Romansa Pengantin SMA

Romansa Pengantin SMA
Masih Ingin Mendekati


__ADS_3

Keluar dari Cinema Theater, Jerome tampak berwajah murung. Usahanya untuk mendekati Mira dan mencuri kesempatan untuk menggenggam tangan Mira terlewatkan begitu saja. Itu semua juga karena Elkan yang seolah tidak memberikannya peluang untuk mendekati Mira. 


Sehingga durasi waktu 120 menit, berlalu begitu saja. Namun, Jerome bukanlah pemuda yang patah semangat. Dia justru akan berjuang lagi dan pasti akan mendapatkan Mira.


"Lanjut makan yuk, Ra?" ajak Jerome sekarang kepada Mira.


Kali ini Elkan tampak menggelengkan kepalanya. Mira sendiri kemudian melihat jam yang melingkar di tangannya dan waktu sudah menunjukkan jam 20.00 malam. Menurut Mira ini sudah malam. 


"Sorry Kak Jer, aku agaknya harus pulang ke rumah deh. Soalnya Mama dan Papa sudah nungguin," balas Mira.


Jerome menghela nafas panjang. Gadis yang ada di depannya ini berasal dari dunia milenial atau dari masa lalu. Sampai jam 20.00 saja sudah harus pulang ke rumah.


"Makan dulu aja, Ra ... palingan cuma setengah jam kok," balas Jerome.


"Sorry Kak ... kali ini tidak bisa deh," jawab Mira.

__ADS_1


Elkan yang berdiri di belakang Jerome tampak mengulum senyuman yang begitu tipis di sudut bibirnya. Dia merasa senang saja ketika Mira bisa menolak Jerome. Lagipula perjalanan dari mall menuju ke rumah jika malam minggu dan menembus kemacetan bisa nyaris satu jam sendiri. Dengan memperkirakan waktu perjalanan, kemungkinan jam 21.00, mereka baru sampai di rumah. 


“Jadi, aku gak dapat kesempatan lagi nih untuk deketin kamu?” tanya Jerome secara to the point sekarang.


Mira pun menganggukkan kepalanya perlahan. “Iya Kak Jer … I am so sorry,” balasnya.


"Ya sudah, aku anterin pulang yah?" balas Jerome kemudian. 


Setidaknya tidak bisa makan bersama, tapi Jerome masih berkesempatan untuk mengantarkan Mira pulang ke rumahnya. Sungguh gigih sekali Jerome. Bahkan pemuda itu juga tampak bersungguh-sungguh kala mendekati Mira. 


"Kenapa emangnya?" tanya Jerome lagi. 


"Lah, kamu enggak ingat. Aku dan Mira kan tetanggaan. Jadi pastinya rumah kami satu arah. Daripada kamu bolak-balik," balas Elkan. 


Ya, kali ini Elkan berdalih bahwa kedekatan rumahnya dengan Mira, sehingga lebih baik memang Elkan saja yang mengantar Mira pulang. Jerome tampak diam dan seolah berpikir keras. Masak semua rencananya gagal hari ini? Ingin menggenggam tangan Mira gagal, ingin makan malam berdua gagal, dan juga ingin mengantar pulang juga gagal. Jika kegagalan ini ibarat mie instant sudah pasti ditambahkan dengan telor, sehingga begitu istimewa. 

__ADS_1


"Aku sama Kak El aja Kak Jer," ucap Mira kemudian. 


"Yakin, Ra?" tanya Jerome. 


"Iya Kak Jerome. Lagipula daripada Kak Jer bolak-balik nanti. Rumahku dan Kak El kan berdekatan hanya beda cluster aja," balasnya. 


"Ya, bener banget," balas Elkan. 


Pemuda itu tampak girang dalam hati ketika Mira juga tampak ingin pulang bersamanya. Setidaknya dengan cara ini lah, Elkan tahu bahwa Mira menghargainya, Mira memilihnya. 


"Ya sudah deh, nanti kabarin aku kalau udah sampai di rumah yah," balas Jerome lagi. 


"Iya Kak," balas Mira dengan menganggukkan kepalanya. 


Tidak menunggu lama, Elkan dan Mira berpamitan lebih dulu. Mereka berjalan dari Cinema Theater menuju ke parkiran basement berdua, tanpa kata. Cukup untuk bisa segera pulang saja.

__ADS_1


__ADS_2