhamdulillah ...."
Papa Belva dan Papa Abraham juga turut memuji kebesaran Allah. Semua ini benar-benar karena Allah yang maha besar yang memberikan keselamatan, kesembuhan untuk Mira. Ketika hambanya benar-benar menyerah secara penuh. Di sana Allah bekerja dengan caranya yang luar biasa.
Para Papa paruh baya itu saling memeluk. Hatinya juga merasa sangat lega. Papa Belva kemudian berbicara lagi.
"Sudah ku bilang, Mira adalah anak yang kuat. Mukjizat dari Allah nyata untuk hambanya," kata Papa Belva.
"Makasih, Besan."
Usai itu Papa Belva dan Papa Abraham masuk ke dalam kamar Mira. Keduanya juga bergantian memberikan pelukan untuk Mira. Tidak ada yang lebih indah selesai melihat Mira sudah sadar.
"Papa," ucap Mira kepada Papa Abraham dan Papa Belva.
"Kami sejak pagi di sini dan selalu berdoa untuk kamu, Mira. Alhamdulillah, doa kita semua didengar Allah," kata Papa Belva.
"Selamat Sayangnya, Papa. Kamu sudah berhasil melewati masa kritis. Kamu sudah menjadi seorang Mama sekarang. Kamu kuat menjalani semuanya. Papa sayang kamu," kata Papa Abraham.
"Makasih Mama dan Papa semuanya yang sudah menemani dan mendoakan Mira. Semuanya karena doa Mama dan Papa semuanya. Terima kasih banyak," balas Mira.
Di satu sisi, Mira mengakui bahwa semua karena doa yang dipanjatkan keluarganya. Allah mendengar dan Mira bisa melewati masa kritisnya. Sekarang rasanya Mira sudah baik, walau masih merasakan nyeri bekas Operasi Caesar. Akan tetapi, Mira bersyukur bisa melihat orang-orang yang dia kasihi ada di sekelilingnya. Kini, Mira akan menunggu untuk bisa segera bertemu dengan Baby Twins nya tak sabar rasanya melihat dan memberikan pelukan hangat untuk kedua baby nya. Sejak dilahirkan hingga sekarang, Mira belum bounding sama sekali dengan Twins nya. Oleh karena itu, Mira berharap bisa segera bertemu dengan Baby Twins nya.
__ADS_1