Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Bumilnya Sehat Suaminya Teler


__ADS_3

Selang beberapa hari berlalu, Elkan masih merasakan mual dan muntah di pagi hari. Terlebih akhir pekan sudah berlalu, itu artinya Elkan harus bekerja juga. Akan tetapi, pagi-pagi buta tadi Elkan sudah terbangun karena rasa menyeruak di perut hingga tenggorokannya. Pria itu berlari ke kamar mandi dan memuntahkan cairan pahit. Sampai Mira juga terbangun lagi dan segera menolong suaminya itu.


Usai memuntah semua, barulah perutnya menjadi lebih baik. Dia meminum air putih yang sudah disiapkan Mira, dengan Mira yang telaten menyeka wajah suaminya itu.


"Sakit yah Kak?" tanyanya.


Sudah tiga hari ini, Elkan selalu mual dan muntah di pagi hari. Sampai rasanya, Mira merasa bersalah. Sebab, dia baik-baik saja, suaminya justru mengalami morning sickness.


"Udah lega, Honey. Peluk dulu yah. Butuh pelukan," balas Elkan.


Mira menganggukkan kepalanya perlahan. Setelah itu, dia segera memeluk Elkan. Mungkin lantaran masih pagi buta, di pelukan Mira dan juga merasakan usapan lembut dari istrinya itu membuat Elkan kembali tertidur. Walau begitu, Elkan sesekali mencerukkan wajahnya ke dada istrinya dan menghirupi aroma parfum yang tertinggal di badan istrinya. Mencium parfum istrinya benar-benar membuat rasa tidak enak itu perlahan sirna.


Mira membiarkan suaminya kembali tidur, hingga ketika matahari sudah menyapa, dengan pelan-pelan Mira membangunkan suaminya itu.


"Kak, Kakak ... bangun dulu, Kakak kerja enggak?" tanya Mira.


Bukan sekadar membangunkan, Mira mengusapi helai demi helai rambut suaminya itu. Membangunkan suami dengan lembut supaya suaminya tidak kaget.


Merasa dibangunkan istrinya, Elkan pun mengerjap. Pria itu segera membuka matanya, menguap sesaat, dan menggaruk kepalanya. Elkan memperhatikan Mira yang sudah cantik dan sangat wangi.


"Kamu sudah mandi?" tanya Elkan.


"Iya, tadi aku usai menyiapkan sarapan langsung mandi kok. Kenapa Kak?"


"Yah, pengen mandi bareng," balas Elkan dengan kembali menguap.


Entah itu adalah ucapan modus atau benar-benar ingin mandi bersama. Yang pasti Elkan ingin memulai hari dalam suasana penuh kehangatan dengan istrinya. Memulai hari dengan berbagi kehangatan yang Elkan sangat sukai.


"Lain kali yah, Kak ... kamu boboknya juga pules banget. Aku enggak tega deh membangunkan kamu. Sekarang, Kakak mandi yah. Memakai air hangat, aku sudah bikin sarapan juga. Aku tunggu di bawah yah."

__ADS_1


Sudah disuruh istrinya, akhirnya Elkan segera beranjak dari ranjangnya dan kemudian mulai masuk ke kamar mandi. Pria itu tidak berlama-lama mandi. Yang penting badannya sudah lebih segar. Selesai mandi Elkan sudah tersenyum melihat dua potong pakaian yang sudah disiapkan oleh istrinya. Kemeja dan celana panjang untuk bekerja.


Sebelum turun ke bawah, Elkan merapikan tempat tidur terlebih dahulu. Menarik sprei supaya lebih rapi, dan merapikan selimut mereka. Setidaknya ketika dia berangkat bekerja, kamar sudah rapi.


Setelahnya barulah Elkan turun ke meja makan. Mira sudah menyajikan teh hangat untuk suaminya itu.


"Teh hangat, Kak ...."


"Hmm, iya ... makasih Honey."


Pelan-pelan Elkan meminum teh hangat dengan asapnya yang masih mengebul itu. Kemudian Elkan menyandarkan punggungnya ke tempat duduk. Mira pun mengamati suaminya itu.


"Kenapa, badannya enggak enak yah?" tanya Mira.


"Agak, Honey ..., tapi gak apa-apa. Aku inget katanya Papa, gak boleh terlalu mengeluh. Kasihan kamu nanti," balas Elkan.


