
Akhir pekan kemudian, Elkan dan Mira merasa diapers babynya stoknya mulai menipis. Oleh karena itu, mereka berniat untuk berbelanja bulanan. Selain itu, ada beberapa keperluan rumah tangga yang habis.
"Ma, misalkan kami titip Aryan dan Aaliya bagaimana, Ma? Mau belanja bulanan, Ma," tanya Mira kepada Mamanya.
"Pergi saja, Ra. Kami juga jarang keluar rumah kok. Sesekali jalan-jalan sama Elkan, walau jalan-jalannya belanja bulanan," kata Mama Marsha.
"Iya, kalian kalau mau pergi, mau piknik, ya pergi aja. Mama dan Papa bisa jagain Aryan dan Aaliya kok. Tenang aja," balas Papa Abraham.
Sebenarnya di rumah ada pembantu juga, tapi untuk menitipkan anak, Mira dan Elkan lebih percaya jika Aryan dan Aaliya dipegang Mama Marsha dan Papa Abraham atau Mama Sara dan Papa Belva. Oleh karena itu, kalau pun harus menitipkan Aryan dan Aaliya pastilah yang akan dititipi adalah orang tua dan mertuanya saja.
Setelah mendapatkan lampu hijau dati Mama Marsha dan Papa Abraham, sekarang Elkan dan Mira menuju sebuah supermarket yang ada di sebuah mall. Kali ini tujuan mereka memang hanya untuk berbelanja bulanan saja.
"Apa saja yang habis sekalian, Honey," kata Elkan.
"Hampir semuanya habis deh, Kak. Diapers, tissue basah, tissue kering, sampai minyak telon. Mungkin karena baby kita dua, jadinya yah pemakaiannya lebih banyak," balas Mira.
Secara matematika memang memiliki dua bayi akan lebih banyak bagian personal care seperti diapers, sabun, shampoo, hingga minyak telon. Terlebih bayinya cowok dan cewek, jadi untuk parfum baby saja pilihannya sudah berbeda, walau sabun dan shampoo menggunakan satu produk yang sama.
"Tidak apa-apa. Setiap anak membawa berkah tersendiri kok. Kalau habis ya beli lagi aja, Honey," balas Elkan.
Kalau Elkan sendiri memaklumi. Dua anak dengan kebutuhannya yang ada berbedanya. Untuk pakaian pun juga membelinya berbeda, untuk cewek dan cowok. Sehingga dengan anak kembar, jumlah yang mereka beli juga jauh lebih banyak.
__ADS_1
"Daddy kerjanya harus giat ini, biar bisa beliin kebutuhannya Twins A yah, Dad," kata Mira.
"Pasti, Mommy. Daddy juga selalu beriin nafkah untuk Mommy. Doakan aja semua usaha dan kerjaannya Daddy juga lancar. Doa seorang istri itu bermanfaat banget untuk suami, Honey," balas Elkan.
Mira tersenyum. Selalu di setiap sujudnya, dia mendoakan kesehatan dan berkah untuk usaha dan pekerjaan suaminya. Dengan kesehatan pastilah Elkan bisa bekerja dengan baik. Terlebih kesehatan itu mahal harganya. Mira sudah merasakan sendiri ketika Elkan sakit dulu, begitu iba dan kasihan. Elkan pun juga tidak bisa bekerja harus menunggu masa pemulihan terlebih dahulu.
"Pasti, Kak. Aku selalu menyebut namamu dalam sujudku," balas Mira.
Elkan tersenyum. Kalau tidak di supermarket pastilah Elkan akan langsung mengecup kening istrinya. Akan tetapi, karena sedang berada di keramaian, Elkan hanya bisa menggandeng tangan istrinya dan mengeratkan gandengannya itu.
"Makasih, kamu benar-benar bidadariku," kata Elkan.
Menyusuri koridor di supermarket, barang yang dibeli Elkan dan Mira juga terbilang banyak. Padahal itu baru milik Aryan dan Aaliya, belum kebutuhan rumah tangga atau personal care mereka berdua.
"Sudah banyak, Kak," kata Mira.
"Yang habis apa lagi? Sekalian aja, Honey. Kamu juga kalau ada yang habis sekalian saja dibeli," kata Elkan.
"Takut habisnya banyak," balas Mira.
"Gak masalah. Beli saja. Asal sesuai dengan kebutuhan kita," balas Elkan.
__ADS_1
Akhirnya banyak barang yang dibeli hampir satu troli penuh. Begitu juga dengan diapers yang dibeli hingga empat buah, karena membeli stok untuk satu bulan sekaligus.
"Ada lagi?" tanya Elkan.
"Sudah, Dad ... waktunya bayar," balas Mira.
Elkan menganggukkan kepalanya. Membayar belanjaan adalah tugas suami, Elkan pun segera mendorong trolinya dan menuju ke kasir. Semua barang di-scan harganya terlebih dahulu, kemudian Elkan membayar seluruh totalnya.
"Wah, banyak banget," kata Mira begitu suaminya usai membayar. Saking banyaknya barang belanjaan, struk yang mereka dapat juga panjang.
"Hiburan kamu tiap bulan, Honey. Aku pernah dengar Mamaku itu berkata kalau belanja bulanan itu jadi hiburannya para istri. Jadi, sebulan sekali kita titipkan Aryan dan Aaliya ke Oma dan Opanya aja. Kita berbelanja bulanan, jalan-jalan sabtu, sekaligus kamu mendapatkan hiburan," cerita Elkan.
"Memangnya Mama belanja sendiri, Kak?" tanya Mira.
"Iya, Mama dan Papa selalu berbelanja bulanan berdua. Dulu waktu aku dan Eiffel masih kecil, kamu menaiki troli bentuk mobil itu. Papa harus ninggal KTPnya dulu, sewanya cukup dengan KTP," kenang Elkan dengan Eiffel ketika mereka berdua masih kecil dan sering mengikuti Mama Sara dan Papa Belva setiap kali berbelanja bulanan.
"Lucu banget. Aku melihat Aryan itu sama kayak kamu waktu kecil. Secakep itu," balas Mira.
"Bisa aja, Honey. Aaliya sama kayak kamu. Cantik dan imut," balas Elkan.
Keduanya tertawa bersama. Untuk Ibu rumah tangga memang berbelanja bulanan itu bukan sekadar rutinitas, tapi adalah hiburan. Melihat dan membeli barang, apalagi ada suami yang siap membayari membuat Happy.
__ADS_1