
Melihat lamanya perjalanan yang ditempuh dengan mobil dengan melewati Highway bisa menghabiskan waktu hingga 11 jam, oleh karena itu keluarga Agastya dan Narawangsa memilih untuk naik pesawat udara dari Sydney, New South Wales menuju ke Melbourne, Victoria. Dari Melbourne, barulah nanti mereka akan menuju ke Warrnambool, daerah pesisir di sisi selatan Benua Australia. Di tempat inilah, mereka akan menghabiskan liburan musim dingin bersama untuk tiga pekan lamanya.
Sekaligus ini menjadi liburan keluarga pertama untuk Mira dan Elkan di luar negeri bersama orang tua dan mertua sekaligus. Di musim gugur peralihkan menuju musim dingin, kondisi cuaca di Australia terbilang cukup ekstrem. Hujan yang bisa turun tiba-tiba, angin yang bertiup kencang, dan udara yang dingin. Sebenarnya, Elkan sudah menyusun banyak rencana di kepalanya untuk banyak bergumul di ranjang dengan Mira. Namun, apa boleh buat. Liburan kali ini juga pastilah menyenangkan.
Sekarang di mereka berenam sudah tiba di Warrnamboll, menempati rumah keluarga milik rekan bisnis Papa Belva. Perbukitan yang hijau, dan jauh dari kota besar. Seakan tempat ini adalah tempat terbaik untuk melakukan healing.
"Wow, pemandangan di sini indah banget. Serasa di negeri para hobbit," ucap Mira dengan menatap penuh kagum pada pemandangan yang ada di sekitar rumah itu.
"Kita healing ya, Ra. Mama dan Papa juga kangen dan rindu tinggal bersama kalian," ucap Mama Sara.
Mira pun menganggukkan kepalanya perlahan. Tentu saja dia juga senang bisa menikmati waktu liburan bersama keluarga. Kapan lagi pasangan muda bisa liburan sekaligus dengan orang tua dan mertuanya. Sehingga, memang ini menjadi kesempatan yang baik untuk Mira.
"Kegiatan kita selama liburan bebas saja. Kalian juga nikmati bulan madu. Jangan takut dan jangan berpikiran berat, Mama dan Papa kalian bukan orang yang konservatif. Sembari honeymoon dengan Elkan," ucap Mama Sara.
__ADS_1
Elkan yang duduk di samping Mira pun tersenyum. Seolah dia mendapat jalan untuk bisa sekalian bulan madu dengan Mira. Namun, pasti harus berjaga-jaga dan tidak terlalu bersuara aneh-aneh, supaya tidak menimbulkan kecurigaan.
"Kalian hanya S1 dulu saja kan?" tanya Papa Belva kemudian kepada Mira dan Elkan.
"Rencananya S1 dulu saja, Pa. Nanti S2 bisa sekalian sambil jalan, Pa. Elkan kayaknya pengen memiliki anak di usia muda. Ketika Elkan masih kuat, semoga Tuhan memberikan usia panjang, sehingga ketika anak-anak sudah dewasa, Elkan dan Mira belum begitu tua," jawabnya.
Mendengar jawaban Elkan, justru Mama Marsha dan Papa Abraham yang tertawa. "Kayak kami ya, El?" tanya Papa Abraham.
Akhirnya, Mama Sara dan Papa Belva juga menganggukkan kepalanya. "Baiklah, intinya jangan hanya membuat rencana satu pihak. Libatkan Mira juga. Sebab, ketika sudah menjadi pasangan suami istri, dua kepala ini harus disatukan, bukan diadu," ucap Papa Belva.
Tentu itu juga adalah nasihat yang sangat berharga dari Papa Belva. Sejatinya memang begitu pernikahan. Jika kedua kepala yang keras saling diadu, pastilah keras rasanya. Namun, jika disatukan, ketika ada masalah dicari bersama jalan tengahnya pastinya semuanya akan bisa ditangani dengan baik.
"Pernikahan di usia muda itu rawan cek-cok hingga banyak yang berakhir dengan perceraian. Namun, jika kalian mau sama-sama menyatukan dua kepala, bisa kok dicari jalan tengahnya. Yang penting tidak emosi," ucap Papa Belva lagi.
__ADS_1
Di saat yang sama Elkan menganggukkan kepalanya. "Doakan kami berdua, Pa. Kami masih muda, rintangan bisa saja datang, Namun, kami berusaha untuk menyelesaikan bersama-sama. Semoga pernikahan kami bisa seperti pernikahan Mama dan Papa semua. Langgeng dan juga bahagia," ucap Elkan.
"Semoga ya, El ... saling menurunkan ego. Nanti malam mau barbeque-an?" tanya Mama Marsha kemudian.
"Boleh, Mama, tapi besok kami bangun agak siang yah?" balas Elkan dengan terkekeh perlahan.
"Sudah tahu, modusmu anak muda," balas Papa Abraham dengan melirik Elkan.
Elkan pun menundukkan wajahnya. Sungkan jika sudah Papa mertuanya yang berbicara. "Hehehehe, tidak kok, Pa," balasnya.
"Papa bisa menyadarinya. Tidak apa-apa, Papa dan Mama juga pernah muda. Pernah ada di masa-masa puncak," ucap Papa Abraham.
Kepada pasangan yang lebih muda, para orang tua akan memilih untuk mendampingi, memberikan nasihat, tanpa harus menggurui. Sembari menempatkan diri bahwa yang muda juga membutuhkan waktu intim berdua. Liburan ini memang bukan hanya liburan keluarga, tapi Elkan dan Mira juga diperbolehkan untuk menikmati liburan layaknya honeymoon untuk pasangan pengantin muda.
__ADS_1