Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Sabtu Ceria


__ADS_3

Di akhir pekan ini Elkan dan Mira membawa dua babynya untuk mengeliling perumahan dengan stroller atau kereta dorongnya. Sekaligus, Elkan menginginkan bubur ayam yang ada di depan kompleks perumahan mereka. Sehingga, pasangan muda itu berjalan bersama dan mendorong stroller yang diperuntukkan untuk dua baby sekaligus.


"Jalan-jalan yah, Twins A," kata Elkan.


"Kita kayak pasangan bau kencur ngasuh bayi ya, Dad," celetuk Mira.


Apa yang Mira katakan memang wajah dan postur tubuh mereka masih seperti anak yang lulus SMA, tapi sudah memiliki dua anak. Mira sampai geli terkadang. Kalau dulu tidak kuliah selama 3,5 tahun, mungkin saja usia 19 tahun begitu lulus kuliah Mira dan Elkan sudah memiliki anak.


"Hehehe, pasangan pinter yah, Honey," balas Elkan.


"Pinter gimana?"


"Iya, pinter. Masih muda, babynya dua. Kalau gak pinter apa itu namanya," balas Elkan dengan santai.


Sambil berjalan dan mendorong stroller keduanya berbagi cerita dan kadang tertawa sendiri. Kemudian Mira melirik suaminya, "kamu cuma jalan-jalan di kompleks aja, sporty banget Kak? Kayak mau Care Free Day di Bundaran HI."


"Daddy Milenials, Honey. Biar keren. Walau dorong kereta bayi, tetap keren dong," balas Elkan.


Tidak marah, nyatanya Mira justru terkekeh geli mendengar jawaban suaminya yang penuh dengan percaya diri itu. Ada-ada saja Elkan yang bahkan sekarang mengenakan sepatu olahraga. Padahal mereka hanya berjalan dari rumah menuju ke depan kompleks perumahan.


Pagi itu juga ada beberapa tetangga yang menyapa mereka. Walau tak jarang juga mengomentari karena pada dasarnya Mira dan Elkan tetanggaan sejak dulu.


"Temenan sejak kecil, jadi manten, dan sekarang udah punya anak."


"Tetanggaku, pasanganku."


"Masih muda, tampak serasi."


Biasa, kadang ucapan atau suara tetangga itu beragam. Ada yang berkomentar positif atau ada juga yang negatif. Akan tetapi, Mira dan Elkan memilih tidak ambil pusing. Yang penting mereka berdua bahagia dengan pilihan, keputusan, dan kehidupan rumah tangganya.


"Pada bisik-bisik tadi, Dad," kata Mira.


"Biarin aja. Yang penting kita bahagia kok," balas Elkan.

__ADS_1


"Hehehe ... aku dengar sedikit tadi, tetanggaku ternyata jodohku. Lucu juga sih, tapi bagaimana lagi. Kadang kan jodoh itu tidak jauh-jauh dari kita yah, Kak," kata Mira.


Memang menyadari ada yang bertemu jodohnya di tempat yang jauh. Namun, ada juga yang menemukan jodoh begitu dekat. Sementara Elkan dan Mira sendiri sangat dekat. Keduanya bahkan tetanggaan dan mengenal sejak kecil.


"Iya, Tuhan kan menjodohkan dan menyatukan. Berkahnya luar biasa kan, lihat tuh harta kita berdua yang paling berharga Aryan dan Aaliya. Cakep, cantik, sehat, dan lucu," balas Elkan.


"Iya, Dad. Gemoy," balas Mira.


Terus berjalan, akhirnya Elkan membeli dulu Bubur Ayam untuk sarapan. Sementara Mira memilih membeli Bubur Kacang Ijo. Mereka juga ditanyain penjual bubur di sana.


"Keponakannya yah A?" tanya penjual bubur dari Sukabumi itu.


"Bukan, Pak. Anaknya," balas Elkan.


"Lah, saya kira ponakannya Aa dan Neng itu. Ternyata anaknya. Lucu pisan," kata penjual bubur.


