Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Ngedate Sejenak


__ADS_3

Selang beberapa hari kemudian, Elkan merasa kasihan dengan istrinya. Sebab, sejak memiliki anak praktis kegiatan Mira hanya di dalam rumah saja. Bahkan, Elkan pernah menghitungi dalam seminggu penuh bahkan Mira tidak keluar sama sekali dari dalam rumah.


"Akhir pekan nanti jalan-jalan sama aku yuk, Honey," ajak Elkan.


"Tumben-tumbenan, Kak," balas Mira.


Elkan kemudian menganggukkan kepalanya. "Benar, Honey. Kamu butuh refreshing walau hanya sebentar. Twins bisa nitip ke Oma-Omanya," balas Elkan.


Mendengar apa yang dikatakan suaminya, Mira tersenyum. Ternyata Elkan memperhatikan dirinya. Entah sudah berapa lama sejak melahirkan hingga sekarang, Mira bahkan seolah-olah tak memperhatikan dirinya sendiri. Asalkan Twins A sehat dan happy saja sudah cukup untuk Mira.


"Kita ngedate berdua sebentar. Hiburan saja buat kamu kok," kata Elkan lagi.


"Ya sudah, nanti tanya ke Mama dulu yah, Kak ... sibuk enggak kalau kita nitip Twins A. Mau sekalian beliin baju-baju lucu untuk Twins yah," balas Mira.


"Mommy-Mommy mah begitu. Diajak ngedate malahan yang dipikirkan mencari baju bayi," balas Elkan.


Pasangan muda itu pun tertawa bersama. Hidup mereka sekarang sudah berubah. Jika biasanya mencari kesenangan seperti ingin makan apa, ingin nonton film apa, sekarang begitu sudah menjadi orang tua yang dipikirkan sudah berbeda. Mumpung jalan-jalan, sekaligus membelikan sesuatu untuk Aryan dan Aaliya.


...🍀🍀🍀...


Akhir Pekan Tiba ....


Sekarang, Mira menitipkan Aryan dan Aaliya di rumah Mama Marsha dan Papa Abraham. Justru Papa Abraham mendukung idenya Elkan yang mengajak Mira keluar. Menurut Papa Abraham, istri juga membutuhkan hiburan walau hanya sebentar.

__ADS_1


Merasa sudah tenang, sekarang Elkan mengajak Mira ke salah satu mall yang ada di Ibukota. Kali ini menjadi kesempatan keduanya untuk pergi hanya berdua usai memiliki Twins.


"First time keluar sama kamu, setelah punya Aryan dan Aaliya," kata Elkan.


"Kangen yah, Kak?" tanya Mira.


"Iya, kangen, Honey. Namun, memang kita baru fase menjadi orang tua baru. Masih bahagia-bahagianya mengasuh anak-anak di rumah. Sekadar mengajak kamu ngedate tipis-tipis," balas Elkan.


Begitu sudah tiba di Mall, keduanya berjalan-jalan bersama. Bisa merasakan lagi berjalan berdua dengan saling bergandengan tangan. Bisa merasakan lagi berjalan berdua seolah mengulang masa lalu. Itu saja sudah cukup dan sangat membahagiakan untuk Elkan dan Mira.


"Ada make up, parfum, atau apa yang habis enggak, Honey?" tanya Elkan.


"Sudah jarang memakai make up, Kak. Beliin parfum aja ya, Kak. Masak aku sekarang lebih bau Minyak telon," balas Mira dengan terkekeh pelan.


"Makasih, Daddy," kata Mira.


"Sama-sama Honey. Kita makan dulu yuk, kamu ingin makan apa? Sekarang kan sudah tidak hamil, boleh makan apa pun termasuk Sushi kesukaanmu," kata Elkan.


Mira tersenyum bahagia. "Sushi aja boleh? Ya ampun, hampir satu tahun gak makan Sushi," balas Mira.


Menuruti apa yang Mira mau, sekarang keduanya menuju ke Rumah makan Sushi Khas Jepang. Banyak menu yang lezat yang Elkan pesankan untuk Mira. Tentu ini menjadi ASI Booster untuk Mira.


"ASI Booster banget nih, makanan yang lezat. Makasih banget, Hubby," kata Mira.

__ADS_1


"Makan yang banyak, Honey. Dinikmati. Sometimes, mengapresiasi diri sendiri tidak ada salahnya. Sejak melahirkan hingga sekarang juga kamu sudah melakukan yang terbaik, mengasuh Twins, dan sekarang nikmati semua makanan yang lezat ini," kata Elkan.


Mira benar-benar menikmati Sushi yang lezat itu. Dulu sewaktu hamil, Dokter Indri memang melarangnya untuk tidak memakan semua protein yang mentah. Sebab bisa membuat janinnya terkena virus Toksoplasmosis. Sehingga Mira memang menjauhi semua pantangan yang disarankan oleh Dokter Indri.


"Berat badanku belum pulih, Kak. Masih ndut," kata Mira sekarang.


"Tetap cantik, Honey."


Elkan menjawab singkat. Walau begitu, Elkan berkata dengan jujur bahwa di matanya Mira selalu cantik. Walau memang berat badannya belum kembali ideal, tapi di matanya istrinya itu selalu cantik.


"Bohong pasti," balas Mira.


"Serius. Mana pernah aku berbohong. Selalu cantik kok di mataku. Tidak usah memaksakan diri, Honey. Yang penting sekarang ASI untuk Twins tercukupi kalau bisa berikan ASI ekslusif untuk Twins, Honey."


Alih-alih mempermasalahkan berat badan, Elkan justru menginginkan Mira selalu sehat dan ASI untuk Aryan dan Aaliya cukup. Lebih dari itu, Elkan berharap bahwa Mira bisa memberikan ASI eksklusif untuk Aryan dan Aaliya hingga dua tahun.


"Aku juga menginginkan itu, Kak. Doakan semoga aku bisa memberikan ASI sampai mereka dua tahun," balas Mira.


"Aamiin, Honey. Aku akan selalu mensupport kamu kok. Membersamai kamu dan anak-anak kita. Apalagi sekarang sudah masa tenang, era new normal. Semua kembali ke tatanannya. Bisnis Coffee Bay juga semakin lancar, jadi bisa menata dan memperbaiki pelan-pelan," balas Elkan.


"Makasih, Kak. Aku yakin apa pun yang terjadi kita akan menjalaninya bersama-sama. Kita sudah melewati beberapa tahun bersama, sehingga ke depannya kita bisa melewati semua yang terjadi," balas Mira.


Kencan ini sangat singkat. Hanya beberapa jam saja untuk sekadar membeli parfum dan makan Sushi, tapi ini break sejenak dari rutinitas. Keduanya membutuhkan suasana baru, terlebih Mira. Elkan berpikir, suatu saat nanti dia akan mengajak Mira ngedate berdua lagi, supaya istrinya refreshing dan lebih bahagia.

__ADS_1


__ADS_2