Akhirnya Elkan kembali menegakkan punggungnya. Mira menawarkan kepada suaminya.


"Enggak, ah. Masak di tempat kerja, aku bau minyak kayu putih. Sini, beri aku pelukan dulu aja, Honey. Kamu peluk juga udah membaik kok," balas Elkan.


Mira mendekat, kemudian mulai memeluk suaminya itu. Elkan segera mendekap istrinya itu dan membenamkan wajahnya ke dada istrinya. Seketika Elkan memejamkan matanya, ketika tangan Mira mengusapi rambut suaminya yang masih setengah basah itu.


"Mungkin aku bisa sampai tiga bulan seperti ini setiap pagi, Honey," kata Elkan.


Jika merujuk pada morning sickness yang mungkin dialami wanita hamil di trimester awal pertamanya. Maka, mungkin saja pria juga bisa mengalami kehamilan simpatik juga di trimester pertama istrinya hamil. Morning sickness dan berbagai gejala kehamilan bisa dirasakan suami hingga trimester awal kehamilan selesai. Mendengar ucapan Elkan, seketika Mira menjadi kasihan dengan suaminya itu.


"Maaf banget ya, Kak. Bumilnya sehat banget ... kamu yang teler," kata Mira.


"Tidak apa-apa, Honey. Kamu justru harus sehat. Kamu dan Twins harus sehat selalu. Aku yang harus menjadi lebih kuat, Honey. Aku akan kuat untuk kalian."

__ADS_1


"Ya sudah, makan dulu yah. Aku masak Soto Ayam," kata Mira.


Wanita itu segera mengurai pelukannya dan menyajikan Soto Ayam untuk suaminya. Nasinya sengaja Mira pisahkan, supaya lebih enak dinikmati suaminya yang baru mual itu. Setidaknya perut terisi dengan makanan sudah baik, supaya Elkan tidak lemas juga.


"Habis ini, minum obat pereda mual yah, Kak," balas Mira.


"Harus banget yah?" tanya Elkan.


"Iya buat berjaga-jaga. Apalagi kamu bekerja," balas Mira.


"Ya sudah, sama minta parfum kamu, Honey. Kayaknya bener yang dikatakan Papa, aku butuh parfum kamu, buat dicium-cium. Udah kayak suami bucin yahh Honey?"


Mendengar candaan suaminya, Mira pun tertawa. "Kamu masih bisa bercanda sih, Kak. Padahal aku khawatir," balas Mira.


Selesai sarapan, Mira memberikan pouch yang didalamnya ada inhaler, minyak kayu putih, masker, dan Mira memberikan Tissue untuk suaminya. Sekadar untuk berjaga-jaga kalau suaminya mengalami mual dan muntah di kantor.


"Dibawa yah, Kak. Aku tadi sempat baca-baca kalau mual hindari bau yang beraroma tajam yah, Kak. Aku bawakan bekal juga dan lemon infused water. Katanya Lemon bisa meredakan mual. Di dalam pouch ada obat pereda mual juga," kata Mira.


"Iya, makasih ya Honey. Baik banget sih semuanya disiapin. Aku jadi semangat bekerjanya. Doakan hari ini lancar dan aku tidak mual-mual yah," kata Elkan.


"Iya, Kak. Pasti ... semangat bekerjanya yah Daddy. Ngumpulin rejeki untuk Twins yah," balas Mira.


"Iya, Daddy siap kerja keras bagai kuda untuk kalian bertiga. Kamu jangan capek-capek. Kalau mau keluar sama Mama, kabarin yah. Kalau mau ke SBC juga kabarin. Jangan pergi tanpa memberi kabar," pesan Elkan.


Mira mengangguk pelan. Dia tahu, lagipula selama ini selalu memberikan kabar kepada suaminya tiap kali dia pergi. Palingan kalau pergi, Mira juga hanya bekerja sebentar ke SBC untuk mengisi waktu dan mengusir suntuk di rumah seharian.


"Paling mau main ke rumah Kak Andin boleh Kak?" tanya Mira.


"Boleh. Nah, iya ... biar makin akrab sama kakak iparnya. Nonton India," balas Elkan.

__ADS_1


Mira tertawa. Memang biar lebih akrab dengan kakak iparnya. Sudah baik dan akrab, kalau memiliki hubungan dekat akan jauh lebih baik.


__ADS_2