
"Honey, time break sejenak yuk," ajak Elkan sekarang.
"Sudah tengah malam, Kak. Mandi junubnya?" tanya Mira.
Kadang juga berpikir. Sekarang saja sudah jam 00.00 waktu Sydney. Apalagi sekarang adalah musim dingin. Mandi junub bisa dilakukan hampir dini hari. Sudah pasti sangat dingin.
"Aku mandiin, kurang apa lagi coba," balas Elkan.
Tidak menunggu lama, Elkan sudah menutup laptopnya dia mengajak Mira menuju ke ranjangnya. Akan segera melanjutkan time break di tengah malam. Toh, Elkan juga akan bertanggung jawab penuh atas Mira.
"Kamu enjoy saja, Honey."
Jika Elkan sudah menggebu-gebu seperti ini, Mira memilih mengikuti saja setiap instruksi suaminya. Lagipula sudah menjadi kewajiban seorang istri untuk terus melayani suaminya selagi memang tidak ada halangan.
Tanpa banyak berbicara, Elkan berusaha menindih Mira. Kedua tangannya menggenggam tangan Mira di sisi kiri dan kanan, pria itu kian merapatkan diri dan menyapa bibir Mira dengan bibirnya sendiri. Berawal dari ciuman, maka semuanya akan mengalir begitu saja.
Elkan dengan napas yang memburu mengecup bibir Mira. Seolah dia begitu dahaga, bibirnya bergerak dalam tekanan serupa. Berbalut dengan lu-matan, hisapan, dan pagutan yang benar-benar menggebu. Jujur, Elkan sudah benar-benar on sekarang. Terlebih ada waktu semingguan lebih di mana hasratnya tak tersalurkan. Sehingga, sekarang Elkan menggila, kendati demikian Elkan tetap akan memprioritaskan istrinya terlebih dahulu.
"Honey ...."
Suara Elkan sudah terdengar parau. Pria itu takut jika mengedepankan hasratnya saja. Dalam kamus Elkan, dua pihak harus sama-sama puas. Bukan mengejar kepuasan sendiri.
Sementara, Mira menerima setiap labuhan hangat di bibirnya. Mencecap rasa manis itu. Turut terseret dalam arus yang diciptakan oleh Elkan. Genggaman Mira di tangan suaminya menguat. Dia turut tersulut sekarang.
Dari bibir, Elkan sengaja menggigit telinga Mira. Satu tindakan yang membuat Mira meremang dan memekik karena tindakan suaminya itu.
__ADS_1
"Kak ...."
Mata yang terpejam, bibir yang berusaha menggigit bibirnya sendiri, dan de-sahan napas Mira sungguh menjadi bukti nyata kalau Mira sudah tersulut. Oleh karena itu, Elkan tidak akan menunggu terlalu lama. Pria itu melepas jumper yang dia kenakan asal, tampil shirtless di depan sang istri yang masih memejamkan matanya itu.
Tidak hanya itu, Elkan pun menarik kaos panjang yang Mira kenakan. Hanya melihat wadah berenda dengan warna pink yang lembut. Dalam cahaya di unit yang remang-remang saja, Elkan bisa memperhatikan semuanya dengan jeli.
Walau bukan pengalaman pertama, Mira tetap berdebar-debar menunggu apa yang suaminya lakukan selanjutnya. Masih dengan mata yang terpejam, Mira menunggu. Rupanya tangan suaminya memberikan pijatan di bahunya, dan menarik tali yang menggantung di bahunya. Lantas, tangan Elkan merayap ke balik punggung Mira, dia buka perlahan pengait-pengait besi yang bersembunyi di balik punggung istrinya.
Sekarang tidak ada lagi penghalang di area dada. Bulatan indah yang Elkan sukai sudah terpampang di depannya. Elkan untuk mendekatkan wajahnya, satu tangannya memegang bulatan itu, dan bibirnya dan mulutnya memberikan hisapan dan kecupan. Elkan menggila, dia seolah seperti bayi yang haus.
