Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Sweet Place


__ADS_3

Begitu sudah sampai di apartemen, Mira menata sayuran dan bahan makanan yang dia beli dan menyimpannya di dalam kulkas. Sedangkan Elkan memilih untuk membersihkan kamar mandi terlebih dahulu. Dari closet, bath-up, sampai lantai kamar mandi, Elkan bersihkan. Membagi tugas agar apartemen mereka bisa segera selesai.


"Kamu biasa bersih-bersih Kak? Kok handal banget gitu gosok bath-up nya?" tanya Mira yang menilik sejenak ke kamar mandi.


"Biasa dong, Honey. Waktu sekolah di Singapura kan apa-apa sendiri. Gak ada ART yang bantuin bersih-bersih. Cuma kalau baju, memang aku laundry sih," balas Elkan.


"Oh, makanya ... kok bisa banget bersihin kamar mandi. Padahal kan di rumah pasti sudah ada yang bersihin kamar mandinya," balas Mira.


Elkan tersenyum. "Apa-apa bisa, Honey. Tergantung niat."


Mira memilih untuk meninggalkan area kamar mandi terlebih dahulu. Kemudian dia menyapu seluruh bagian apartemen. Sebenarnya tidak terlalu kotor, tapi rasanya datang ke tempat baru dan belum dibersihkan ada sesuatu yang kurang. Sehingga, memang lebih baik dibersihkan terlebih dahulu.


Selesai dari kamar mandi. Elkan giliran mengepel lantai. Sementara Mira memasang beberapa foto mereka berdua. Sengaja, Mira membawa beberapa foto dari Jakarta. Juga foto Papa dan Mama mereka. Menciptakan sweet place untuk diri sendiri, agar bisa betah tinggal di tempat yang baru.


"Foto-foto?" tanya Elkan.


"Iya, Kak ... aku bawa dari rumah," balasnya.


"Bagus, biar mengingatkan kita pada suasana rumah. Foto pernikahan kita juga?" tanya Elkan.


Mira sekarang tersenyum dan menganggukkan kepala. "Iya, kan kita pasangan halal, dan sah. Bukan orang pacaran yang tinggal bersama. Tujuanku bawa foto ini begitu sih."

__ADS_1


"Di luar negeri, biasa sih tinggal seatap sama pasangannya. Jadi hubungan layaknya suami istri itu lazim. Budayanya memang begitu. Kalau kita sudah menikah. Mimpiku dulu memang menikahi kamu, Honey. Hanya saja, aku tidak mengira bisa menikahi kamu waktu kita masih SMA," balas SMA.


Sudah begitu lama menaruh hati dan perasaan untuk Mira, sehingga ketika dewasa nanti Elkan ingin menikahi Mira. Hanya saja, dia memang tidak mengira bisa menikahi Mira, ketika masih duduk di bangku SMA. Sangat menyenangkan.


"Bantuin ganti sprei ya, Kak ... tadi kan udah beli yang baru. Motif bunga-bunga moga kamu betah yah," balas Mira.


"Selalu betah. Kan enggak gratis, Honey. Nanti malam atau besok minta bayarannya," balas Elkan.


Yah, Mira kembali manyun. Sudah pasti bayaran yang Elkan minta adalah berhubungan lagi. Bercinta lagi. Terasa aneh dan geli ketika pria bisa begitu bersemangatnya.


"Ah, Kakak ... pasti kayak begitu," balas Mira.


"Kalau udah puluhan kali semangatnya jadi biasa aja enggak?" tanya Mira.


Elkan tertawa terbahak dan menggelengkan kepalanya. "Tentu tidak, Honey. Makin candu malahan," balas Elkan.


Mira geleng-geleng kepala sendiri dengan suaminya itu. Mungkin memang Mira harus beradaptasi juga dengan sifat Elkan yang demikian. Tidak marah, karena orang memiliki sifat sendiri-sendiri.


"Ayo, Kak ... selesaikan. Aku sudah laper, deh," balas Mira.


"Aku yang selesaikan, kamu masak aja, Honey," balas Elkan.

__ADS_1


Akhirnya mereka berdua membagi tugas lagi. Elkan menyelesaikan semua pekerjaan rumah, sementara Mira memasak. Elkan senyam-senyum lagi. Jika, bisa rukun dan harmonis seperti ini menikah muda bukan momok. Namun, bisa pacaran halal, sembari terus melanjutkan cita-cita. Satu fase, sebelum nanti lulus kuliah dan memutuskan memiliki anak.


Mira pun membuat Beef Bulgogi dengan bahan yang tadi dia beli. Tak lupa membuat salad dari mayonaise dan juga campuran Selada dan Wortel. Membuat Lemon Tea dingin karena suaminya itu menyukai Lemon Tea.


Di saat semua bersih, makanan juga sudah siap. Sehingga, sekarang mereka duduk bersama dan menikmati makan siang mereka. Siang menjelang sore sebenarnya.


"Makan, Kak ... aku buatkan Lemon Tea kesukaan kamu juga," ucap Mira.


"Istri idaman dan pengertian banget sih, Honey. Makin cinta deh sama kamu," balas Elkan.


Duduk bersama, saling pandang, dengan makanan lezat yang aromanya begitu menggoda di meja. Mira mengambilkan nasi putih untuk suaminya dulu, setelahnya baru mengisi piringnya sendiri.


"Makasih, Honey. Kamu kan sudah masak, jadi nanti aku yang cuci piring," balas Elkan.


"Kita cuci bersama saja, Kak," balas Mira.


Menikmati masakan Mira. Elkan merasakan masakan Mira itu enak. Aromanya enak, rasanya juga enak. Hingga akhirnya Elkan kembali berbicara. "Kayaknya untuk empat tahun ke depan, tempat kita bisa menjadi sweet place. Tempat yang manis untuk kita berdua. Kita bisa memulai membina rumah tangga, dunia kita berdua di sini. Saling mengenal dan memahami satu sama lain. Selain itu, kita juga bisa bertumbuh bersama sebagai suami dan istri. Kita bisa bersahabat juga. Ingatlah, Honey. Selama di sini dan sampai seumur hidupmu, akulah rumahmu. Selalulah pulang dan tinggal di dalamku," ucap Elkan.


Mira yang mendengarkan ucapan suaminya itu merasa tersentuh. "Iya, Kak. Kita tidak akan tahu apa yang terjadi di depan. Baru dua hari di sini, jika selalu mulus, tidak mungkin. Jadi, kita belajar dan tumbuh bersama. Semoga kita saling didewasakan."


Memang tidak mudah bagi pasangan muda belia menjalani pernikahan. Ada masa ego lebih mendominasi, ada masa hasrat yang lebih menggebu, atau pun rintangan di depan nanti. Yang Elkan dan Mira harapkan, mereka bisa semakin dewasa setiap harinya.

__ADS_1


__ADS_2