Elkan bersikap santai, walau dalam hati dia juga tertawa karena dikira jalan-jalan pagi dengan keponakan. Padahal Aryan dan Aaliya adalah anak-anaknya sendiri. Mira juga senyam-senyum saja.


"Cakwe yah, Kak," pintanya.


"Boleh, kamu tunggu sini saja. Biar aku yang belikan," balas Elkan.


Hingga akhirnya, Elkan kembali dan membelikan cakwe untuk istrinya. Akan tetapi, sebelum mereka kembali ada seseorang yang mereka kenal di masa lalu dan menyapa keduanya.


"Kalian Elkan dan Mira kan?" tanya seorang pria muda yang usai jogging dan membeli Bubur Ayam di sana.


"Bagas?"


"Ya, gue Bagas. Temen kalian waktu SMA dulu," balasnya.


Sungguh tak disangka bahwa Elkan dan Mira bertemu dengan Bagas. Bagas sendiri adalah cowok yang menyukai Mira sewaktu SMA dulu. Awalnya, Bagas bersahabat baik dengan Mira. Akan tetapi, semuanya berubah sejak Bagas mulai bertindak kurang ajar kepada Mira.


"Gimana kabarnya?" tanya Bagas.

__ADS_1


"Baik," balas Elkan.


"Sama siapa, ponakan?" tanya Bagas sekarang. Cowok itu melihat ke stroller yang sekarang dipegang Mira. Rupanya Bagas juga mengira bahwa Mira dan Elkan tengah bersama keponakannya.


"Baby," balas Elkan tenang.


"What, Baby? Your baby?" tanya Bagas yang seakan tak percaya.


Elkan kemudian menganggukkan kepalanya. "Iya, anak kami," balas Elkan.


Tidak ingin berlama-lama, kemudian Elkan mengajak Mira untuk pulang. "Sudah Honey? Ada yang ingin kamu beli lagi?"


"Tidak, Dad. Kita pulang aja," balas Mira.


Elkan kemudian berpamitan dengan Bagas yang masih mengantri di sana. "Yuk, Gas ... duluan," balas Elkan.


Bagas hanya menganggukkan kepalanya. Akan tetapi, dia tidak percaya bahwa Mira, gadis impiannya waktu di SMA dulu sudah menikah dengan Elkan. Selain itu, Bagas juga syok kala mengetahui bahwa keduanya sudah memiliki baby.


Melihat Mira dan Elkan berjalan bersama, dengan saling bergandengan tangan dan mendorong kereta bayi terasa hatinya kembali nyeri. "Harusnya aku yang mendampingi kamu, Mira. Aku yang mengenalmu lebih dulu dan kita bahkan menjadi sahabat. Akan tetapi, kamu jatuh ke pelukan putra CEO itu."


Bagas merasa kesal. Sakit hati di waktu dulu kembali tersulut. Rasanya tidak ikhlas melihat Mira lagi.


Sementara Elkan justru menggodai istrinya itu."Wah, ketemu kasih tak sampai deh," goda Elkan.


"Mana ada, Kak. Kan dulu cuma temen. Dia juga gak pernah istimewa di hatiku," balas Mira.


"Kayaknya dia yang masih memendam rasa ke kamu," balas Elkan.


"Biarin aja. Mira kan hanya punya Elkan," balasnya.


Elkan kemudian menganggukkan kepalanya. Dia mengeratkan genggaman tangannya yang kini menggenggam tangan istrinya. "Selalu. Mira hanya milik Elkan selamanya."


Keduanya sama-sama tersenyum dan terus berjalan tanpa menoleh ke belakang. Bagaimana pun ini adalah sabtu ceria untuknya bisa mengajak Aryan dan Aaliya jalan-jalan walau hanya di sekitaran kompleks dan membeli sarapan. Next time kalau Aryan dan Aaliya semakin besar, Elkan ingin merencanakan liburan keluarga dengan keluarga kecilnya itu.

__ADS_1


__ADS_2