Cumbuan di area dada dia kombinasikan dengan hisapan dan gigitan di puncaknya. Sementara Mira terengah-engah, wanita itu beberapa kali mende-sah. Bahkan sekarang, Mira sengaja membuka matanya dan memperhatikan apa yang Elkan lakukan atasnya.
"Kak ... El, hh!"
Ya Tuhan, melihat apa yang Elkan lakukan membuat Mira malu malahan. Rupanya itu yang dilakukan suaminya. Bahkan terlihat jelas bagaimana Elkan sangat menikmati apa yang dia lakukan.
Elkan bersuara. Tangannya masih mempertahankan bulatan indah Mira dengan sesekali meremasnya. Oh, Mira kembali mende-sah. Bahkan Mira mengusapi helai demi helai rambut hitam suaminya. Tanpa memberikan jawaban pun, semua yang Mira miliki sudah pasti adalah milik suaminya.
Usai itu, Elkan melepaskan sisa-sisa busana di tubuh Mira. Dia mulai menginvansi lembah di bawah sana. Lidahnya menerobos masuk, memporak-porandakan permukaan cawan surgawi dengan setiap bagiannya. Tak ragu membuat Mira kian melambung ke angkasa.
"Hh, Kak ...."
Astaga, Mira kuasai lagi menahan. Tubuhnya bergetar dengan napas kian terengah-engah. Di saat bersamaan, Mira mengalami pelepasan. Dia sudah menyingkirkan wajah Elkan dari bawah sana. Akan tetapi, Elkan menolak. Elkan tetap berada di sana, dan terus melakukan invansinya.
Setelah itu, Mira menetralkan napasnya terlebih dahulu. Usai itu, Mira tidak akan menerima begitu saja. Dia tahu suaminya juga membutuhkan hal yang sekarang dia rasakan.
__ADS_1
Dia meminta Elkan berbaring, tangannya mengusapi perlahan dada Elkan. Usapan yang sangat lembut. Seakan hanya ujung jarinya yang mengenai dada Elkan. Di saat itu Elkan menggertakkan rahangnya. Dia pun tersengat dan pasrah saja melakukan apa yang Mira lakukan.
Sampai akhirnya pergerakan Mira kian turun dan kini dia benar-benar menyapa pusaka suaminya yang sudah tegang. Dia sapa perlahan, mengulumnya layaknya lollipop dengan gerakan naik dan turun. Oh, Elkan mende-sah jadinya.
"Honey ... Honey ...."
Ini yang Elkan mau. Walau tak sempat mengucapkan, tapi nalurinya sebagai pria menginginkan ini. Sungguh luar biasa nikmatnya. Hingga Elkan menggeleng perlahan
"Can i handle it?" tanya Mira.
"Yes, you can."
Di saat bersamaan, Mira yang mengambil posisi. Dia memegang kendali sekarang. Mira ingin memegang kendali. Dia satukan perlahan dengan pusaka suaminya. Bersarang dengan sempurna memenuhi dirinya. Kehangatan yang luar biasa. Perlahan Mira bergerak mengikuti instingnya.
"Ya, Honey ...."
Elkan menikmati semuanya. Gerakan sensual Mira sangat melenakan dirinya. Begitu lembut, tapi efeknya sangat luar biasa. Di saat bersamaan, Elkan melepas kuncir rambut Mira, membiarkan rambut istrinya itu terurai.
"Sangat cantik, Honey."
Mira tak memberikan jawaban. Dia terus bergerak dan bergerak. Mira pun mende-sah mana kala Elkan menggoda area dadanya. Memberi remasan di bulatan indahnya dan menggigitnya perlahan.
"Honey, aku sampai."
Elkan merasakan tubuhnya bergetar dari ujung kepala hingga ujung kaki. Benar-benar sensasi mantap tak tertandingi. Dia pecah sekarang.
__ADS_1
Dengan merengkuh Mira yang berada di atasnya. Saling terengah-engah. Saling merasakan percikan kembang api. Indah. Muara cinta yang membuat mereka merasa nikmat. Perjalanan dari hulu menuju hilir yang benar-benar mantap dan tak terkira.